Langsung ke isi
Lyra
Sosiologi ยท Kelas 10 ยท Fase E ยท 7 menit baca

Status dan Peran Sosial

Setelah ini kamu bisa membedakan jenis status sosial (ascribed, achieved, assigned) dan menjelaskan hubungan status dengan peran aktual dan ekspektasi.

Di kelas kamu adalah siswa, di rumah anak, di klub pemain, di masjid jamaah. Posisi itu bukan sekadar label; ia menentukan apa yang orang harapkan dari kamu. Mengapa satu orang bisa punya banyak posisi sekaligus? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca tiap status, lalu pilah ke kolom sumbernya: dari kelahiran, dari usaha, atau dari penunjukan.

Apa itu status sosial

Status sosial adalah posisi seseorang dalam masyarakat. Posisi itu bukan sekadar nama; ia menentukan bagaimana orang lain memandang dan memperlakukan kamu. Kamu bisa memegang banyak status sekaligus, dan masing-masing membawa harapan tingkah laku tertentu.

Status sosial adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompok masyarakat, yang menentukan hak, kewajiban, dan harapan tingkah laku terhadapnya.

Tiga sumber status

Status tidak datang dari satu sumber. Sosiologi membedakan tiga jenis berdasarkan cara memperolehnya. Status ascribed melekat sejak lahir tanpa usaha, seperti jenis kelamin, urutan kelahiran, atau keturunan. Status achieved diraih lewat usaha, seperti profesi, gelar, atau prestasi. Status assigned diberikan oleh pihak lain lewat penunjukan atau pemilihan, seperti ketua RT atau ketua kelas. Kamu perlu peka membedakan achieved dari ascribed.

Bayangkan status seperti pakaian. Pakaian bawaan (ascribed) sudah melekat sejak lahir; pakaian yang kamu jahit sendiri (achieved) hasil usahamu; pakaian yang dipinjamkan orang lain (assigned) kamu pakai karena diberi. Kamu bisa memakai banyak pakaian sekaligus โ€” itu yang disebut gudang peran.

Status dan peran

Status selalu berpasangan dengan peran. Bila status adalah posisi, peran adalah aspek dinamisnya: apa yang kamu lakukan karena memegang status itu. Peran aktual adalah tingkah laku yang benar-benar kamu lakukan, sedangkan peran ekspektasi adalah tingkah laku yang diharapkan masyarakat darimu. Terkadang keduanya cocok, terkadang tidak. Satu orang bisa memainkan banyak peran bergantian dalam sehari.

Mengenali peran ekspektasi

Tidak semua tindakan adalah peran ekspektasi; ada juga peran yang justru menyimpang dari harapan. Kamu perlu menyorot mana tindakan yang sesuai harapan dan mana yang menyimpang, agar paham beda peran aktual dan ekspektasi.

Soal TKA Sosiologi (kerangka Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) kerap menyodorkan kasus dan bertanya jenis status seseorang. Jebakan paling sering: menyamakan profesi (achieved) dengan keturunan (ascribed). Tipuan bertahan: tanyakan dulu, apakah posisi itu diraih lewat usaha atau melekat sejak lahir?

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Seorang perempuan menjadi dokter di rumah sakit, lalu diangkat sebagai kepala unit. Tentukan jenis tiap status dan jelaskan alasannya.

Status perempuan adalah ascribed karena melekat sejak lahir tanpa usaha. Ia tidak memilih untuk menjadi perempuan; ia dilahirkan demikian.

Status dokter adalah achieved karena diraih lewat studi kedokteran yang panjang dan ujian kompetensi. Tanpa usaha, status ini tidak diperoleh.

Status kepala unit adalah assigned karena diberikan lewat penunjukan atau pemilihan, bukan murni usaha pribadi maupun kelahiran. Maka ketiga statusnya berbeda sumber.

Jebakan: menyamakan profesi dengan keturunan. Yang benar: profesi adalah achieved (diraih), keturunan adalah ascribed (bawaan lahir).

Jebakan: menganggap peran aktual selalu sama dengan peran ekspektasi. Yang benar: keduanya bisa berbeda saat seseorang menyimpang dari harapan.

  • Status sosial adalah posisi seseorang dalam masyarakat.
  • Tiga jenis: ascribed (bawaan), achieved (usaha), assigned (penunjukan).
  • Peran adalah aspek dinamis status: apa yang dilakukan atau diharapkan.
  • Peran aktual bisa berbeda dari peran ekspektasi.
  • Satu orang bisa memegang banyak status dan peran sekaligus.