Langsung ke isi
Lyra
Fisika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca TKA

Kapasitor & Kapasitansi

Setelah ini kamu bisa menghitung kapasitansi pelat sejajar C=ฮต0A/dC = \varepsilon_0 A / d serta muatan Q=CVQ = C V dan energi U=12CV2U = \tfrac{1}{2} C V^2 yang tersimpan di dalamnya.

Setiap kali kamu memotret dengan ponsel, sebuah percikan cahaya singkat menyala lebih terang dari matahari siang โ€” itu kerja kapasitor. Kamera di flash, baterai kering di mainan, dan sirkuit di radio semuanya memakai komponen kecil yang tugasnya menampung muatan sebentar lalu melepaskannya kapan saja. Bagaimana benda sekecil kuku itu bisa menyimpan listrik? Geser slider di bawah dan saksikan bagaimana memperluas pelat atau mempersempit celah menambah muatan yang tertampung.

Geser slider luas pelat, jarak pelat, dan tegangan, lalu perhatikan kapasitansi dan muatan berubah seketika.

Apa itu kapasitor dan apa yang ditampungnya

Kapasitor adalah komponen yang menyimpan muatan listrik dan energi pada dua penghantar yang dipisahkan isolator (dieletrik). Bentuk paling sederhana di pelajaran SMA adalah dua pelat logam sejajar yang menghadap satu sama lain dengan celah tipis di antaranya. Saat pelat dihubungkan ke baterai, satu pelat menumpuk muatan positif dan pelat lain menumpuk muatan negatif yang sama besar โ€” keduanya saling mengunci karena saling tarik menembus celah.

Kapasitansi CC adalah besar muatan yang dapat disimpan tiap pelat per satuan tegangan yang melintasinya: C=Q/VC = Q/V. Satuannya farad (F); satu farad berarti satu coulomb tersimpan tiap volt.

Bayangkan kapasitor sepertiember berisi air. Tegangan VV adalah tinggi permukaan air yang kamu naikkan dengan pompa, muatan QQ adalah volume air di dalam ember. Kapasitansi CC adalah โ€œlebar emberโ€: ember lebar (C besar) menampung banyak air (muatan) walau permukaannya tidak tinggi; ember sempit (C kecil) hanya menampung sedikit walau kamu pompa tinggi-tinggi.

Kapasitansi pelat sejajar: C = epsilon nol A per d

Untuk dua pelat sejajar berluas AA yang terpisah sejauh dd, kapasitansinya hanya bergantung pada geometri pelat dan bahan di antaranya โ€” bukan pada tegangan atau muatan. Inilah inti gagasannya: kapasitor adalah ember, dan ukurannya ditentukan saat dibuat.

C=ฮต0โ€‰AdC = \varepsilon_0 \, \frac{A}{d}

Arti tiap simbol: CC = kapasitansi (farad, F), ฮต0=8,85ร—10โˆ’12\varepsilon_0 = 8{,}85 \times 10^{-12} F/m (permittivitas vakum), AA = luas tiap pelat (mยฒ), dd = jarak pisah pelat (m). Rumus berlaku untuk vakum/udara; bila ada dielektrik, kalikan dengan konstanta dielektrik relatif ฮบ\kappa bahan itu.

Dua jalan memperbesar CC: lebarkan pelat (AA besar) atau rapatkan celah (dd kecil). Keduanya masuk akal secara fisik: pelat lebih luas memberi ruang lebih bagi muatan untuk menumpuk, sedangkan celah lebih rapat membuat tarik-menarik antar pelat makin kuat sehingga makin banyak muatan bisa ditahan pada tegangan yang sama.

Pada grafik di bawah, kapasitansi berkurang mengikuti kurva kuadrat terbalik terhadap jarak pelat. Geser slider luas pelat dan lihat seluruh kurva naik-turun mengikuti skala AA.

Sebaliknya, hubungan kapasitansi terhadap luas pelat adalah linier โ€” pelat dua kali lebih luas, kapasitansi dua kali lipat. Inilah sebabnya kapasitor komersial melipat-gandakan luas efektifnya dengan melilitkan dua lapisan foil panjang yang sangat tipis, bukan menumpuk pelat pendek.

Muatan dan tegangan: Q = C V

Setelah kapasitor dibuat dengan kapasitansi tertentu, hubungan antara muatan dan tegangan menjadi linier. Tegangan dua kali lipat menumpuk muatan dua kali lipat; tegangan setengah, muatan setengah. Inilah definisi kapasitansi yang dibalik: Q=Cโ‹…VQ = C \cdot V.

Q=Cโ‹…VQ = C \cdot V

Arti tiap simbol: QQ = muatan pada tiap pelat (coulomb, C), CC = kapasitansi (farad, F), VV = tegangan antara kedua pelat (volt, V). Muatan positif di satu pelat sama besar dengan muatan negatif di pelat lain โ€” yang disebut QQ adalah nilai mutlaknya.

Grafik di bawah memperlihatkan linearitas ini sebagai garis lurus dari pusat dengan kemiringan = CC. Bandingkan kapasitor kecil (kemiringan landai, sedikit muatan per volt) dengan kapasitor besar (kemiringan curam, banyak muatan per volt).

Energi tersimpan: U = 1/2 C V kuadrat

Kapasitor tidak hanya menampung muatan โ€” ia menyimpan energi. Baterai melakukan usaha untuk memindahkan tiap electron dari satu pelat ke pelat lain melawan medan listrik yang makin kuat seiring muatan menumpuk. Hasilnya adalah energi yang tersimpan berbanding lurus dengan kuadrat tegangan.

U=12CV2=Q22C=12QVU = \tfrac{1}{2} C V^2 = \tfrac{Q^2}{2C} = \tfrac{1}{2} Q V

Arti tiap simbol: UU = energi tersimpan (joule, J), CC = kapasitansi (F), VV = tegangan (V), QQ = muatan (C). Tiga bentuk ekuivalen โ€” pakai yang paling sesuai data yang diketahui. Tegangan dua kali lipat melipatduakan energi menjadi empat kali.

Bentuk U=12CV2U = \tfrac{1}{2} C V^2 inilah yang menjelaskan kerja flash kamera: kapasitor kecil diisi tegangan tinggi (ratusan volt) dari baterai, lalu melepaskan energinya dalam ledakan singkat pada bohlam xenon. Karena VV dikuadratkan, menaikkan tegangan sangat efektif menambah energi tersimpan. Grafik di bawah memperlihatkan kurva parabola ini.

Medan listrik antara pelat dan peran dielektrik

Antara dua pelat bermuatan berlawanan terbentuk medan listrik seragam yang mengarah dari pelat positif ke pelat negatif. Kuat medannya hanya bergantung pada tegangan dan jarak: E=V/dE = V/d. Medan inilah yang menarik muatan pada pelat berlawanan, menjaga muatan tetap tertahan bahkan setelah baterai dilepas.

Menyisipkan bahan dielektrik (kaca, mika, keramik, kertas) ke dalam celah melipatgandakan kapasitansi: Cโ€ฒ=ฮบโ€‰CC' = \kappa \, C dengan ฮบ\kappa konstanta dielektrik bahan (vacuum = 1, air = 80, keramik barium-titanat = 1000+). Molekul dielektrik terpolarisasi oleh medan, sebagian menetralkan muatan pelat, sehingga pelat bisa menampung lebih banyak muatan pada tegangan yang sama. Diagram di bawah memperlihatkan dua pelat sejajar dengan anak panah medan listrik di antaranya โ€” seret titik untuk menyesuaikan celah dan amati panah medan yang memanjang atau memendek.

Kapasitor masuk cakupan TKA Fisika, elemen kelistrikan (kerangka TKA 045/H/AN/2025). Tiga tipe lazim: (1) hitung C=ฮต0A/dC = \varepsilon_0 A / d dari geometri pelat; (2) hitung muatan Q=CVQ = C V atau energi U=12CV2U = \tfrac{1}{2} C V^2; (3) efek dielektrik atau mengubah satu parameter geometri. Jebakan klasik: lupa konversi cmยฒ ke mยฒ dan mm ke m, atau keliru memakai rumus energi yang bukan bentuk yang diketahui datanya.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah kapasitor pelat sejajar di udara memiliki luas tiap pelat A=200ย cm2A = 200 \text{ cm}^2 dan jarak pisah d=1,0d = 1{,}0 mm. Kapasitor dihubungkan ke baterai 1212 V. (a) Berapa kapasitansinya? (b) Berapa muatan tiap pelat? (c) Berapa energi yang tersimpan?

A=200ย cm2=200ร—10โˆ’4ย m2=0,020A = 200 \text{ cm}^2 = 200 \times 10^{-4} \text{ m}^2 = 0{,}020 mยฒ; d=1,0d = 1{,}0 mm =1,0ร—10โˆ’3= 1{,}0 \times 10^{-3} m; V=12V = 12 V; ฮต0=8,85ร—10โˆ’12\varepsilon_0 = 8{,}85 \times 10^{-12} F/m.

C=ฮต0Ad=8,85ร—10โˆ’12ร—0,0201,0ร—10โˆ’3=8,85ร—10โˆ’12ร—20=1,77ร—10โˆ’10C = \varepsilon_0 \dfrac{A}{d} = 8{,}85 \times 10^{-12} \times \dfrac{0{,}020}{1{,}0 \times 10^{-3}} = 8{,}85 \times 10^{-12} \times 20 = 1{,}77 \times 10^{-10} F โ‰ˆ177\approx 177 pF.

Q=Cโ‹…V=(1,77ร—10โˆ’10)ร—12โ‰ˆ2,12ร—10โˆ’9Q = C \cdot V = (1{,}77 \times 10^{-10}) \times 12 \approx 2{,}12 \times 10^{-9} C โ‰ˆ2,12\approx 2{,}12 nC. Lalu U=12CV2=12(1,77ร—10โˆ’10)(12)2=12(1,77ร—10โˆ’10)(144)โ‰ˆ1,27ร—10โˆ’8U = \tfrac{1}{2} C V^2 = \tfrac{1}{2} (1{,}77 \times 10^{-10}) (12)^2 = \tfrac{1}{2} (1{,}77 \times 10^{-10}) (144) \approx 1{,}27 \times 10^{-8} J. Muatan tiap pelat โ‰ˆ2,12\approx 2{,}12 nC, energi tersimpan โ‰ˆ12,7\approx 12{,}7 nJ.

Jebakan: lupa konversi satuan luas dan jarak. Yang benar: dalam C=ฮต0A/dC = \varepsilon_0 A/d, luas pelat harus dalam mยฒ (bukan cmยฒ) dan jarak dalam meter (bukan mm). 200ย cm2=200ร—10โˆ’4ย m2=0,020200 \text{ cm}^2 = 200 \times 10^{-4} \text{ m}^2 = 0{,}020 mยฒ; 11 mm =10โˆ’3= 10^{-3} m. Lupa mengonversi membuat hasil melesat jutaan kali.

Jebakan: mengira kapasitansi bergantung pada tegangan. Yang benar: kapasitansi pelat sejajar C=ฮต0A/dC = \varepsilon_0 A/d murni geometri โ€” tidak ada VV di rumusnya. Yang bergantung pada VV adalah muatan (Q=CVQ = C V, linier) dan energi (U=12CV2U = \tfrac{1}{2} C V^2, kuadratik). Kapasitor adalah ember; tegangan adalah tinggi air.

Jebakan: keliru memilih bentuk rumus energi. Yang benar: tiga bentuk U=12CV2=Q2/(2C)=12QVU = \tfrac{1}{2} C V^2 = Q^2/(2C) = \tfrac{1}{2} QV itu ekuivalen. Pakai yang datanya lengkap: jika diketahui CC dan VV, pakai bentuk pertama; jika diketahui QQ dan CC (kapasitor terisolasi, baterai dilepas), pakai bentuk kedua โ€” karena QQ tetap saat baterai dicabut.

  • Kapasitansi C=Q/VC = Q/V; satuannya farad (F); pelat sejajar C=ฮต0A/dC = \varepsilon_0 A/d.
  • Perbesar CC: luaskan pelat (AA naik) atau rapatkan celah (dd turun).
  • Muatan Q=CVQ = C V (linier); energi U=12CV2U = \tfrac{1}{2} C V^2 (kuadratik).
  • Dielektrik melipatgandakan CC sebanyak faktor ฮบ\kappa bahan.
  • Medan seragam antar pelat E=V/dE = V/d; muatan kedua pelat berlawanan tanda, sama besar.