Langsung ke isi
Lyra
Sosiologi ยท Kelas 10 ยท Fase E ยท 8 menit baca

Kebutuhan Sosial Manusia

Setelah ini kamu bisa membedakan kebutuhan biologis dari kebutuhan sosial manusia dan menyusun kebutuhan itu dalam piramida Maslow.

Bayangkan kamu dikurung sendirian di pulau dengan persediaan makanan melimpah. Perutmu kenyang, tetapi setelah berminggu-minggu tanpa satu pun teman bicara, kamu mulai merasa gelisah. Mengapa? Karena manusia tidak hanya lapar perut; ia juga lapar akan kebersamaan, pengakuan, dan makna. Coba lihat sendiri di bawah.

Baca tiap kebutuhan, lalu pilah ke kolom yang tepat: biologis atau sosial.

Lebih dari sekadar makan dan minum

Manusia adalah makhluk biologis sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk biologis, ia perlu makan, minum, tidur, dan bernapas untuk hidup. Tetapi sebagai makhluk sosial, ia juga perlu dicintai, diakui, dan merasa berarti. Kebutuhan sosial itu tidak bisa dipenuhi sendirian; ia hanya ada karena ada orang lain di sekitarnya. Inilah inti pelajaran sosiologi: manusia baru benar-benar menjadi manusia di tengah masyarakat.

Kebutuhan sosial adalah kebutuhan manusia yang hanya dapat terpenuhi melalui hubungan dengan orang lain, seperti afiliasi, harga diri, dan aktualisasi diri.

Piramida kebutuhan Maslow

Abraham Maslow menyusun kebutuhan manusia menjadi lima tingkat berjenjang. Dari bawah: fisiologis (makan, minum, tidur), rasa aman (perlindungan), sosial (kasih sayang dan keanggotaan), penghargaan (harga diri dan pengakuan), lalu aktualisasi diri (mengembangkan potensi). Gagasan Maslow adalah kebutuhan di buhul bawah cenderung didahulukan; setelah terpenuhi, orang mengejar tingkat di atasnya. Untuk kebutuhan sosial, ia justru terletak di tengah โ€” menggarisbawahi bahwa manusia mengejar kebersamaan setelah tubuhnya cukup aman.

Susun sendiri tingkatan piramida itu dari yang paling dasar.

Sisi sosial di tiap tingkat

Meski namanya piramida biologis-sosial, sebenarnya setiap tingkat punya sisi sosial. Kebutuhan fisiologis seperti makan pun berlatar sosial: apa yang dianggap layak makan ditentukan budaya setempat. Rasa aman sering datang dari keluarga dan komunitas. Penghargaan datang dari orang lain. Bahkan aktualisasi diri โ€” yang terdengar paling individual โ€” sebenarnya dibantu pendidikan, mentor, dan masyarakat yang memberi ruang. Itulah sebabnya sosiologi tertarik pada seluruh tingkat piramida, bukan hanya yang bernama sosial.

Coba kamu bedakan dua ujung piramida berikut.

Piramida Maslow ibarat tangga. Kamu jarang melompat ke anak tangga atas selama yang di bawah masih goyah. Tetapi begitu tubuh dan hati terasa cukup aman, tiba-tiba kamu mulai mencari sahabat, lalu pengakuan, lalu makna. Itulah mengapa orang di lingkungan stabil sering mengejar hobi dan cita-cita.

Mengenali kebutuhan sosial dalam teks

Kepekaan mengenali kebutuhan sosial penting karena banyak konflik sebenarnya berakar pada kebutuhan yang tak terpenuhi: rasa tidak diterima, harga diri terluka, atau keanggotaan yang hilang. Coba kamu sorot kalimat yang menggambarkan kebutuhan sosial pada teks berikut.

Soal TKA Sosiologi (kerangka Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) kerap menyodorkan kasus dan menanyakan kebutuhan apa yang paling dominan. Jebakan paling sering: mengira kebutuhan penghargaan sama dengan aktualisasi diri. Cara bertahan: penghargaan datang dari luar (orang lain mengakui), aktualisasi datang dari dalam (diri mengejar potensi tertinggi).

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Seorang karyawan yang sudah sejahtera tiba-tiba mendaftar kursus melukis di akhir pekan, meski pekerjaannya tidak menuntut keterampilan itu. Jenis kebutuhan apa yang sedang ia penuhi?

Karyawan itu sudah sejahtera โ€” kebutuhan fisiologis dan rasa aman jelas terpenuhi. Karena itu pelajaran bukan tentang bertahan hidup.

Apakah ia mencari pujian atau kedudukan? Tidak โ€” kursus melukis tidak disebutkan untuk dipamerkan atau dipromosikan. Jadi bukan kebutuhan penghargaan.

Kursus melukis untuk mengasah bakat di luar pekerjaan menandakan pengembangan potensi diri. Itulah kebutuhan aktualisasi diri, tingkat tertinggi piramida Maslow.

Jebakan: menyamakan kebutuhan penghargaan dengan aktualisasi diri. Yang benar: penghargaan datang dari luar (pengakuan orang lain), aktualisasi datang dari dalam (mengejar potensi tertinggi).

Jebakan: menganggap semua kebutuhan di piramida Maslow berurutan kaku. Yang benar: urutan itu kecenderungan, bukan hukum mutlak; orang bisa mengejar aktualisasi meski rasa amannya belum sempurna.

  • Manusia adalah makhluk biologis sekaligus sosial; kebutuhan sosial butuh orang lain.
  • Maslow menyusun lima tingkat: fisiologis, aman, sosial, penghargaan, aktualisasi diri.
  • Kebutuhan dasar cenderung didahulukan sebelum mengejar yang lebih tinggi.
  • Tiap tingkat punya sisi sosial, termasuk makan dan aktualisasi diri.
  • Penghargaan datang dari luar; aktualisasi datang dari dalam diri.