Pilihan Kata (Diksi): Tepat, Serasi, Tegas
Setelah ini kamu bisa memilih diksi yang tepat dan serasi untuk situasi serta tingkat formalitas yang berbeda (baku, santai, ilmiah, jurnalistik).
Bila kamu menulis “Penelitian ini menemukan hasil yang keren” pada artikel ilmiah, dosenmu pasti mencoret kata “keren”. Seharusnya “signifikan” atau “penting”. Memilih kata yang tepat untuk situasi tertentu — itulah diksi. Bila salah pilih, tulisanmu terasa janggal, terlalu kaku, atau justru terlalu santai. Bagaimana cara memilih dengan tepat? Coba lihat sendiri di bawah.
Diksi: memilih kata yang tepat
Diksi adalah seni memilih kata. Bukan sekadar memilih kata yang benar, tetapi kata yang paling tepat untuk situasi, pembaca, dan tujuan tulisanmu. Kata yang sama bisa sangat tepat di satu teks dan sangat keliru di teks lain. “Keren” cocok untuk caption media sosial, tetapi janggal di laporan ilmiah. “Signifikan” cocok untuk laporan ilmiah, tetapi kaku untuk obrolan santai.
Tiga kriteria utama diksi yang baik: tepat (sesuai makna yang dimaksud), serasi (sesuai situasi dan pembaca), dan tegas (tidak rancu atau berlebihan). Bila salah satu gagal, tulisanmu kehilangan ketepatan. Soal diksi di UTBK dan TKA menguji persis hal ini: apakah kamu bisa memilih kata yang paling tepat di antara beberapa pilihan yang semuanya “benar” tetapi berbeda nuansa.
Diksi adalah pilihan kata yang dipakai penulis untuk menyampaikan gagasan. Diksi yang baik bersifat tepat (sesuai makna), serasi (sesuai situasi dan pembaca), dan tegas (tidak rancu atau berlebihan).
Register: tingkat formalitas kata
Setiap pemakaian bahasa punya register, yaitu tingkat formalitas yang disepakati dalam situasi tertentu. Register ilmiah menuntut kata baku dan teknis. Register jurnalistik menuntut kata padat dan objektif. Register santai membolehkan kata cair dan ekspresif. Register resmi menuntut kata hormat. Memilih kata tanpa memperhatikan register membuat tulisanmu terasa janggal.
Coba kamu rasakan bagaimana satu ide yang sama bisa ditulis dengan dua register berbeda. Pilih diksi yang tepat untuk tiap versi.
Bayangkan diksi sebagai pakaian. Baju jas untuk acara resmi (register ilmiah/resmi), kaos oblong untuk hangout (register santai), seragam dinas untuk pekerjaan tertentu (register jurnalistik). Memakai jas ke pantai sama salahnya memakai kaos oblong ke sidang skripsi — bukan soal bagus atau jelek, tetapi soal cocok atau tidak.
Tepat vs mirip: jangan terjebak distraktor
Soal diksi sering menyediakan pilihan yang semuanya “mirip” tetapi hanya satu yang tepat. Kata-kata itu mungkin bersinonim kamus, tetapi berbeda nuansa atau ranah pemakaian. Coba pilah pasangan berikut, apakah kata keduanya benar-benar bisa saling menggantikan dalam teks yang sesuai, atau justru kurang tepat.
Ranah pemakaian: kata khas tiap bidang
Beberapa kata bersifat khas untuk ranah tertentu. “Diagnosa” untuk kedokteran, “vonis” untuk hukum, “dividen” untuk keuangan, “algoritma” untuk informatika. Memakai kata khas di luar ranahnya bisa rancu, atau sebaliknya memakai kata umum di ranah yang menuntut istilah teknis membuat tulisan terasa dangkal. Coba pilah diksi berikut berdasarkan ranah pemakaiannya.
Jurnalistik: padat, objektif, segar
Diksi jurnalistik punya ciri khas: padat (tiap kata membawa bobot), objektif (tidak memihak), dan segar (menarik perhatian). Coba pilih diksi yang paling sesuai untuk teks berita berikut. Perhatikan bahwa pilihan yang terlalu ilmiah atau terlalu ekspresif sama-sama keliru.
Dalam soal Pemahaman Bacaan & Menulis UTBK (framework snpmb.id/fr), tipe soal “pilihan diksi terbaik” sering muncul pada bagian menulis. Bentuknya: sebuah kalimat dengan kata digarisbawahi, dan kamu dimilih padanannya. Tipuan paling sering: pilihan yang sinonim kamus tetapi salah register. Cara bertahan: tentukan dulu register kalimatnya (ilmiah/resmi/santai/jurnalistik), baru pilih diksi yang sesuai register itu.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Kalimat asli: “Hasil ujian anak itu jelek banget.” Ubahlah menjadi kalimat yang sesuai untuk rapat orang tua di sekolah.
Rapat orang tua adalah situasi formal-edukatif. Diksi harus baku, sopan, dan tidak menuduh.
“Jelek banget” terlalu santai dan menuduh. Ganti dengan “kurang memuaskan” atau “di bawah standar” yang lebih baku dan netral.
Jawaban: “Hasil ujian anak itu kurang memuaskan.” atau “Pencapaian ujian anak tersebut berada di bawah standar.” Keduanya tepat, serasi, dan tegas.
Jebakan: mengira kata yang panjang dan berbau asing selalu lebih ilmiah. Yang benar: keilmuan terletak pada ketepatan, bukan kepanjangan atau keasingan kata.
Jebakan: memilih diksi hanya karena bunyinya keren. Yang benar: pilih diksi yang sesuai register dan makna yang dimaksud.
Jebakan: menganggap kata baku selalu tepat. Yang benar: kata baku bisa keliru di konteks santai, dan kata santai bisa keliru di konteks resmi.
- Diksi = pilihan kata yang tepat, serasi, dan tegas untuk situasi tertentu.
- Tiga kriteria: tepat (makna), serasi (situasi), tegas (tidak rancu/berlebihan).
- Register menentukan formalitas: ilmiah, jurnalistik, resmi, santai.
- Tiap ranah punya kata khas (signifikan-ilmiah, korban-jurnalistik).
- Tentukan register dulu, baru pilih diksi yang sesuai.