Langsung ke isi
Lyra
Bahasa Indonesia ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Tata Bahasa Terapan dalam Konteks

Setelah ini kamu bisa menerapkan tata bahasa terapan (kesejajaran, ketegasan, kehematan, kelogisan) pada teks utuh dan merevisi pelanggarannya.

Kalimat โ€œIa pandai menyanyi, menari, dan memasakโ€ terasa sejajar; โ€œIa pandai menyanyi, menari, serta memiliki kemampuan masakโ€ terasa canggung. Perbedaannya ada pada kesejajaran bentuk. Tata bahasa terapan mengatur hal-hal seperti itu agar tulisanmu rapi dan meyakinkan. Bagaimana menerapkannya pada teks utuh? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca kalimat, lalu tandai bagian yang melanggar kesejajaran.

Apa itu tata bahasa terapan

Tata bahasa terapan adalah penerapan kaidah tata bahasa pada teks utuh agar efektif, bukan sekadar benar secara kaidah dasar. Empat prinsip utamanya: kesejajaran (paralelisme), ketegasan, kehematan, dan kelogisan. Tata bahasa terapan sering diuji di UTBK Literasi B.Indonesia karena menuntut penilaian efektivitas kalimat dalam konteks, bukan hafalan aturan terpisah.

Tata bahasa terapan adalah penerapan kaidah tata bahasa pada teks utuh mencakup kesejajaran, ketegasan, kehematan, dan kelogisan, agar kalimat efektif.

Empat prinsip tata bahasa terapan

Kesejajaran menuntut bagian kalimat yang sederajat memakai bentuk yang sama (misalnya semua verba atau semua nomina). Ketegasan menuntut pokok kalimat jelas, tidak tertimbang kata penghubung yang melemahkan. Kehematan menuntut tiap kata menambah makna, tanpa mubazir. Kelogisan menuntut hubungan antarbagian masuk akal, tanpa kontradiksi. Empat prinsip ini saling melengkapi.

Tahap merevisi teks

Merevisi teks butuh tahap. Pertama, kamu membaca teks utuh untuk menangkap maksud. Kedua, kamu menandai kalimat yang melanggar salah satu prinsip. Ketiga, kamu memilih jenis pelanggaran tiap kasus. Keempat, kamu merevisi sambil membandingkan versi sebelum-sesudah. Tahap ini menjadikan revisi menyeluruh, bukan hapal aturan.

Ciri kalimat tak logis

Pelanggaran kelogisan paling sulit dideteksi karena melibatkan makna, bukan bentuk. Kamu perlu menandai ciri yang menunjukkan kalimat tak logis: kontradiksi antarbagian, hubungan sebab-akibat yang janggal, atau pernyataan yang mustahil. Kalimat seperti itu terlihat benar secara kaidah dasar, tetapi gagal secara makna.

Bayangkan tata bahasa terapan seperti tata letak perabot di kamar. Kesejajaran adalah menyusun kursi dengan ketinggian sama agar proporsional. Ketegasan adalah menempatkan meja utama di tengah sebagai fokus, bukan tersembunyi. Kehematan adalah tidak menumpuk kursi yang tak terpakai. Kelogisan adalah menaruh lemari pakaian dekat cermin, bukan di kamar mandi. Kamr yang baik bukan hanya berisi perabot benar, tetapi tersusun rapi dan masuk akal.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Kalimat: โ€œCita-citanya menjadi dokter, pengacara, dan menyembuhkan orang sakit.โ€ Pelanggaran apa yang paling menonjol?

โ€œDokterโ€ dan โ€œpengacaraโ€ adalah nomina (nama profesi), tetapi โ€œmenyembuhkan orang sakitโ€ adalah verba frase. Bentuk ketiganya tidak sejajar.

Karena bagian sederajat tidak memakai bentuk yang sama, pelanggaran yang paling menonjol adalah kesejajaran (paralelisme).

Jebakan: menyamakan tata bahasa terapan dengan ejaan. Yang benar: ejaan bicara aturan tulis (huruf, tanda baca); tata bahasa terapan bicara efektivitas kalimat (kesejajaran, ketegasan, kehematan, kelogisan).

Jebakan: mengira kelogisan hanya soal kontradiksi. Yang benar: kelogisan mencakup kontradiksi, mustahil, dan hubungan sebab-akibat yang janggal โ€” semua yang gagal secara makna walau benar secara kaidah dasar.

  • Tata bahasa terapan menjamin efektivitas kalimat pada teks utuh.
  • Empat prinsip: kesejajaran, ketegasan, kehematan, dan kelogisan.
  • Kesejajaran menuntut bentuk sederajat yang sama.
  • Kelogisan menuntut hubungan antarbagian masuk akal tanpa kontradiksi.
  • Revisi sistematis: baca utuh, tandai pelanggaran, pilih jenis, banding versi.