Penulisan Imbuhan, Awalan, Akhiran & Bentuk Panjang
Setelah ini kamu bisa menulis bentuk berimbuhan dengan benar (awalan me-, ber-, pe-; akhiran -an, -kan, -i; bentuk panjang di- dan ke-), serta menjelaskan aturan pelesapan bunyi nasal.
Pernah ragu apakah harus menulis โmenyiramโ atau โmnyiramโ? Atau bingung kapan โber-โ kehilangan huruf โrโ? Imbuhan tampak rumit karena berinteraksi dengan bunyi awal kata dasar. Tetapi setelah kamu pahami pola pelesapan nasal, semuanya jadi predikabel. Coba lihat sendiri di bawah.
Tiga jenis imbuhan
Bahasa Indonesia mengenal tiga jenis imbuhan: awalan (me-, ber-, di-, ke-, pe-, se-, ter-), akhiran (-an, -kan, -i, -lah, -kah), dan sisipan (-el-, -em-, -er-). Yang paling sering menimbulkan kesalahan penulisan adalah awalan me-, ber-, dan bentuk panjang di-/ke-.
Awalan adalah imbuhan yang diletakkan di depan kata dasar (me-, ber-, pe-). Akhiran adalah imbuhan di belakang kata dasar (-an, -kan, -i). Pelesapan nasal adalah perubahan bunyi pada awalan me-/pe- bila bertemu kata dasar berawalan bunyi tertentu.
Memahami imbuhan bukan soal hafalan per kata, melainkan soal pola interaksi bunyi. Setiap awalan punya โaturan mainโ yang konsisten.
Awalan me- dan pelesapan nasal
Awalan me- berubah bentuk mengikuti bunyi awal kata dasar. Pola ini disebut pelesapan nasal (men-, mem-, meny-, menge-, me-). Coba hafalkan pola berikut.
| Bunyi awal kata dasar | Bentuk me- | Contoh |
|---|---|---|
| a, e, i, o, u, e, h, g, k (lepas) | meng- | mengantar, mengupas, mengharap |
| b, p, f, v (lepas) | mem- | membeli, memilih, memfitnah |
| c, d, j, s, t, z (lepas) | men- | mencari, mendaki, menulis |
| s (menjadi ny) | meny- | menyiram, menyusun |
| kata dasar satu suku | menge- | mengecat, mengesah |
Sekarang coba perbaiki kasus dengan awalan โber-โ.
Akhiran -an, -kan, -i: selalu serangkai
Akhiran selalu ditulis serangkai dengan kata dasar, tanpa tanda hubung. Banyak penulis keliru memisahkan akhiran dengan tanda hubung. Coba perbaiki.
Bentuk panjang di- dan ke-
Khusus untuk bentuk panjang di- dan ke- yang diikuti kata dasar berawalan, penulisannya dipisah bila sebagai preposisi (di antara, ke dalam) dan serangkai bila sebagai awalan (diambil, kemarau). Coba perbaiki.
Bayangkan awalan me- seperti bungkus yang menyesuaikan bentuk isinya. Bila isinya berawalan bunyi s (siram), bungkus meleleh jadi meny- (menyiram). Bila isinya berawalan bunyi b (beli), bungkus membulat jadi mem- (membeli). Pola ini konsisten, bukan acak.
Di UTBK Pemahaman Bacaan & Menulis, soal imbuhan sering menyodorkan kata berimbuhan yang salah eja. Cakupan PBM resmi mencakup tata bahasa terapan, termasuk ejaan imbuhan. Kerangka TKA (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) menyebut kata berimbuhan kompleks sebagai karakteristik teks. Tipuan paling sering: pelesapan nasal yang salah (mnyiram vs menyiram), akhiran yang dipisah tanda hubung, dan bentuk panjang di-/ke- yang serangkai. Cara bertahan: hafalkan pola pelesapan nasal.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Perbaiki penulisan kata berimbuhan berikut, lalu jelaskan aturannya: โPak Guru sedang mngajar di-ruang kelas.โ
โmngajarโ adalah bentuk salah dari โmengajarโ. Karena kata dasar โajarโ berawalan bunyi vokal a, awalan me- menjadi meng-. Bentuk baku: mengajar.
โdi-ruangโ salah karena โruangโ adalah kata benda tempat. โdiโ sebagai preposisi ditulis terpisah: โdi ruangโ. Tanda hubung juga salah di sini.
Hasil: โPak Guru sedang mengajar di ruang kelas.โ Kalimat kini memenuhi kaidah ejaan imbuhan dan preposisi.
Jebakan: menulis pelesapan nasal dengan hapus huruf tanpa substitusi (mnyiram dari me- + siram). Yang benar: bunyi s luluh menjadi ny, sehingga me- + siram โ menyiram, bukan mnyiram.
Jebakan: memisahkan akhiran dengan tanda hubung (mengembang-kan). Yang benar: akhiran (-an, -kan, -i) selalu ditulis serangkai dengan kata dasar, tanpa tanda hubung apa pun.
- Awalan me- berubah sesuai bunyi awal kata dasar: meng- (vokal/h/g/k), mem- (b/p/f/v), men- (c/d/j/s/t/z), meny- (s โ ny).
- Akhiran (-an, -kan, -i) selalu serangkai dengan kata dasar, tanpa tanda hubung atau spasi.
- ber- dapat luluh bila bertemu kata dasar berawalan bunyi yang sama (bekerja, berenang).
- Bentuk panjang di-/ke-: sebagai preposisi tempat ditulis terpisah (di antara, ke dalam); sebagai awalan verba diserangkai (diambil, kemarau).
- Hafalkan pola pelesapan nasal โ itu 80 persen kesalahan imbuhan yang diuji.