Analisis Kecukupan Data di UTBK
Setelah ini kamu bisa memutuskan apakah pernyataan (1), pernyataan (2), keduanya bersama, atau tak satu pun cukup untuk menjawab sebuah pertanyaan.
Seorang teman bertanya: berapa umur Budi? Dia lalu menambahkan dua keterangan: ayah Budi berumur 50 tahun, dan Budi lahir saat ayahnya berusia 25 tahun. Keterangan mana yang cukup? Ternyata keduanya dibutuhkan bersamaan untuk menyimpulkan umur Budi. Inilah inti soal kecukupan data: menguji apakah kamu bisa memilih kombinasi informasi yang pas. Coba lihat formatnya di bawah.
Lima opsi jawaban baku
Soal kecukupan data memberi sebuah pertanyaan dan dua pernyataan, lalu meminta kamu memilih kombinasi yang cukup. Jawabannya salah satu dari lima opsi: hanya pernyataan (1) yang cukup, hanya pernyataan (2) yang cukup, keduanya diperlukan bersama, masing-masing sendiri sudah cukup, atau tak satu pun cukup.
Kecukupan data adalah tipe soal yang menanyakan apakah informasi yang diberikan cukup untuk menjawab pertanyaan, tanpa harus benar-benar menghitung jawabannya.
Kunci utamanya: kamu tidak harus menyelesaikan soal sampai jawaban akhir. Cukup putuskan apakah informasi yang ada memungkinkan kamu menyelesaikannya. Banyak peserta terjebak menghitung penuh, padahal yang ditanya hanya kecukupan.
Alur pohon keputusan
Cara paling rapi: uji dengan urutan baku. Pertama, uji pernyataan (1) sendiri โ cukup atau tidak? Kedua, uji pernyataan (2) sendiri โ cukup atau tidak? Ketiga, bila keduanya tidak cukup sendiri, uji gabungan โ cukup atau tidak?
| Hasil uji (1) sendiri | Hasil uji (2) sendiri | Hasil uji gabungan | Jawaban |
|---|---|---|---|
| Cukup | Cukup | (tidak perlu) | Masing-masing cukup |
| Cukup | Tidak | (tidak perlu) | Hanya (1) |
| Tidak | Cukup | (tidak perlu) | Hanya (2) |
| Tidak | Tidak | Cukup | Diperlukan keduanya |
| Tidak | Tidak | Tidak cukup | Tak satu pun |
Pohon ini membebaskan kamu dari menghafal. Setiap cabang memberi jawaban unik. Asal kamu uji tiga tahap dengan benar, jawaban otomatis muncul.
Uji pernyataan (1) sendiri dulu
Sembunyikan sementara pernyataan (2). Tanyakan: hanya dengan (1), bisakah kamu menjawab pertanyaan? Catat hasilnya: cukup atau tidak. Jangan melompat ke gabungan sebelum tahap ini selesai.
Bayangkan dua orang saksi di pengadilan. Pertama kamu dengar saksi pertama sendirian โ cukupkah kesaksiannya untuk menyimpulkan? Baru kemudian saksi kedua. Lalu gabungan. Tahap demi tahap, tidak boleh terbalik.
Latih tahap ini pada soal harga satuan berparameter di bawah.
Uji pernyataan (2) sendiri
Setelah (1) dinilai, sembunyikan (1) dan uji (2) sendiri. Apakah (2) saja cukup? Catat hasilnya. Bila (2) sendiri sudah cukup dan (1) juga cukup, jawabannya masing-masing cukup.
Soal umur sering memakai pola ini. Latih di bawah.
Uji gabungan bila perlu
Bila masing-masing tidak cukup sendiri, gabungkan. Sering kali (1) dan (2) saling melengkapi โ misalnya (1) memberi hubungan, (2) memberi nilai numerik. Bila gabungan pun tidak cukup, jawabannya tak satu pun cukup.
Tipe soal kecukupan data lazim muncul di soal UTBK yang beredar. Framework resmi SNPMB belum merinci format ini secara eksplisit, tetapi karakter soalnya cukup populer untuk dilatih. Sumber karakter soal: dokumentasi SNPMB di snpmb.id.
Latih keseluruhan alur pohon keputusan di bawah.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Berapakah kecepatan mobil? (1) Mobil menempuh jarak 120 km. (2) Waktu tempuh 2 jam. Tentukan opsi kecukupan yang benar.
(1) hanya memberi jarak 120 km. Tanpa waktu, kecepatan tidak bisa dihitung. (1) tidak cukup sendiri.
(2) hanya memberi waktu 2 jam. Tanpa jarak, kecepatan tidak bisa dihitung. (2) tidak cukup sendiri.
Gabungan: jarak 120 km dibagi waktu 2 jam = 60 km/jam. Gabungan cukup. Karena masing-masing tidak cukup tetapi gabungan cukup, jawabannya diperlukan keduanya.
Jebakan: langsung menggabungkan (1) dan (2) tanpa menguji masing-masing sendiri. Yang benar: uji (1) sendiri dulu, lalu (2) sendiri; baru gabungan bila perlu โ informasi sering redundan sehingga jawabannya masing-masing cukup.
Jebakan: mengira soal meminta jawaban numerik lalu menghitung sampai tuntas. Yang benar: yang ditanya kecukupan informasi, bukan jawaban akhirnya; berhenti begitu kamu tahu info cukup.
- Lima opsi baku: hanya (1), hanya (2), diperlukan keduanya, masing-masing cukup, atau tak satu pun.
- Uji bertahap: (1) sendiri โ (2) sendiri โ gabungan bila perlu.
- Kamu menilai kecukupan, bukan menghitung jawaban akhir.
- Informasi yang berlebihan sering membuat jawabannya masing-masing cukup.
- Pohon keputusan tiga tahap membebaskan kamu dari menghafal opsi.