Manusia Purba di Indonesia
Setelah ini kamu bisa mengenali jenis manusia purba di Indonesia (Meganthropus, Pithecanthropus, Homo wajakensis) beserta ciri dan lokasi temuan.
Pada akhir abad ke-19, seorang dokter Belanda bernama Eugรจne Dubois pergi ke Pulau Jawa dengan satu mimpi: menemukan makhluk peralihan antara kera dan manusia. Di tepi Sungai Bengawan Solo, Trinil, ia menemukan fosil yang kemudian diberi nama Pithecanthropus erectus. Mengapa Indonesia menjadi rumah banyak manusia purba? Coba lihat sendiri di bawah.
Apa itu manusia purba
Manusia purba adalah jenis manusia prasejarah yang hidup ratusan ribu hingga jutaan tahun lalu, sebelum manusia modern (Homo sapiens) mendominasi. Mereka berbeda dari kita dalam bentuk tubuh, ukuran otak, dan cara hidup. Di Indonesia, manusia purba ditemukan terutama di Pulau Jawa, khususnya di situs Sangiran, Trinil, dan Ngandong. Temuan-temuan ini menjadikan Indonesia salah satu laboratorium penting bagi kajian evolusi manusia.
Manusia purba adalah jenis manusia prasejarah yang hidup jutaan hingga ratusan ribu tahun lalu; fosilnya menjadi bukti evolusi biologis menuju manusia modern.
Tiga genus di Indonesia
Tiga genus manusia purba yang paling sering dibahas adalah Meganthropus, Pithecanthropus, dan Homo wajakensis. Meganthropus adalah jenis tertua dengan rahang tebal dan tubuh paling primitif, ditemukan di Sangiran. Pithecanthropus, terutama Pithecanthropus erectus, adalah jenis paling terkenal karena temuan Dubois di Trinil pada 1891; ia berjalan tegak tetapi volume otaknya belum sebesar manusia modern. Homo wajakensis ditemukan di Wajak, Tulungagung, dan paling mirip manusia modern dengan volume otak lebih besar.
Tahap evolusi manusia purba
Manusia purba di Indonesia biasanya disusun dalam alur evolusi. Pertama, Meganthropus sebagai jenis tertua dengan ciri paling primitive. Kedua, Pithecanthropus yang sudah berjalan tegak dengan otak lebih berkembang. Ketiga, Homo wajakensis yang paling mirip manusia modern. Keempat, manusia modern (Homo sapiens) yang akhirnya mendominasi. Tahap ini menunjukkan arah evolusi biologis di kawasan Nusantara.
Ciri Pithecanthropus
Pithecanthropus adalah jenis paling sering diuji karena temuan Dubois yang menggemparkan dunia. Kamu perlu menandai ciri mana yang khas Pithecanthropus, agar tidak tertukar dengan Meganthropus atau Homo wajakensis.
Bayangkan evolusi manusia purba seperti tangga rumah. Meganthropus adalah anak tangga paling bawah yang masih berjongkok dengan rahang tebal. Pithecanthropus berdiri di anak tangga tengah, sudah tegak tetapi otaknya belum sepenuh terisi. Homo wajakensis naik hampir ke puncak, wajahnya mulai mirip kita. Tangga terakhir, Homo sapiens, adalah kamu dan saya yang membaca teks ini.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Sebuah fosil ditemukan di Wajak, Tulungagung, dengan volume otak sekitar 1.500 cc dan wajah yang mirip manusia modern. Jenis manusia purba apakah itu?
Volume otak besar (1.500 cc) dan wajah mirip manusia modern adalah ciri genus paling maju. Lokasi Wajak juga petunjuk kuat.
Karena ciri dan lokasinya cocok, fosil itu termasuk Homo wajakensis, jenis manusia purba paling mirip manusia modern di Indonesia.
Jebakan: menyamakan Pithecanthropus dengan Meganthropus hanya karena sama-sama dari Jawa. Yang benar: Pithecanthropus sudah berjalan tegak dengan otak lebih berkembang, sedangkan Meganthropus lebih primitive dengan rahang tebal.
Jebakan: menganggap Homo wajakensis adalah jenis paling tua. Yang benar: Homo wajakensis adalah genus paling mirip manusia modern dengan otak terbesar di antara manusia purba Indonesia.
- Manusia purba Indonesia terdiri atas Meganthropus, Pithecanthropus, dan Homo wajakensis.
- Meganthropus paling primitive dengan rahang tebal; ditemukan di Sangiran.
- Pithecanthropus erectus berjalan tegak; ditemukan Dubois di Trinil.
- Homo wajakensis paling mirip manusia modern; ditemukan di Wajak.
- Alur evolusi bergerak dari primitive (Meganthropus) menuju modern (Homo).