Keelektronegatifan & Sifat Logam
Setelah ini kamu bisa menghubungkan keelektronegatifan dengan sifat logam dan meramalkan jenis ikatan dari beda keelektronegatifan.
Mengapa natrium dengan mudah melepas elektron untuk menjadi logam konduktor, sedangkan klorin justru rakus menarik elektron? Sifat menarik elektron inilah yang kita ukur dengan keelektronegatifan. Beda keelektronegatifan antara dua unsur bahkan bisa meramalkan jenis ikatan yang akan terbentuk. Coba ramalkan sendiri di bawah.
Apa itu keelektronegatifan
Keelektronegatifan (EN) adalah ukuran kemampuan suatu atom untuk menarik elektron ke arahnya dalam sebuah ikatan kimia. Skala yang paling lazim dipakai adalah skala Pauling, bernilai 0,7 (terendah, fransium) sampai 4,0 (tertinggi, fluor). Semakin besar nilai EN, semakin kuat atom menarik elektron pasangan ikatan.
Keelektronegatifan adalah kemampuan atom menarik pasangan elektron ikatan ke arahnya. Sifat logam adalah kecenderungan atom melepaskan elektron membentuk kation; sifat logam berbanding terbalik dengan keelektronegatifan.
Tren keelektronegatifan
Sepanjang satu periode (kiri→kanan), keelektronegatifan meningkat. Sebabnya: muatan inti bertambah dan jari-jari mengecil, sehingga atom makin kuat menarik elektron. Contoh periode 3: Na (0,93) < Mg (1,31) < … < Cl (3,16).
Sepanjang satu golongan (atas→bawah), keelektronegatifan menurun. Sebabnya: jari-jari bertambah karena kulit baru, sehingga elektron ikatan makin jauh dari inti dan tarikannya makin lemah. Contoh golongan 17: F (3,98) > Cl (3,16) > Br (2,96) > I (2,66).
Hubungan dengan sifat logam
Sifat logam adalah kebalikan keelektronegatifan. Unsur dengan EN rendah (logam alkali, alkali tanah) cenderung melepas elektron membentuk kation — inilah sifat logam (konduktor, mengkilap, dapat ditempa). Unsur dengan EN tinggi (halogen, oksigen, nitrogen) cenderung menarik atau berbagi elektron — inilah sifat nonlogam.
Trennya: sifat logam meningkat ke bawah golongan dan menurun ke kanan sepanjang periode. Fluor di kanan atas paling nonlogam; fransium di kiri bawah paling logam.
Pilah unsur ke sifat logamnya.
Meramalkan jenis ikatan
Beda keelektronegatifan (ΔEN) antara dua unsur yang berikatan menentukan jenis ikatan:
- ΔEN kecil (< 0,4): ikatan kovalen nonpolar (elektron dibagi rata, mis. H-H, Cl-Cl).
- ΔEN sedang (0,4–1,7): ikatan kovalen polar (elektron tertarik ke unsur lebih elektronegatif, mis. H-Cl, O-H).
- ΔEN besar (> 1,7): ikatan ionik (elektron pindah hampir seluruhnya dari logam ke nonlogam, mis. Na-Cl).
Pasangkan pasangan unsur dengan jenis ikatan yang diramalkan.
Visualkan tarik-menarik elektron ikatan.
Bayangkan dua orang (atom) menarik satu tali (pasangan elektron). Bila keduanya sama kuat (EN sama), tali diam di tengah — itu ikatan nonpolar. Bila satu lebih kuat (EN lebih besar), tali tertarik ke arahnya — itu ikatan polar. Bila beda kekuatan sangat besar, tali sampai lepas dari tangan yang lemah — itu ikatan ionik.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Ramalkan jenis ikatan yang terbentuk antara kalsium (Ca, EN = 1,00) dan oksigen (O, EN = 3,44).
ΔEN = EN oksigen - EN kalsium = 3,44 - 1,00 = 2,44.
ΔEN = 2,44 lebih besar dari 1,7. Ca adalah logam (EN rendah), O adalah nonlogam (EN tinggi).
Karena ΔEN > 1,7 dan pasangan logam-nonlogam, ikatan Ca-O termasuk ikatan ionik. Ca melepas 2 elektron menjadi Ca²⁺, O menerima menjadi O²⁻.
Jebakan: mengira unsur paling elektronegatif adalah gas mulia. Yang benar: gas mulia sudah punya konfigurasi penuh sehingga tidak menarik elektron tambahan — fluor (F)-lah unsur paling elektronegatif.
Jebakan: mengandalkan angka 1,7 sebagai batas tegas. Yang benar: ambang 1,7 hanya pedoman; beberapa senyawa dengan ΔEN sedikit di atas 1,7 tetap bersifat kovalen polar. Pertimbangkan juga jenis unsur (logam vs nonlogam).
- Keelektronegatifan = kemampuan atom menarik elektron ikatan (skala Pauling 0,7-4,0).
- Sepanjang periode EN meningkat; sepanjang golongan EN menurun.
- Sifat logam berbanding terbalik EN: logam melepas elektron, nonlogam menarik.
- ΔEN < 0,4 kovalen nonpolar; 0,4-1,7 kovalen polar; > 1,7 ionik (pedoman).
- Fluor paling elektronegatif; fransium paling logam.