Ikatan Ionik: Serah-Terima Elektron
Setelah ini kamu bisa menjelaskan pembentukan ikatan ionik lewat serah-terima elektron hingga konfigurasi oktet.
Saat natrium (logam lunak yang meledak di air) bertemu klorin (gas beracun hijau), keduanya berubah menjadi kristal putih yang bisa kamu makan — garam dapur. Transformasi dramatis itu terjadi karena natrium menyerahkan satu elektronnya kepada klorin. Bagaimana serah-terima elektron ini menciptakan ikatan yang begitu kuat? Coba urutkan sendiri tahapnya di bawah.
Apa itu ikatan ionik
Ikatan ionik terbentuk lewat serah-terima elektron antara atom logam (yang cenderung melepaskan elektron) dan atom nonlogam (yang cenderung menerima elektron). Logam melepaskan satu atau lebih elektron valensinya membentuk kation (ion positif), sedangkan nonlogam menerima elektron itu membentuk anion (ion negatif). Kation dan anion lalu saling tarik-menarik oleh gaya elektrostatis — inilah ikatan ionik.
Ikatan ionik adalah gaya tarik elektrostatis antara kation (ion positif) dan anion (ion negatif) yang terbentuk dari serah-terima elektron. Oktet adalah keadaan stabil dengan 8 elektron valensi (konfigurasi gas mulia).
Contoh: pembentukan NaCl
Natrium (Na, Z=11) berkonfigurasi 1s² 2s² 2p⁶ 3s¹ — punya 1 elektron valensi. Untuk mencapai konfigurasi gas mulia neon (1s² 2s² 2p⁶), Na melepaskan 1 elektron menjadi Na⁺. Klorin (Cl, Z=17) berkonfigurasi 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁵ — butuh 1 elektron lagi untuk mencapai konfigurasi argon (1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶). Cl menerima 1 elektron menjadi Cl⁻. Na⁺ dan Cl⁻ lalu saling tarik membentuk NaCl.
Arti tiap simbol: Na = atom natrium, Na⁺ = kation natrium, e⁻ = elektron, Cl = atom klorin, Cl⁻ = anion klorida.
Lihat model geometris serah-terima elektron.
Mencapai konfigurasi oktet
Tujuan serah-terima elektron adalah mencapai oktet (8 elektron valensi seperti gas mulia) atau duet (2 elektron valensi seperti helium untuk unsur periode 1). Atom dengan 1-3 elektron valensi cenderung melepaskan elektron (logam); atom dengan 5-7 elektron valensi cenderung menerima elektron (nonlogam). Atom dengan 4 elektron valensi biasanya berbagi elektron (ikatan kovalen).
Kisi kristal ionik
Senyawa ionik tidak berbentuk molekul terpisah seperti air (H₂O). Kation dan anion tersusun dalam kisi kristal tiga dimensi yang besar — tiap ion dikelilingi beberapa ion berlawanan muatan. Dalam kisi NaCl, tiap Na⁺ dikelilingi 6 Cl⁻ dan sebaliknya. Gaya tarik elektrostatis yang seragam inilah yang membuat kristal ionik punya titik leleh tinggi dan keras tetapi getas.
Pasangkan pasangan unsur dengan rumus ionnya.
Hitung rasio ion dalam kisi NaCl.
Bayangkan ikatan ionik seperti pemberian hadiah. Na punya 1 permen (elektron) yang tidak butuh, Cl kekurangan 1 permen untuk bahagia (oktet). Na memberi permen itu ke Cl — keduanya sama-sama senang. Setelah itu, Na (yang sekarang “minus permen” = bermuatan +) dan Cl (yang “plus permen” = bermuatan -) saling tarik seperti magnet.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Magnesium (Mg, Z=12) bereaksi dengan oksigen (O, Z=8) membentuk senyawa ionik. Tentukan rumus senyawanya.
Mg: 1s² 2s² 2p⁶ 3s² — 2 elektron valensi, lepas 2 e⁻ menjadi Mg²⁺. O: 1s² 2s² 2p⁴ — 6 elektron valensi, terima 2 e⁻ menjadi O²⁻.
Mg²⁺ bermuatan +2, O²⁻ bermuatan -2. Satu Mg²⁺ menetralkan satu O²⁻ (karena +2 + (-2) = 0).
Rasio Mg : O = 1 : 1, jadi rumus senyawanya MgO (magnesium oksida). Muatan total nol — stabil.
Jebakan: mengira senyawa ionik terdiri atas molekul diskret seperti H₂O. Yang benar: senyawa ionik berupa kisi kristal besar tanpa batas molekul yang jelas — rumus NaCl menyatakan rasio ion, bukan satu molekul.
Jebakan: menyamakan serah-terima dengan pembagian elektron. Yang benar: serah-terima berarti elektron benar-benar pindah dari logam ke nonlogam (membentuk ion), sedangkan pembagian (kovalen) berarti elektron dipakai bersama.
- Ikatan ionik: serah-terima elektron antara logam (jadi kation) dan nonlogam (jadi anion).
- Tujuan: mencapai konfigurasi oktet (8 elektron valensi) atau duet.
- Contoh: Na lepas 1 e⁻ jadi Na⁺, Cl terima 1 e⁻ jadi Cl⁻, gabung jadi NaCl.
- Kation dan anion tersusun dalam kisi kristal 3D — titik leleh tinggi, keras, getas.
- Rumus senyawa ionik menyatakan rasio ion paling sederhana yang menetralkan muatan.