Langsung ke isi
Lyra
Kimia · Kelas 10 · Fase E · 8 menit baca

Membaca Periode, Golongan, dan Blok

Setelah ini kamu bisa menentukan periode, golongan, dan blok suatu unsur dari konfigurasi elektronnya.

Tabel periodik di dinding kelas tampak seperti peta besar berwarna-warni. Tetapi sebenarnya posisi setiap unsur tidak acak — letaknya ditentukan oleh susunan elektron atom itu. Begitu kamu tahu konfigurasi elektronnya, kamu bisa “menebak” di mana unsur itu berada di tabel tanpa menghafal. Bagaimana caranya? Coba pilah sendiri di bawah.

Seret tiap konfigurasi elektron ke blok tabel periodik yang sesuai, lalu tekan Periksa.

Apa itu periode, golongan, dan blok

Tabel periodik tersusun atas baris mendatar yang disebut periode dan kolom tegak yang disebut golongan. Ada 7 periode (1 sampai 7) dan 18 golongan (1 sampai 18 menurut penomoran IUPAC). Selain itu, unsur dikelompokkan menjadi empat blok — s, p, d, f — berdasarkan subkulit yang menerima elektron terakhir saat pengisian konfigurasi elektron.

Periode adalah baris mendatar pada tabel periodik, dinomori 1 sampai 7 sesuai kulit terluar yang terisi elektron. Golongan adalah kolom tegak, dan unsur se-golongan memiliki sifat mirip karena jumlah elektron valensi yang sama.

Menentukan periode dan blok dari konfigurasi elektron

Untuk menentukan periode, lihat kulit terluar (nilai n terbesar) yang memuat elektron dalam konfigurasi elektron. Nilai n terbesar itu langsung menjadi nomor periode. Contoh: natrium (Na, Z=11) berkonfigurasi 1s² 2s² 2p⁶ 3s¹ — kulit terluarnya n=3, jadi Na di periode 3.

Untuk menentukan blok, lihat subkulit yang menerima elektron terakhir. Bila elektron terakhir masuk subkulit s, unsur itu blok s; masuk p blok p; masuk d blok d; masuk f blok f. Contoh: Cl (1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁵) elektron terakhir di 3p, jadi blok p.

Menentukan golongan

Untuk unsur blok s dan p, nomor golongan dihitung dari jumlah elektron valensi (elektron di kulit terluar). Blok s = golongan 1 atau 2; blok p = golongan 13 sampai 18 (jumlah elektron valensi + 12 untuk golongan utama). Untuk blok d, golongan = jumlah elektron di subkulit (n-1)d ditambah elektron di ns (menghasilkan golongan 3 sampai 12). Untuk blok f, semua unsur berada di baris terpisah (lantanida/aktinida) dan biasanya tidak diberi nomor golongan utama.

Pasangkan unsur dengan posisi tabel periodiknya.

Hubungan golongan dengan elektron valensi

Unsur se-golongan memiliki jumlah elektron valensi yang sama, sehingga sifat kimianya mirip. Golongan 1 (logam alkali) semua punya 1 elektron valensi; golongan 2 (alkali tanah) punya 2; golongan 17 (halogen) punya 7; golongan 18 (gas mulia) punya 8 (kecuali He yang punya 2). Inilah mengapa sifat kimia berulang secara periodik seiring nomor atom bertambah.

Sketsa posisi golongan utama sebagai bangun geometri.

Hitung sendiri elektron valensi dari nomor golongan.

Bayangkan tabel periodik sebagai gedung apartemen. Periode adalah lantai (lantai 1 di atas, lantai 7 di bawah), dan golongan adalah nomor pintu di tiap lantai. Apartemen yang pintunya senomor (se-golongan) dihuni penghuni dengan kebiasaan serupa — karena mereka punya jumlah “kunci” (elektron valensi) yang sama.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah unsur X memiliki konfigurasi elektron 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p³. Tentukan periode, golongan, dan blok unsur X.

Kulit terluar yang terisi elektron adalah n=3 (terlihat dari 3s² dan 3p³). Maka X berada di periode 3.

Elektron terakhir masuk subkulit 3p. Karena elektron terakhir di subkulit p, unsur X termasuk blok p.

Jumlah elektron valensi di kulit ke-3 = 2 (dari 3s²) + 3 (dari 3p³) = 5 elektron. Untuk blok p, nomor golongan = 12 + elektron valensi = 12 + 5 = golongan 15 (golongan VA). Jadi X (fosfor, P) di periode 3, golongan 15, blok p.

Jebakan: mengira nomor periode diambil dari jumlah elektron. Yang benar: nomor periode diambil dari kulit terluar (n terbesar) yang terisi elektron, bukan dari total elektron.

Jebakan: menyamakan blok dengan golongan. Yang benar: blok (s/p/d/f) ditentukan oleh subkulit elektron terakhir; golongan ditentukan oleh jumlah elektron valensi. Sebuah blok bisa mencakup beberapa golongan.

  • Periode = nomor kulit terluar yang terisi elektron (1-7).
  • Golongan = kolom tegak; unsur se-golongan punya elektron valensi sama.
  • Blok ditentukan subkulit elektron terakhir: s, p, d, atau f.
  • Blok p: golongan = 12 + elektron valensi; blok s: golongan = elektron valensi.
  • Sifat kimia berulang periodik karena elektron valensi berulang tiap golongan.