Diferensiasi Sosial: Penggolongan tanpa Hierarki
Setelah ini kamu bisa membedakan diferensiasi sosial (penggolongan horizontal tanpa peringkat) dari stratifikasi yang berjenjang.
Di kelasmu ada siswa yang berasal dari suku Jawa, Sunda, Bugis, dan Minang. Ada yang beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Ada pula yang hobi olahraga, musik, atau robotika. Semua berbeda, tetapi tidak ada yang lebih mulia hanya karena suku atau hobinya. Itulah diferensiasi sosial. Mengapa keberagaman tidak otomatis berarti hierarki? Coba lihat sendiri di bawah.
Apa itu diferensiasi sosial
Diferensiasi sosial adalah penggolongan anggota masyarakat menjadi kategori-kategori yang berbeda, tetapi tidak bertingkat. Artinya, satu kategori tidak dianggap lebih tinggi atau lebih rendah daripada yang lain. Penggolongan ini lahir karena masyarakat memang beragam: berbeda suku, agama, jenis kelamin, profesi, atau hobi. Yang menonjol adalah pembedaan, bukan penjenjangan.
Diferensiasi sosial adalah pembedaan anggota masyarakat ke dalam kategori-kategori yang setara, tanpa menyiratkan hierarki atau nilai lebih tinggi-rendah.
Kategori diferensiasi
Ada beberapa kategori yang sering dipakai. Pertama, ras dan suku bangsa membedakan orang menurut ciri fisik dan asal keturunan. Kedua, agama membedakan menurut kepercayaan. Ketiga, jenis kelamin membedakan laki-laki dan perempuan. Keempat, profesi membedakan menurut pekerjaan. Kelima, hobi atau minat membedakan menurut kesukaan. Semua kategori ini bersifat horizontal: sejajar, tidak menumpuk.
Cara mengenali diferensiasi
Untuk memastikan suatu penggolongan benar-benar diferensiasi murni, kamu perlu memeriksa tiga hal. Pertama, kategori itu membedakan, tetapi tidak memberi nilai lebih. Kedua, tidak ada jenjang resmi antar kategori. Ketiga, semua kategori berdiri setara di mata hukum dan norma. Bila salah satu patah, kemungkinan yang terjadi bukan diferensiasi melainkan stratifikasi terselubung.
Diferensiasi vs stratifikasi terselubung
Banyak penggolongan awalnya terlihat setara, tetapi praktiknya berjenjang. Misalnya, profesi dianggap sekadar berbeda, tetapi mungkin saja masyarakat menempatkan profesi tertentu di posisi lebih terhormat. Itu bukan diferensiasi murni lagi, melainkan stratifikasi terselubung. Kamu perlu menandai ciri mana yang menunjukkan diferensiasi murni.
Bayangkan diferensiasi seperti permen warna-warni dalam satu toples. Merah, hijau, kuning, dan biru memang berbeda warna, tetapi semuanya permen dengan rasa yang sama enak. Tidak ada warna yang lebih mulia; yang ada hanya keberagaman yang justru membuat toples tampak cantik.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Di sebuah kantor, pegawai dikelompokkan menurut agama untuk perayaan hari besar, tetapi tidak ada agama yang mendapat fasilitas lebih. Apakah itu diferensiasi?
Pengelompokan itu semata untuk perayaan, dan tidak ada agama yang mendapat fasilitas lebih. Artinya, tidak ada jenjang atau nilai lebih tinggi-rendah.
Karena kategori membedakan tanpa hierarki, penggolongan itu termasuk diferensiasi sosial murni, bukan stratifikasi.
Jebakan: menganggap semua perbedaan otomatis berjenjang. Yang benar: diferensiasi murni membedakan tanpa hierarki; bila ada nilai lebih tinggi-rendah, itu sudah stratifikasi.
Jebakan: menyamakan kategori diferensiasi dengan tanda kelas sosial. Yang benar: suku, agama, jenis kelamin, dan profesi adalah kategori diferensiasi; kelas sosial adalah stratifikasi.
- Diferensiasi sosial membedakan anggota masyarakat tanpa hierarki.
- Kategori lazimnya: suku, agama, jenis kelamin, profesi, dan hobi.
- Diferensiasi bersifat horizontal; semua kategori setara.
- Stratifikasi berbeda karena menyusun peringkat lebih tinggi-rendah.
- Bila suatu โperbedaanโ menyiratkan nilai lebih, itu bukan diferensiasi murni.