Penentuan Jenis Kelamin & Gen Terikat Seks
Setelah ini kamu bisa menjelaskan penentuan jenis kelamin lewat kromosom XY dan pola pewarisan sifat yang terikat kromosom X.
Buta warna lebih sering menyerang laki-laki daripada perempuan. Mengapa? Karena gen buta warna terletak di kromosom X. Perempuan punya dua kromosom X, sehingga satu X normal bisa menutupi X pembawa buta warna. Laki-laki hanya punya satu X (XY), jadi bila X-nya pembawa buta warna, langsung muncul penyakitnya. Inilah pola pewarisan terikat seks. Bagaimana kromosom menjelaskan ketimpangan ini? Coba pilah di bawah.
Penentuan jenis kelamin
Pada manusia, jenis kelamin ditentukan oleh sepasang kromosom seks. Perempuan memiliki XX, laki-laki memiliki XY. Kromosom X besar dan membawa banyak gen, sedangkan kromosom Y kecil dan membawa sedikit gen (terutama untuk maskulinitas). Saat pembentukan gamet, perempuan menghasilkan semua ovum membawa X, sedangkan laki-laki menghasilkan sperma pembawa X atau Y dengan jumlah sama. Pembuahan oleh sperma X menghasilkan perempuan (XX), sperma Y menghasilkan laki-laki (XY).
Kromosom seks adalah pasangan kromosom yang menentukan jenis kelamin (XX perempuan, XY laki-laki). Gen terikat seks adalah gen yang terletak di kromosom seks, terutama kromosom X, sehingga pewarisan sifatnya berbeda antara laki-laki dan perempuan.
Pasangkan genotip buta warna dengan fenotipnya.
Mengapa laki-laki lebih rentan
Karena laki-laki hanya punya satu kromosom X, satu alel pembawa penyakit (mis. XᵇY) langsung muncul sebagai penyakit — tidak ada X kedua yang bisa menutupi. Perempuan butuh dua alel pembawa (XᵇXᵇ) untuk sakit, jauh lebih jarang terjadi. Perempuan dengan satu alel pembawa (XᴮXᵇ) disebut karier — sehat tetapi membawa penyakit. Penyakit terikat X yang umum: buta warna merah-hijau dan hemofilia.
Susun pola pewarisan terikat X.
Kotak Punnett buta warna
Lihat kotak Punnett buta warna sebagai bangun.
Bayangkan kromosom X sebagai buku panduan dan Y sebagai selebaran tipis. Perempuan punya dua buku — bila satu halaman rusak (alel penyakit), halaman baik di buku kedua bisa menutupi. Laki-laki hanya punya satu buku dan satu selebaran; bila satu halaman rusak, tidak ada cadangan. Itulah mengapa laki-laki rentan terhadap penyakit terikat X.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Seorang perempuan karier buta warna (XᴮXᵇ) menikah dengan laki-laki normal (XᴮY). Berapakah peluang anak laki-lakinya menderita buta warna?
Ibu menghasilkan gamet Xᴮ dan Xᵇ; ayah Xᴮ dan Y. Anak laki-laki menerima Y dari ayah dan X dari ibu.
Anak laki-laki menerima X dari ibu — peluang Xᵇ adalah 50%. Jadi peluang anak laki-lakinya buta warna (XᵇY) = 50%.
Jebakan: mengira laki-laki bisa menjadi karier. Yang benar: karier hanya mungkin pada perempuan (XᴮXᵇ) karena punya dua X. Laki-laki (XᵇY) yang membawa alel penyakit langsung sakit — tidak ada keadaan karier.
Jebakan: menyatakan ayah menurunkan gen penyakit ke anak laki-laki. Yang benar: ayah meneruskan kromosom Y (bukan X) ke anak laki-laki, sehingga gen terikat X ayah tidak diwariskan ke anak laki-laki — hanya ke anak perempuan lewat X. Penyakit terikat X pada laki-laki selalu berasal dari ibu.
- Kromosom seks: perempuan XX, laki-laki XY.
- Gen terikat X (buta warna, hemofilia) resesif.
- Laki-laki rentan karena hanya satu X (tidak ada penutup).
- Perempuan XᴮXᵇ adalah karier (sehat, pembawa).
- Penyakit pada laki-laki selalu dari ibu lewat X.