Langsung ke isi
Lyra
Biologi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Hukum II Mendel: Persilangan Dihibrid

Setelah ini kamu bisa menjelaskan asortasi bebas alel dan meramalkan rasio fenotip 9:3:3

dari persilangan dua sifat beda (dihibrid).

Mendel kini menyilangkan ercis dengan dua sifat sekaligus: warna biji (kuning vs hijau) dan bentuk (bulat vs keriput). Anak pertamanya semua kuning-bulat. Tetapi ketika disilangkan sesamanya, muncul empat kombinasi baru di F2, termasuk hijau-keriput yang tidak ada di induk. Semua sifat berpisah dan bergabung bebas, menghasilkan rasio 9 kuning-bulat : 3 kuning-keriput : 3 hijau-bulat : 1 hijau-keriput. Dari sinilah lahir hukum asortasi bebas. Coba pilah di bawah.

Baca tiap pernyataan, lalu pilah yang benar dan yang salah tentang dihibrid, kemudian tekan Periksa.

Hukum asortasi bebas (Hukum II Mendel)

Saat individu dihibrid (mis. BbKk โ€” bentuk bulat B dominan, warna kuning K dominan) membentuk gamet, alel untuk bentuk dan warna berasortasi (berpisah) secara bebas. Hasilnya, individu heterozigot menghasilkan empat jenis gamet (BK, Bk, bK, bk) dengan jumlah sama. Persilangan BbKk ร— BbKk menghasilkan 16 kombinasi F2 dalam kotak Punnett 4ร—4, dengan rasio fenotip 9 bulat-kuning : 3 bulat-hijau : 3 keriput-kuning : 1 keriput-hijau.

Hukum asortasi bebas (Hukum II Mendel) menyatakan bahwa alel dari gen yang berbeda (di kromosom berbeda, tidak terkait) berpisah secara bebas dan acak saat pembentukan gamet, sehingga kombinasi sifat di keturunan lebih beragam.

Pasangkan jumlah gen dengan jumlah gamet.

Menyusun persilangan dihibrid

Untuk menyilangkan dihibrid: tulis genotip induk, tentukan empat jenis gamet dari tiap heterozigot, buat kotak Punnett 4ร—4 (16 sel), lalu hitung kombinasi fenotip. Empat fenotip muncul dengan rasio 9:3:3

โ€” 9 adalah kombinasi dominan-dominan, dua angka 3 adalah dominan-resesif dan resesif-dominan, dan 1 adalah resesif-resesif.

Susun langkah menyilangkan dihibrid.

Kotak Punnett dihibrid

Lihat kotak Punnett dihibrid sebagai bangun.

Bayangkan dua pasang kartu di tanganmu: pasangan bentuk (B/b) dan pasangan warna (K/k). Saat mengocok dan mengambil satu kartu dari tiap pasangan, kamu bisa dapat BK, Bk, bK, atau bk โ€” empat kombinasi. Karena pasangan berbeda tidak saling kunci, kombinasi mereka muncul bebas seperti dadu dua sisi dilempar bersama.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Ercis bulat-kuning (BBKK) disilangkan dengan keriput-hijau (bbkk). Semua F1 bulat-kuning. Tentukan rasio fenotip F2 bila F1 disilangkan sesamanya.

P: BBKK ร— bbkk โ†’ F1 semua BbKk (bulat-kuning). F1 menghasilkan empat gamet: BK, Bk, bK, bk.

Kotak Punnett 4ร—4 menghasilkan 16 kombinasi dengan rasio fenotip 9 bulat-kuning : 3 bulat-hijau : 3 keriput-kuning : 1 keriput-hijau.

Jebakan: menganggap asortasi bebas berlaku untuk semua pasangan gen. Yang benar: asortasi bebas hanya berlaku bila dua gen berada di kromosom berbeda (tidak terkait). Gen yang terkait di kromosom sama cenderung diwariskan bersama dan tidak berasortasi bebas.

Jebakan: salah menghitung jenis gamet. Yang benar: jumlah jenis gamet dari heterozigot n gen adalah 2^n. Satu gen โ†’ 2 gamet, dua gen โ†’ 4 gamet, tiga gen โ†’ 8 gamet. Jangan tertukar dengan jumlah kombinasi F2 (4^n).

  • Hukum II Mendel (asortasi bebas): alel gen berbeda berpisah acak saat gamet.
  • Dihibrid = persilangan dua sifat beda; F1 seragam dominan.
  • F2 dihibrid: rasio fenotip 9:3:3
    .
  • Heterozigot n gen menghasilkan 2^n jenis gamet.
  • Kotak Punnett dihibrid berukuran 4ร—4 (16 sel).