Menyusun Kerangka dan Bagan dari Teks Informasi
Setelah ini kamu bisa menyusun kerangka dan bagan bertingkat dari teks informasi agar inti bacaan terbaca cepat.
Pernah membaca teks tiga paragraf lalu, sepuluh menit kemudian, lupa apa inti yang dibahas? Itu wajar, karena otak kita tidak terbiasa menyimpan informasi mentah. Triknya: ubah teks menjadi kerangka ringkas. Dengan kerangka, kamu bisa memanggil kembali isi teks tanpa harus membaca ulang dari awal. Coba lihat sendiri di bawah.
Dari teks ke kerangka bertingkat
Sebuah teks biasanya terdiri dari gagasan utama dan beberapa gagasan penjelas. Kalau kamu hanya membaca apa adanya, keduanya bercampur. Tapi kalau kamu menyusunnya jadi kerangka bertingkat, gagasan utama menempati puncak dan gagasan penjelas menggantung di bawahnya. Struktur seperti pohon ini membuat teks terbaca sekilas.
Kerangka bertingkat biasanya punya tiga lapis. Lapis pertama adalah gagasan inti seluruh teks. Lapis kedua adalah sub-gagasan yang menopang inti. Lapis ketiga adalah detail atau bukti yang menjelaskan tiap sub-gagasan. Membedakan ketiganya adalah keterampilan inti menyusun kerangka.
Coba kamu susun ulang potongan berikut menjadi urutan inti, lalu sub, lalu detail. Perhatikan bagaimana urutan yang benar membuat alurnya jelas.
Kerangka teks adalah susunan bertingkat yang menampilkan gagasan inti, sub-gagasan, dan detail sebuah teks sehingga strukturnya terlihat sekilas.
Membedakan inti dari detail
Sebelum bisa menyusun kerangka, kamu harus bisa memilah mana gagasan inti dan mana detail. Gagasan inti biasanya berbentuk pernyataan umum yang mencakup seluruh paragraf atau teks. Detail berbentuk keterangan khusus: contoh, angka, atau penjelasan terbatas pada satu bagian.
Kunci membedakannya: kalau sebuah kalimat dihapus, apakah teks tetap bisa dipahami? Kalau iya, kemungkinan besar itu detail. Kalau tidak, itu kemungkinan gagasan inti. Latihan klasifikasi berikut akan menajamkan instingmu.
Membangun pohon kerangka
Setelah kamu memilah inti dan detail, langkah berikutnya adalah menyusunnya menjadi pohon. Gagasan inti di puncak, sub-gagasan di cabang tingkat dua, dan detail di cabang tingkat tiga. Hasil akhirnya adalah bagan mini yang bisa kamu pakai sebagai peta pikiran.
Pohon kerangka tidak harus persis sama antar pembaca; yang penting setiap cabang memang menopang gagasan di atasnya. Jika sebuah detail tidak mendukung sub-gagasan mana pun, kemungkinan ia melenceng dan bisa kamu singkirkan dari kerangka.
Anggap kerangka itu seperti meja makan. Gagasan inti adalah piring utama di tengah; sub-gagasan adalah lauk pendamping; detail adalah taburan bumbu di atasnya. Tanpa piring utama, lauk dan bumbu berantakan tak terwadahi.
Soal kerangka teks sering muncul dalam bentuk: “susunan kerangka yang tepat adalah…” atau “gagasan utama paragraf kedua adalah…” Menguasai menyusun kerangka membuatmu cepat menjawab karena kamu sudah terbiasa memilah inti dari detail.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Susunlah kerangka yang padu dari potongan-potongan teks tentang perpustakaan berikut.
Cari pernyataan paling umum yang mencakup semuanya. “Perpustakaan berperan penting” adalah inti.
Setelah inti, susun sub-gagasan yang menjelaskannya: peran terlihat dari koleksi dan ruang baca.
Detail tentang koleksi dan ruang baca diletakkan paling akhir sebagai penjelas rinci.
Jebakan: menyamakan kalimat pertama paragraf dengan gagasan inti. Yang benar: kalimat pertama sering berisi inti, tetapi tidak selalu; cek apakah kalimat itu benar-benar mencakup seluruh paragraf sebelum menempatkannya di puncak.
Jebakan: memasukkan semua kalimat ke kerangka tanpa memilah. Yang benar: kerangka hanya menampung inti dan sub yang menopang; detail yang melenceng sebaiknya disingkirkan agar kerangka tetap ringkas.
- Kerangka teks menampilkan struktur bertingkat: inti, sub-gagasan, dan detail.
- Gagasan inti mencakup seluruh teks; detail adalah keterangan khusus.
- Uji: jika kalimat dihapus, apakah teks tetap bisa dipahami? Kalau iya, kemungkinan detail.
- Pohon kerangka: inti di puncak, cabang menopang gagasan di atasnya.
- Kerangka membuat inti bacaan terbaca sekilas tanpa membaca ulang.