Mencari Informasi Tersurat di Teks
Setelah ini kamu bisa membedakan informasi tersurat (ada di teks) dari simpulan yang harus ditarik sendiri.
Kamu membaca pengumuman jadwal kereta, lalu teman bertemu kamu dan bertanya jam berapa kereta terakhir berangkat. Kalau jawabannya tertulis jelas di pengumuman, kamu tinggal tunjuk. Tapi sering kali kita merasa jawabannya “jelas ada” padahal sebenarnya kita menyimpulkan sendiri. Coba lihat sendiri di bawah.
Tersurat: informasi yang tertulis apa adanya
Informasi tersurat adalah keterangan yang kamu temukan persis seperti adanya di dalam teks. Kamu tidak perlu mengarang, tidak perlu menyimpulkan, dan tidak perlu menghubung-hubungkan kalimat. Cukup arahkan matamu ke kata atau angka yang ditulis penulis. Inilah keterampilan paling dasar dalam membaca, dan pintu masuk hampir semua soal pemahaman.
Coba bedakan dengan kalimat yang hanya menjelaskan. Pada teks kota Anugrah tadi, kalimat “jumlah itu naik” memang bicara soal penduduk, tetapi tidak menyebut angkanya. Kalau soal menanyakan angka, kalimat itu bukan jawabannya. Informasi tersurat selalu bisa kamu tunjuk jari, sedangkan kalimat yang sekadar berdekatan topik belum tentu memuat jawaban.
Soal tersurat biasanya berbunyi sederhana: “berapa”, “kapan”, “di mana”, “siapa”. Kata-kata tanya itu menuntut jawaban konkret, dan jawaban konkretnya harus kamu temukan persis di teks. Jangan tergoda menjawab dengan apa yang kamu tahu dari luar, sebab penulis soal hanya mengakui jawaban yang didukung bacaan.
Informasi tersurat adalah keterangan yang dapat kamu tunjuk langsung pada teks karena ditulis apa adanya oleh penulisnya.
Memindai dengan cepat
Saat ujian bertimer, kamu tidak bisa membaca pelan-pelan. Triknya: baca pertanyaan dulu, tangkap kata kuncinya (nama, angka, tahun, tempat), lalu arahkan mata mencari kata itu di teks. Inilah yang disebut memindai, dan kebiasaan ini menghemat waktu dibanding membaca seluruh paragraf dari awal sampai akhir.
Memindai bekerja karena teks informasi biasanya disusun rapi: data di satu kalimat, penjelasan di kalimat lain. Begitu mata menemukan kata kunci, baca kalimat di sekitarnya untuk memastikan konteksnya cocok dengan pertanyaan. Kadang jawaban ada di kalimat yang sama, kadang di kalimat tepat sebelum atau sesudahnya.
Bukan semua pertanyaan punya jawaban tersurat. Kadang jawaban benar-benar tidak ada, dan kamu harus menyimpulkan. Kadang pula informasi yang dicari justru tidak disebut sama sekali. Itulah sebabnya kamu perlu tahu tiga kemungkinan jawaban: ada di teks, harus disimpulkan, atau tidak dibahas. Membedakan ketiganya membuat kamu tidak salah menganggap sesuatu “ada” padahal sebenarnya kamu mengarang sendiri.
Hati-hati jebakan inferensi
Banyak soal sengaja menyediakan pilihan yang “rasa-rasanya benar” padahal teks tidak menuliskannya. Otak kita suka melengkapi dengan pengetahuan sendiri, terutama bila topiknya akrab seperti cuaca, harga, atau jadwal. Untuk soal tersurat, tahan keinginan itu: kalau tidak ditulis, bukan jawaban, seberapapun masuk akalnya menurutmu.
Coba uji ketajamanmu. Sebagian kalimat di bawah memang ada di teks, sebagian lagi sengaja dibuat terlihat mirip padahal isinya berbeda. Latihan begini melatihmu untuk berhenti sejenak dan menanyakan: apakah kalimat ini benar-benar menyatakan apa yang ditanyakan?
Bayangkan teks itu kotak kaca. Informasi tersurat bisa kamu lihat dengan mata dari luar. Yang harus kamu “tebak” isinya padahal tidak terlihat, itu bukan tersurat, itu simpulan.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Baca teks pendek berikut, lalu jawab pertanyaan di bawahnya.
Soal menanyakan jarak SPBU terdekat. Kata kuncinya: “jarak” dan “SPBU terdekat”. Itu yang harus kamu cari di teks.
Cari angka atau satuan jarak (meter, kilometer). Hanya satu kalimat yang memuat angka jarak: “800 meter ke arah selatan”. Itulah jawabannya.
Kalimat itu bukan tafsiranmu, melainkan ditulis apa adanya penulis. Karena bisa ditunjuk langsung, jawaban ini termasuk informasi tersurat.
Jebakan: mengira jawaban “yang paling masuk akal” pasti adalah informasi tersurat. Yang benar: informasi tersurat harus tertulis apa adanya di teks, meskipun rasanya aneh atau berlawanan dengan pengetahuanmu.
Jebakan: menjawab dengan kalimat yang memuat kata kunci tetapi membicarakan hal lain. Yang benar: cek kembali apakah kalimat itu benar-benar menyatakan apa yang ditanyakan, bukan sekadar se-topik.
- Informasi tersurat ditulis apa adanya di teks dan dapat ditunjuk langsung.
- Mulailah dari kata kunci soal (nama, angka, tahun) lalu pindai teks.
- Tiga kemungkinan jawaban: ada di teks, harus disimpulkan, atau tidak dibahas.
- Jangan terjebak pilihan yang “masuk akal” padahal tidak tertulis di teks.
- Sumber jawaban tersurat hanya teks itu sendiri, bukan ingatan pribadi.