Langsung ke isi
Lyra
Biologi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Hereditas Kuantitatif & Polygenik

Setelah ini kamu bisa menjelaskan sifat poligenik (kuantitatif) yang dikendalikan banyak gen dan menghasilkan distribusi fenotip kontinu.

Tinggi badan dan warna kulit manusia tidak dibagi menjadi dua atau empat kelas diskret seperti bunga Mendel. Sebaliknya, tinggi dan warna kulit berkisar mulus dari rendah ke tinggi, dari gelap ke terang. Pola seperti ini tidak dihasilkan oleh satu gen, melainkan banyak gen yang efeknya berakumulasi โ€” itulah hereditas poligenik. Mengapa banyak gen menghasilkan kurva lonceng? Coba pilah di bawah.

Baca tiap pernyataan, lalu pilah yang merupakan ciri sifat poligenik dan yang bukan, kemudian tekan Periksa.

Sifat poligenik (kuantitatif)

Beberapa sifat tidak bisa digolongkan menjadi kelas diskret karena fenotipnya bergradasi mulus. Sifat seperti tinggi badan, warna kulit, dan berat badan dikendalikan banyak gen yang efeknya berakumulasi โ€” tiap gen menambah sedikit kontribusi. Makin banyak alel โ€œpenambahโ€ yang dimiliki individu, makin tinggi nilai fenotipnya. Karena banyak gen terlibat dan masing-masing bersegregasi, kombinasi yang mungkin sangat banyak, menghasilkan distribusi kontinu.

Sifat poligenik (kuantitatif) adalah sifat yang dikendalikan banyak gen dengan efek aditif kecil, menghasilkan distribusi fenotip yang kontinu (mis. tinggi, warna kulit) sering menyerupai kurva lonceng (normal).

Pasangkan sifat dengan jenis pewarisannya.

Mengapa muncul kurva lonceng

Bila dua tanaman yang heterozigot untuk tiga gen warna (AaBbCc) disilangkan, anak-anaknya dapat mewarisi kombinasi 0 sampai 6 alel penambah. Kombinasi dengan jumlah menengah (3 alel penambah) paling mungkin terjadi โ€” mirip melempar banyak koin, hasil seimbang paling sering. Akibatnya, fenotip menengah paling banyak, sementara fenotip ekstrem (semua atau tanpa alel penambah) paling sedikit. Distribusi ini membentuk kurva lonceng yang khas.

Susun mekanisme munculnya kurva normal.

Kurva lonceng warna kulit

Lihat distribusi fenotip sebagai bangun.

Bayangkan banyak koin dilempar bersama. Kombinasi โ€œsetengah kepala, setengah ekorโ€ paling mungkin karena banyak cara mencapainya, sedangkan โ€œsemua kepalaโ€ atau โ€œsemua ekorโ€ sangat jarang. Sifat poligenik seperti itu: banyak gen, masing-masing menyumbang sedikit โ€” fenotip menengah menumpuk di puncak kurva, fenotip ekstrem di ekor.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Warna kulit manusia dikendalikan oleh tiga pasang gen aditif. Jelaskan mengapa kebanyakan orang memiliki warna kulit menengah, bukan sangat gelap atau sangat terang.

Tiga pasang gen (AaBbCc) menghasilkan kombinasi 0-6 alel penambah. Kombinasi menengah (sekitar 3 alel) punya paling banyak susunan yang mungkin.

Karena kombinasi menengah paling mungkin, kebanyakan orang berfenotip menengah, sedangkan fenotip ekstrem (6 atau 0 alel penambah) sangat jarang. Distribusi ini membentuk kurva lonceng.

Jebakan: menganggap semua sifat diwariskan seperti bunga Mendel (dua kelas diskret). Yang benar: banyak sifat penting manusia (tinggi, warna kulit, kecerdasan) bersifat poligenik dengan distribusi kontinu, bukan diskret.

Jebakan: melupakan peran lingkungan. Yang benar: ekspresi sifat poligenik juga dipengaruhi lingkungan (gizi, paparan matahari). Gen menentukan rentang kemungkinan, lingkungan menentukan posisi akhir dalam rentang itu.

  • Sifat poligenik dikendalikan banyak gen dengan efek aditif.
  • Distribusi fenotip kontinu, menyerupai kurva lonceng.
  • Contoh: tinggi badan, warna kulit, berat badan.
  • Kombinasi menengah paling mungkin; ekstrem paling jarang.
  • Lingkungan juga memengaruhi ekspresi sifat poligenik.