Langsung ke isi
Lyra
Ekonomi · Kelas 10 · Fase E · 8 menit baca

Kelangkaan & Biaya Peluang

Setelah ini kamu bisa menjelaskan kelangkaan, membaca kurva kemungkinan produksi, dan menghitung biaya peluang dari suatu pilihan.

Waktu di rumah terbatas, uang saku pas-pasan, dan lahan sawah tidak bisa ditanami padi sekaligus tembakau. Setiap pilihan membawa pengorbanan: ambil yang satu, lepas yang lain. Inilah inti masalah ekonomi, dan kurva kemungkinan produksi di bawah akan memperlihatkannya secara visual. Coba lihat sendiri di bawah.

Coba geser slider alokasi lahan, lalu perhatikan kedua kurva makin ke kanan makin melandai.

Kelangkaan: akar masalah ekonomi

Sumber daya di dunia ini terbatas, sementara kebutuhan manusia nyaris tak terbatas. Uang, waktu, tenaga, dan lahan semuanya jumlahnya terbatas itulah yang membuat kamu harus memilih. Tanpa kelangkaan, tidak akan ada ilmu ekonomi karena semua keinginan bisa dipenuhi begitu saja.

Kelangkaan adalah kondisi ketika sumber daya tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan manusia, sehingga memaksa pilihan dan pengorbanan.

Bayangkan kamu punya sepotong kue dan lima teman yang ingin ikut. Kue tidak akan cukup kalau dibagi rata dengan porsi besar. Kamu harus memilih: potong kecil-kecil, atau ambil sebagian untuk diri sendiri. Setiap potongan yang kamu ambil berarti potongan yang lepas dari orang lain.

Kurva kemungkinan produksi (PPF)

Untuk memvisualkan kelangkaan, ekonom memakai kurva kemungkinan produksi. Sumbu mendatar menunjukkan jumlah satu barang (mis. padi), sumbu tegak menunjukkan barang lain (mis. tembakau). Kurva ini memperlihatkan kombinasi maksimum dua barang yang bisa dihasilkan dari sumber daya yang ada.

Titik di sepanjang kurva berarti semua sumber daya terpakai secara efisien. Geser ke kanan, produksi padi naik tetapi tembakau turun. Itulah tradeoff alias pertukaran: untuk dapat yang satu, kamu harus korbankan yang lain.

Biaya peluang

Setiap pilihan punya harga yang tidak tertulis: nilai alternatif terbaik yang kamu lepaskan. Inilah yang disebut biaya peluang.

biaya peluang=nilai alternatif terbaik yang dilepaskan\text{biaya peluang} = \text{nilai alternatif terbaik yang dilepaskan}

Arti tiap simbol: biaya peluang = apa yang kamu korbankan saat memilih satu opsi di antara beberapa alternatif.

Misalnya kamu punya Rp50.000, bisa untuk beli buku atau menonton bioskop. Kamu memilih buku, maka biaya peluangnya adalah kenikmatan menonton yang kamu lepaskan. Bukan uangnya, melainkan alternatif yang hilang.

Mengapa PPF melengkung?

PPF biasanya melengkung ke luar (cekung dari titik asal) karena hukum pertambahan hasil yang makin berkurang. Sumber daya tidak sama produktifnya untuk kedua barang. Lahan dan tenaga kerja yang ahli menanam padi akan kurang produktif bila dipaksa menanam tembakau, sehingga setiap unit tembakau tambahan memerlukan pengorbanan padi yang makin besar.

Titik di luar kurva tidak bisa dicapai dengan sumber daya dan teknologi saat ini. Caranya hanya dengan pertumbuhan: tambah tenaga kerja, teknologi baru, atau mesin yang lebih baik sehingga seluruh kurva bergeser ke luar.

PPF seperti batas kemampuanmu berlari. Kamu bisa lari cepat atau jauh, tapi tidak bisa keduanya sekaligus dengan tenaga yang sama. Untuk melewati batas itu, kamu harus latihan lebih keras dulu alias menambah kapasitas.

Latihan: hitung biaya peluang

Sekarang uji hitung cepat. Tiap kali kamu menekan tombol soal baru, angkanya berganti secara acak tetapi bisa direproduksi.

Jebakan: mengira biaya peluang sama dengan jumlah semua alternatif yang tidak dipilih. Yang benar: biaya peluang HANYA nilai alternatif terbaik (paling tinggi) yang dilepaskan, bukan totalnya.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah desa memiliki lahan yang bisa menghasilkan maksimum 80 ton padi atau 80 ton tembakau bila dipakai penuh untuk satu barang. Saat ini desa memilih kombinasi 60 ton padi dan berapa ton tembakau yang dihasilkan? (Asumsi PPF berbentuk seperempat lingkaran, x2+y2=802x^2 + y^2 = 80^2.)

PPF berbentuk seperempat lingkaran: x2+y2=802=6.400x^2 + y^2 = 80^2 = 6.400. Diketahui x=60x = 60 (padi).

602+y2=6.40060^2 + y^2 = 6.400, jadi 3.600+y2=6.4003.600 + y^2 = 6.400, maka y2=2.800y^2 = 2.800, dan y=2.800≈52,9y = \sqrt{2.800} \approx 52{,}9 ton tembakau. Jadi desa menghasilkan sekitar 53 ton tembakau.

Jebakan: menyamakan biaya peluang dengan jumlah uang yang dikeluarkan. Yang benar: biaya peluang adalah nilai alternatif terbaik yang dilepaskan, yang mungkin bukan barang berharga uang.

Jebakan: mengira titik di luar PPF bisa dicapai dengan bekerja lebih keras saja. Yang benar: titik di luar PPF hanya dapat dicapai bila ada pertumbuhan sumber daya, teknologi baru, atau peningkatan kapasitas.

  • Kelangkaan membuat sumber daya terbatas, sehingga setiap pilihan menuntut pengorbanan.
  • Kurva kemungkinan produksi (PPF) memvisualkan batas kombinasi dua barang yang efisien.
  • Biaya peluang = nilai alternatif terbaik yang dilepaskan saat memilih.
  • PPF melengkung karena sumber daya tidak sama produktivitasnya untuk kedua barang.
  • Titik di luar PPF tidak tercapai tanpa pertumbuhan sumber daya atau teknologi.