Masa Prasejarah Indonesia
Setelah ini kamu bisa membedakan tiga masa prasejarah Indonesia (paleolitikum, neolitikum, perundagian) dan menjelaskan ciri tiap masa.
Bayangkan manusia purba yang hanya mengumpulkan buah dan berburu binatang kecil, lalu ribuan tahun kemudian mereka sudah bercocok tanam padi dan menempa perunggu. Apa yang berubah dalam cara hidup mereka? Mengapa masa prasejarah dibagi menjadi beberapa zaman? Coba lihat sendiri di bawah.
Apa itu masa prasejarah
Masa prasejarah adalah masa manusia belum mengenal tulisan, sehingga jejaknya hanya dapat ditelusuri lewat artefak seperti alat batu, sisa tulang, dan lukisan gua. Karena tidak ada teks, sejarawan dan arkeolog menyusun masa ini dari benda-benda yang ditinggalkan. Di Indonesia, masa prasejarah dibagi menjadi tiga: paleolitikum (zaman batu tua), neolitikum (zaman batu muda), dan perundagian (zaman logam).
Masa prasejarah adalah periode kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan; sumber utamanya adalah artefak dan fosil, bukan dokumen tertulis.
Paleolitikum: zaman berburu
Paleolitikum adalah masa tertua. Manusia hidup mengembara (nomaden) dengan berburu binatang kecil dan mengumpulkan buah hutan. Alat mereka terbuat dari batu kasar yang hanya dipecah, belum dipoles. Mereka tinggal di gua atau di bawah lindungan pohon. Kehidupan sangat bergantung pada alam, dan perpindahan terjadi mengikuti sumber makanan. Salah satu temuan terkenal di Indonesia adalah fosil Pithecanthropus erectus di Trinil.
Neolitikum: revolusi pertanian
Neolitikum menandai lompatan besar. Manusia mulai bercocok tanam dan menetap, sebuah perubahan yang disebut revolusi neolitikum. Mereka memuluskan alat batu hingga halus, sehingga lebih efisien untuk menebang dan membajak. Padi mulai dibudidayakan, hewan peliharaan diternak. Kehidupan menetap melahirkan desa dan komunitas yang lebih teratur. Inilah fondasi peradaban yang nantinya memunculkan kerajaan.
Alur masa prasejarah
Memahami prasejarah berarti memahami alur perkembangan. Pertama, manusia purba hidup berburu dan mengembara di paleolitikum. Kedua, mereka menetap dan bertani di neolitikum. Ketiga, mereka mengenal pengerjaan logam di masa perundagian. Keempat, masyarakat berundagi terbagi dalam spesialisasi kerajinan. Tahap ini menunjukkan arah kemajuan dari hidup sederhana menuju kompleks.
Ciri revolusi neolitikum
Revolusi neolitikum adalah titik balik besar. Kamu perlu menandai ciri mana yang khas periode ini, agar tidak tertukar dengan paleolitikum atau perundagian.
Bayangkan prasejarah seperti perjalanan seorang pemburu yang berubah jadi petani lalu jadi pengrajin. Pertama dia mengembara membawa tombak (paleolitikum). Lalu dia menanam padi dan membangun rumah (neolitikum). Akhirnya dia menempa perunggu untuk perkakas dan upacara (perundagian). Setiap langkah membebaskannya sedikit lebih jauh dari belas kasihan alam.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Sebuah tim arkeolog menemukan kapak batu yang sudah dipoles halus beserta sisa-sija padi di sebuah gua. Masa apakah temuan itu?
Kapak batu yang dipoles halus menunjukkan teknik pengerjaan yang lebih maju daripada sekadar memecah batu. Itu ciri alat neolitikum.
Sisa-sisa padi menunjukkan adanya bercocok tanam, yang juga ciri neolitikum. Maka temuan itu berasal dari masa neolitikum.
Jebakan: menyamakan paleolitikum dengan neolitikum hanya karena sama-sama pakai batu. Yang benar: paleolitikum memakai batu kasar yang belum dipoles, sedangkan neolitikum memakai batu halus dan sudah bercocok tanam.
Jebakan: menganggap masa prasejarah sama dengan masa sejarah. Yang benar: prasejarah adalah masa sebelum tulisan; masa sejarah dimulai ketika manusia sudah menulis, misalnya dengan prasasti.
- Masa prasejarah adalah periode sebelum manusia mengenal tulisan.
- Paleolitikum: manusia berburu, mengembara, alat batu kasar.
- Neolitikum: manusia bercocok tanam, menetap, alat batu halus.
- Perundagian: manusia mengenal pengerjaan logam dan spesialisasi kerajinan.
- Sumber prasejarah adalah artefak dan fosil, bukan dokumen tertulis.