Langsung ke isi
Lyra
Ekonomi · Kelas 10 · Fase E · 7 menit baca

Kebutuhan, Keinginan & Skala Prioritas

Setelah ini kamu bisa mengklasifikasikan kebutuhan menurut intensitas dan sifatnya, lalu menyusun skala prioritas berdasarkan piramida Maslow.

Saat uang saku terbatas, kamu pasti memilih beli makan dulu ketimbang beli voucher game. Itu artinya kamu sudah menerapkan skala prioritas tanpa sadar. Pelajari kerangkanya di bawah agar keputusanmu makin tajam.

Coba pilah tiap barang ke keranjang primer atau sekunder, lalu tekan Periksa.

Kebutuhan vs keinginan

Manusia hidup dikelilingi kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi untuk bertahan hidup dan sejahtera. Keinginan adalah tambahan yang bersifat pelengkap, sering muncul karena pengaruh lingkungan atau budaya.

Kebutuhan adalah tuntutan minimum yang harus dipenuhi agar manusia dapat hidup layak. Keinginan adalah hasrat untuk memiliki sesuatu di luar kebutuhan minimum, dipengaruhi selera dan lingkungan.

Kebutuhan seperti pondasi rumah: tanpanya rumah ambruk. Keinginan seperti cat dan hiasan dinding: membuat rumah indah, tetapi pondasi tetap yang utama. Miskin pondasi, secantik apa pun catnya rumah tetap rapuh.

Klasifikasi menurut intensitas

Berdasarkan intensitas, kebutuhan dibedakan menjadi primer, sekunder, dan tersier. Primer wajib dipenuhi untuk hidup (makan, pakaian dasar, rumah, kesehatan). Sekunder pelengkap kesejahteraan setelah primer terpenuhi (rekreasi, perabot layak). Tersier mewah, biasanya hanya terjangkau golongan berpenghasilan tinggi (perhiasan, mobil mewah).

Piramida Maslow

Abraham Maslow menyusun hierarki kebutuhan berbentuk piramida: fisiologis (dasar) di bawah, lalu rasa aman, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri di puncak. Kebutuhan di tingkat bawah harus dipenuhi dulu sebelum naik ke tingkat atas.

Skala prioritas

Karena sumber daya terbatas, kamu harus menyusun urutan pemenuhan kebutuhan. Inilah skala prioritas: kebutuhan yang mendesak didahulukan, yang bisa menunggu ditunda. Skala ini bersifat pribadi dan bisa berbeda antar orang, tetapi umumnya mengikuti pola Maslow.

skala prioritas:kebutuhan mendesak>kebutuhan penting>kebutuhan pelengkap\text{skala prioritas}: \text{kebutuhan mendesak} > \text{kebutuhan penting} > \text{kebutuhan pelengkap}

Arti tiap simbol: tanda >> berarti didahulukan dalam alokasi sumber daya yang terbatas.

Latihan: alokasi anggaran terbatas

Sekarang uji hitung cepat. Tiap kali kamu menekan tombol soal baru, angkanya berganti secara acak tetapi bisa direproduksi.

Jebakan: menyamakan keinginan dengan kebutuhan sekunder. Yang benar: kebutuhan sekunder adalah kebutuhan (bukan sekadar keinginan) yang dipenuhi setelah primer, sedangkan keinginan bisa jadi tidak perlu dipenuhi sama sekali.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Rina mendapat uang saku Rp50.000. Ia ingin membeli: (a) buku tulis Rp15.000, (b) makan siang Rp12.000, (c) voucher game Rp25.000. Susun skala prioritas dan tentukan apa yang seharusnya dibeli.

Makan siang = primer (butuh nutrisi). Buku tulis = primer (kebutuhan belajar). Voucher game = sekunder/keinginan.

Prioritas: makan + buku = Rp12.000 + Rp15.000 = Rp27.000. Sisa Rp50.000 − Rp27.000 = Rp23.000, tidak cukup untuk voucher (Rp25.000). Maka Rina sebaiknya beli makan dan buku; voucher bisa ditunda atau ditabung dulu.

Jebakan: menganggap kebutuhan tersier adalah kebutuhan pokok karena mahal. Yang benar: tersier adalah kebutuhan mewah; yang pokok adalah primer. Mahal tidak sama dengan pokok.

Jebakan: menerapkan skala prioritas yang sama untuk semua orang. Yang benar: skala prioritas bersifat pribadi, dipengaruhi kondisi dan nilai individu, walau kerangka umum Maslow tetap berlaku.

  • Kebutuhan minimum untuk hidup; keinginan pelengkap yang dipengaruhi selera.
  • Intensitas: primer (wajib), sekunder (pelengkap), tersier (mewah).
  • Sifat: jasmani, rohani, sosial.
  • Piramida Maslow menyusun dari fisiologis sampai aktualisasi diri.
  • Skala prioritas mengalokasikan sumber daya terbatas: yang mendesak didahulukan.