Langsung ke isi
Lyra
Fisika · Kelas 11–12 · Fase F · 8 menit baca TKA

Potensial & Energi Potensial Listrik

Setelah ini kamu bisa menghitung potensial listrik V=k q/rV = k \, q / r dari sebuah muatan titik, beda potensial ΔV\Delta V, dan usaha W=q ΔVW = q \, \Delta V memindahkan muatan di antara dua titik.

Tahan baterai 9 volt di tanganmu dan rasakan kedua kutubnya aman disentuh, padahal di antaranya ada 9 joule energi per coulomb siap mengalir. Petir menyambar dari awan ke tanah karena ada perbedaan potensial ratusan juta volt — jauh lebih ganas daripada baterai saku. Dua-duanya bicara soal “ketinggian listrik”: seberapa tinggi sebuah muatan “diangkat” dalam medan listrik. Seret titik tinjauan di peta kontur di bawah dan saksikan angka potensialnya naik-turun seperti garis kontur peta ketinggian.

Geser slider muatan sumber dan jarak, lalu perhatikan kuat potensial di titik tinjauan berubah mengikuti kuadrat terbalik.

Dari medan ke potensial: gaya per satuan muatan

Kamu sudah mengenal medan listrik EE sebagai “gaya per satuan muatan uji” — sebuah besaran vektor yang memberitahu arah dan kuatnya dorongan di tiap titik. Tetapi sering kali yang kamu pedulikan bukan arah gaya, melainkan berapa energi yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan dari satu titik ke titik lain. Untuk itulah fisika memakai besaran skalar baru: potensial listrik.

Potensial listrik VV di suatu titik adalah energi potensial listrik per satuan muatan uji yang diletakkan di titik itu: V=U/q0V = U/q_0. Satuannya volt (V), dengan 1 V=1 J/C1 \text{ V} = 1 \text{ J/C}. Secara ekuivalen, VV adalah usaha per satuan muatan yang dibutuhkan untuk membawa muatan uji dari tak hingga ke titik itu.

Perbedaan kunci dengan medan: potensial adalah skalar (cuma angka, ada tanda), bukan vektor. Karena itu menghitung potensial total dari beberapa muatan jauh lebih mudah daripada menjumlahkan medan — kamu tinggal menjumlahkan angkanya, tak perlu uraikan komponen.

Potensial muatan titik: V = k q per r

Untuk sebuah muatan titik sumber qq, potensial di titik yang berjarak rr darinya hanya bergantung pada besar muatan dan jarak — bukan arah.

V=k qrV = k \, \frac{q}{r}

Arti tiap simbol: VV = potensial listrik (volt, V), k=8,99×109k = 8{,}99 \times 10^9 N·m²/C² (konstanta Coulomb), qq = muatan sumber (C), rr = jarak dari sumber ke titik tinjauan (m). Tanda VV mengikuti tanda qq: positif untuk muatan sumber positif, negatif untuk muatan negatif. Titik acuan potensial nol diambil di tak hingga.

Berbeda dari medan E=kq/r2E = kq/r^2 yang berbanding kuadrat terbalik, potensial hanya berbanding linier terbalik terhadap jarak — kuat potensial turun lebih lambat saat kamu menjauh. Inilah sebabnya pengaruh listrik sebuah muatan masih terasa sebagai “ketinggian” walaupun gayanya sudah nyaris hilang.

Bayangkan potensial seperti ketinggian tanah di peta kontur. Muatan positif besar adalah gunung tinggi; muatan negatif besar adalah lembah dalam. Memindahkan muatan uji positif “menanjak” (mendekati muatan positif atau menjauhi muatan negatif) butuh usaha; “menurun” melepaskan energi. Garis kontur pada peta itulah yang disebut ekuipotensial.

Pada grafik di bawah, dua kurva membandingkan potensial dari muatan positif dan negatif yang besarnya sama. Geser slider muatan sumber untuk menggeser kedua kurva sekaligus — satu naik ke atas, satu turun ke bawah.

Permukaan ekuipotensial dan hubungannya dengan medan

Permukaan ekuipotensial adalah kumpulan titik yang memiliki potensial sama. Karena tak ada perubahan VV di sepanjang permukaan ini, tak ada usaha yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan sepanjang permukaan ekuipotensial — sebagaimana tak ada usaha melawan gravitasi saat berjalan mendatar di lereng yang sama tinggi.

Dua fakta penting mengikat ekuipotensial dan medan: (1) garis medan selalu tegak lurus permukaan ekuipotensial, dan (2) medan menunjuk dari potensial tinggi ke rendah (untuk muatan uji positif). Pada peta kontur di bawah, seret titik tinjauan ke mana pun — angka potensialnya terbaca hidup, dan bila kamu menempatkannya di lereng yang sama tinggi, potensialnya tetap.

Beda potensial dan usaha: W = q delta V

Yang biasa kamu ukur di laboratorium bukan potensial mutlak sebuah titik, melainkan beda potensial ΔV=VB−VA\Delta V = V_B - V_A antara dua titik. Inilah yang ditunjukkan voltmeter, dan inilah yang menjadi “dorongan” bagi muatan untuk bergerak — persis seperti air yang mengalir dari ketinggian tinggi ke rendah.

Usaha yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan qq dari titik A ke titik B linier terhadap kedua besaran:

WA→B=q (VB−VA)=q ΔVW_{A \to B} = q \, (V_B - V_A) = q \, \Delta V

Arti tiap simbol: WA→BW_{A \to B} = usaha luar memindahkan muatan (joule, J), qq = muatan yang dipindahkan (C), VA,VBV_A, V_B = potensial di titik awal dan akhir (V). WW positif berarti usaha diberikan kepada medan (mendaki potensial); negatif berarti medan yang melakukan usaha (menurun). Energi potensial berubah ΔU=q ΔV\Delta U = q \, \Delta V.

Inilah inti kerja baterai: kedua kutubnya mempertahankan beda potensial tetap, sehingga tiap coulomb muatan yang melintasui rangkaian luar menyerah atau menerima energi sebesar q ΔVq \, \Delta V. Grafik di bawah memperlihatkan linearitas usaha terhadap beda potensial — makin besar muatan yang dipindahkan, makin curam garisnya.

Potensial dan energi potensial listrik termasuk cakupan TKA Fisika, elemen kelistrikan (kerangka TKA 045/H/AN/2025). Tiga tipe lazim: (1) hitung V=kq/rV = kq/r dari muatan dan jarak; (2) hitung usaha W=q ΔVW = q \, \Delta V memindahkan muatan; (3) superposisi potensial (penjumlahan skalar). Jebakan klasik: keliru memakai rumus kuadrat terbalik medan E=kq/r2E = kq/r^2 untuk potensial, atau lupa bahwa potensial adalah skalar bertanda sehingga muatan negatif memberi potensial negatif.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah muatan titik q=+5,0 μCq = +5{,}0 \, \mu\text{C} berada di udara. (a) Berapa potensial listrik di titik PP yang berjarak r=0,50r = 0{,}50 m dari muatan itu? (b) Berapa usaha yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan uji q0=+2,0 μCq_0 = +2{,}0 \, \mu\text{C} dari titik PP ke titik QQ yang berjarak 1,01{,}0 m dari qq?

VP=k q/rP=(8,99×109)(5,0×10−6)/0,50=(4,495×104)/0,50=8,99×104V_P = k \, q / r_P = (8{,}99 \times 10^9)(5{,}0 \times 10^{-6}) / 0{,}50 = (4{,}495 \times 10^4) / 0{,}50 = 8{,}99 \times 10^4 V ≈89,9\approx 89{,}9 kV. Potensialnya positif karena muatan sumber positif.

VQ=k q/rQ=(8,99×109)(5,0×10−6)/1,0=4,495×104V_Q = k \, q / r_Q = (8{,}99 \times 10^9)(5{,}0 \times 10^{-6}) / 1{,}0 = 4{,}495 \times 10^4 V ≈44,9\approx 44{,}9 kV. Karena rQr_Q dua kali rPr_P, VQV_Q setengah VPV_P — potensial berbanding linier terbalik, bukan kuadrat terbalik.

ΔV=VQ−VP=44,9 kV−89,9 kV=−45,0\Delta V = V_Q - V_P = 44{,}9 \text{ kV} - 89{,}9 \text{ kV} = -45{,}0 kV. W=q0 ΔV=(2,0×10−6)(−4,50×104)=−0,090W = q_0 \, \Delta V = (2{,}0 \times 10^{-6})(-4{,}50 \times 10^4) = -0{,}090 J. Tanda negatif berarti medan yang melakukan usaha — muatan uji positif “menurun” dari potensial tinggi ke rendah, sehingga melepaskan energi, bukan butuh usaha luar.

Jebakan: memakai rumus kuadrat terbalik medan E=kq/r2E = kq/r^2 untuk menghitung potensial. Yang benar: potensial V=kq/rV = kq/r hanya berbanding linier terbalik terhadap jarak — kuat potensial turun lebih lambat daripada medan saat kamu menjauh. Jarak dua kali lipat membuat potensial setengah, bukan seperempat.

Jebakan: lupa bahwa potensial adalah skalar bertanda. Yang benar: potensial dari muatan negatif negatif, dan untuk mencari potensial total dari beberapa muatan kamu cukup menjumlahkan angka (aljabar biasa, termasuk tanda) — tidak perlu menguraikan komponen seperti pada medan.

Jebakan: mengira usaha selalu positif saat memindahkan muatan. Yang benar: W=q ΔVW = q \, \Delta V bisa positif atau negatif. WW positif = kamu memberi usaha (mendaki potensial); WW negatif = medan yang melakukan usaha untukmu (menuruni potensial). Tanda ini penting untuk membedakan “dimasukkan energi” vs “dilepaskan energi”.

  • Potensial V=U/q0V = U/q_0; satuan volt (V) = J/C; skalar bertanda.
  • Muatan titik: V=k q/rV = k \, q/r, linier terbalik (jarak 2× → V ½).
  • Tanda VV ikut tanda qq; muatan negatif menghasilkan potensial negatif.
  • Beda potensial ΔV\Delta V = “ketinggian listrik”; usaha W=q ΔVW = q \, \Delta V (linier).
  • Permukaan ekuipotensial: VV sama; garis medan tegak lurus dan mengarah ke V rendah.
  • Superposisi potensial = penjumlahan skalar (jauh lebih mudah daripada medan).