Hukum I Mendel: Persilangan Monohibrid
Setelah ini kamu bisa menjelaskan segregasi alel dan meramalkan rasio fenotip 3
dari persilangan satu sifat beda (monohibrid).Gregor Mendel menyilangkan bunga ercis tinggi dengan pendek. Anak pertamanya (F1) semuanya tinggi โ sifat pendek seolah hilang. Tetapi ketika anak-anak ini disilangkan sesamanya, cucunya (F2) muncul dengan rasio tinggi : pendek = 3 : 1. Sifat pendek tidak hilang, hanya โtersembunyiโ di F1 lalu muncul kembali. Dari pola ini, Mendel merumuskan hukum segregasi. Bagaimana satu sifat bisa menghilang dan muncul lagi? Coba pilah di bawah.
Hukum segregasi (Hukum I Mendel)
Mendel menyilangkan dua ercis homozigot โ tinggi (TT) dan pendek (tt). Anak pertama (F1) semuanya heterozigot (Tt) dan menunjukkan sifat tinggi, sehingga T disebut dominan dan t resesif. Ketika F1 disilangkan sesamanya (Tt ร Tt), alel T dan t ber-segregasi (berpisah) saat pembentukan gamet, sehingga tiap gamet hanya membawa satu alel. F2 yang terbentuk memiliki rasio genotip 1 TT : 2 Tt : 1 tt dan rasio fenotip 3 tinggi : 1 pendek.
Hukum segregasi (Hukum I Mendel) menyatakan bahwa pasangan alel berpisah (segregasi) saat pembentukan gamet, sehingga tiap gamet hanya membawa satu alel dari setiap pasangan. Alel dominan menutupi alel resesif pada fenotip heterozigot.
Pasangkan rasio F2 dengan maknanya.
Menyusun persilangan monohibrid
Untuk menyilangkan monohibrid: tulis genotip induk (P), tentukan gamet yang mungkin dari tiap induk (masing-masing satu alel), buat kotak Punnett 2ร2 untuk F1 atau F2, lalu hitung rasio genotip dan fenotip. Untuk TT ร tt, semua F1 adalah Tt (tinggi). Untuk Tt ร Tt, F2 menghasilkan 1 TT : 2 Tt : 1 tt โ tiga tinggi dan satu pendek.
Susun langkah menyilangkan monohibrid.
Kotak Punnett monohibrid
Lihat kotak Punnett sebagai bangun.
Bayangkan tiap induk punya dua kartu (alel) tersembunyi dalam topi. Saat membuat gamet, ia mengocok dan hanya mengeluarkan satu kartu. Anak mewarisi satu kartu dari ayah, satu dari ibu. Bila kartu T selalu menang (dominan) melawan kartu t, maka anak yang dapat setidaknya satu T akan tinggi โ hanya anak yang dapat dua t yang pendek. Itulah mengapa 3 dari 4 kemungkinan adalah tinggi.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Bunga ercis merah (MM) disilangkan dengan putih (mm). Semua F1 berwarna merah. Jika F1 disilangkan sesamanya, tentukan rasio genotip dan fenotip F2.
P: MM ร mm โ F1 semua Mm (merah). F1 menghasilkan gamet M dan m.
Kotak Punnett Mm ร Mm menghasilkan 1 MM : 2 Mm : 1 mm (rasio genotip). Fenotip: 3 merah (MM dan 2 Mm) : 1 putih (mm).
Jebakan: menyamakan genotip dengan fenotip. Yang benar: genotip adalah susunan alel (TT, Tt, tt), fenotip adalah sifat yang tampak (tinggi, pendek). TT dan Tt memiliki fenotip sama (tinggi) walau genotipnya berbeda.
Jebakan: menganggap rasio fenotip F1 dan F2 sama. Yang benar: F1 monohibrid semuanya berfenotip dominan (seragam), sedangkan F2 berpisah dengan rasio 3 dominan : 1 resesif. Pemisahan ini muncul karena segregasi alel saat gamet.
- Hukum I Mendel (segregasi): pasangan alel berpisah saat gamet terbentuk.
- Monohibrid = persilangan satu sifat beda; F1 seragam dominan.
- F2 monohibrid: genotip 1:2, fenotip 3.
- Alel dominan menutupi resesif pada heterozigot.
- Kotak Punnett 2ร2 memvisualkan kombinasi gamet.