Langsung ke isi
Lyra
Bahasa Indonesia ยท Kelas 10 ยท Fase E ยท 8 menit baca UTBK

Penulisan Imbuhan, Awalan, Akhiran & Bentuk Panjang

Setelah ini kamu bisa menulis bentuk berimbuhan dengan benar (awalan me-, ber-, pe-; akhiran -an, -kan, -i; bentuk panjang di- dan ke-), serta menjelaskan aturan pelesapan bunyi nasal.

Pernah ragu apakah harus menulis โ€œmenyiramโ€ atau โ€œmnyiramโ€? Atau bingung kapan โ€œber-โ€ kehilangan huruf โ€œrโ€? Imbuhan tampak rumit karena berinteraksi dengan bunyi awal kata dasar. Tetapi setelah kamu pahami pola pelesapan nasal, semuanya jadi predikabel. Coba lihat sendiri di bawah.

Coba perbaiki penulisan awalan โ€œme-โ€ yang salah pada kata berikut.

Tiga jenis imbuhan

Bahasa Indonesia mengenal tiga jenis imbuhan: awalan (me-, ber-, di-, ke-, pe-, se-, ter-), akhiran (-an, -kan, -i, -lah, -kah), dan sisipan (-el-, -em-, -er-). Yang paling sering menimbulkan kesalahan penulisan adalah awalan me-, ber-, dan bentuk panjang di-/ke-.

Awalan adalah imbuhan yang diletakkan di depan kata dasar (me-, ber-, pe-). Akhiran adalah imbuhan di belakang kata dasar (-an, -kan, -i). Pelesapan nasal adalah perubahan bunyi pada awalan me-/pe- bila bertemu kata dasar berawalan bunyi tertentu.

Memahami imbuhan bukan soal hafalan per kata, melainkan soal pola interaksi bunyi. Setiap awalan punya โ€œaturan mainโ€ yang konsisten.

Awalan me- dan pelesapan nasal

Awalan me- berubah bentuk mengikuti bunyi awal kata dasar. Pola ini disebut pelesapan nasal (men-, mem-, meny-, menge-, me-). Coba hafalkan pola berikut.

Bunyi awal kata dasarBentuk me-Contoh
a, e, i, o, u, e, h, g, k (lepas)meng-mengantar, mengupas, mengharap
b, p, f, v (lepas)mem-membeli, memilih, memfitnah
c, d, j, s, t, z (lepas)men-mencari, mendaki, menulis
s (menjadi ny)meny-menyiram, menyusun
kata dasar satu sukumenge-mengecat, mengesah

Sekarang coba perbaiki kasus dengan awalan โ€œber-โ€.

Akhiran -an, -kan, -i: selalu serangkai

Akhiran selalu ditulis serangkai dengan kata dasar, tanpa tanda hubung. Banyak penulis keliru memisahkan akhiran dengan tanda hubung. Coba perbaiki.

Bentuk panjang di- dan ke-

Khusus untuk bentuk panjang di- dan ke- yang diikuti kata dasar berawalan, penulisannya dipisah bila sebagai preposisi (di antara, ke dalam) dan serangkai bila sebagai awalan (diambil, kemarau). Coba perbaiki.

Bayangkan awalan me- seperti bungkus yang menyesuaikan bentuk isinya. Bila isinya berawalan bunyi s (siram), bungkus meleleh jadi meny- (menyiram). Bila isinya berawalan bunyi b (beli), bungkus membulat jadi mem- (membeli). Pola ini konsisten, bukan acak.

Di UTBK Pemahaman Bacaan & Menulis, soal imbuhan sering menyodorkan kata berimbuhan yang salah eja. Cakupan PBM resmi mencakup tata bahasa terapan, termasuk ejaan imbuhan. Kerangka TKA (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) menyebut kata berimbuhan kompleks sebagai karakteristik teks. Tipuan paling sering: pelesapan nasal yang salah (mnyiram vs menyiram), akhiran yang dipisah tanda hubung, dan bentuk panjang di-/ke- yang serangkai. Cara bertahan: hafalkan pola pelesapan nasal.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Perbaiki penulisan kata berimbuhan berikut, lalu jelaskan aturannya: โ€œPak Guru sedang mngajar di-ruang kelas.โ€

โ€œmngajarโ€ adalah bentuk salah dari โ€œmengajarโ€. Karena kata dasar โ€œajarโ€ berawalan bunyi vokal a, awalan me- menjadi meng-. Bentuk baku: mengajar.

โ€œdi-ruangโ€ salah karena โ€œruangโ€ adalah kata benda tempat. โ€œdiโ€ sebagai preposisi ditulis terpisah: โ€œdi ruangโ€. Tanda hubung juga salah di sini.

Hasil: โ€œPak Guru sedang mengajar di ruang kelas.โ€ Kalimat kini memenuhi kaidah ejaan imbuhan dan preposisi.

Jebakan: menulis pelesapan nasal dengan hapus huruf tanpa substitusi (mnyiram dari me- + siram). Yang benar: bunyi s luluh menjadi ny, sehingga me- + siram โ†’ menyiram, bukan mnyiram.

Jebakan: memisahkan akhiran dengan tanda hubung (mengembang-kan). Yang benar: akhiran (-an, -kan, -i) selalu ditulis serangkai dengan kata dasar, tanpa tanda hubung apa pun.

  • Awalan me- berubah sesuai bunyi awal kata dasar: meng- (vokal/h/g/k), mem- (b/p/f/v), men- (c/d/j/s/t/z), meny- (s โ†’ ny).
  • Akhiran (-an, -kan, -i) selalu serangkai dengan kata dasar, tanpa tanda hubung atau spasi.
  • ber- dapat luluh bila bertemu kata dasar berawalan bunyi yang sama (bekerja, berenang).
  • Bentuk panjang di-/ke-: sebagai preposisi tempat ditulis terpisah (di antara, ke dalam); sebagai awalan verba diserangkai (diambil, kemarau).
  • Hafalkan pola pelesapan nasal โ€” itu 80 persen kesalahan imbuhan yang diuji.