Majapahit & Sumpah Palapa (Gajah Mada)
Setelah ini kamu bisa menjelaskan masa kejayaan Majapahit, peran Gajah Mada, dan makna Sumpah Palapa bagi penyatuan Nusantara.
Pada abad ke-14, seorang patih berdiri di hadapan Ratu Tribhuwana Tunggadewi dan mengucapkan ikrar yang menggemparkan: ia tidak akan menikmati hidup enak (palapa) sebelum seluruh Nusantara bersatu di bawah Majapahit. Patih itu bernama Gajah Mada, dan ikrarnya dikenal sebagai Sumpah Palapa. Mengapa satu sumpah begitu penting bagi sejarah Indonesia? Coba lihat sendiri di bawah.
Pendirian Majapahit
Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya pada 1293 M, setelah ia berhasil memanfaatkan konflik antara pasukan Tartar (Kublai Khan) dengan kerajaan Singhasari. Dengan strategi cerdik, Raden Wijaya mengundang pasukan Tartar untuk menyerang Jayakatwang (yang merebut Singhasari), lalu menyerang pasukan Tartar sendiri ketika mereka lengah. Kemenangan ini menandai lahirnya kerajaan Hindu yang akan menjadi terbesar di Nusantara. Ibukotanya, Trowulan, menjadi pusat pemerintahan yang ramai.
Majapahit adalah kerajaan Hindu terbesar di Nusantara (abad 13โ15 M) yang didirikan Raden Wijaya pada 1293 M, dengan ibukota Trowulan di Jawa Timur.
Gajah Mada dan Sumpah Palapa
Gajah Mada adalah patih (perdana menteri) Majapahit yang mengangkat derajat kerajaan ke puncak. Ia menjadi terkenal karena Sumpah Palapa yang diucapkan pada 1336 M di hadapan Ratu Tribhuwana Tunggadewi. Inti sumpahnya: Gajah Mada tidak akan menikmati palapa (hidup enak, rempah-rempah) sebelum seluruh Nusantara bersatu di bawah Majapahit. Sumpah ini menjadi motivasi ekspansi yang menyatukan banyak wilayah, dari Sumatra sampai Papua, meski beberapa masih diperdebatkan cakupannya.
Linimasa Majapahit
Memahami Majapahit berarti memahami linimasa. Pertama, Raden Wijaya mendirikan Majapahit pada 1293 M. Kedua, pada masa Tribhuwana Tunggadewi, Gajah Mada diangkat menjadi patih dan mengucap Sumpah Palapa (1336). Ketiga, di bawah Hayam Wuruk dengan patih Gajah Mada, Majapahit mencapai puncak kejayaan. Keempat, setelah wafat Hayam Wuruk dan Gajah Mada, terjadi perang saudara (Paregreg) yang melemahkan kerajaan. Tahap ini menjelaskan siklus kejayaan dan keruntuhan.
Ciri Sumpah Palapa
Sumpah Palapa punya ciri khas yang membedakannya dari ikrar biasa. Isinya berupa ikrar pantang menikmati palapa sampai Nusantara bersatu; konteksnya pengangkatan Gajah Mada sebagai patih; dampaknya mendorong ekspansi Majapahit. Kamu perlu menandai ciri mana yang khas Sumpah Palapa.
Bayangkan Majapahit seperti kapal besar yang berlayar mengelilingi Nusantara. Rad Wijaya adalah nakhoda yang pertama membangun kapal (1293). Gajah Mada adalah juru mudi yang mengikatkan tali pada tiang dan bersumpah tidak akan turun sebelum seluruh pulau ditandai di peta (1336). Hayam Wuruk adalah nakhoda yang melihat kapal mencapai pelayaran terjauh. Tetapi setelah keduanya tiada, perselisihan awak membuat kapal mulai bocor (Paregreg).
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Seorang patih baru diangkat dan ia bersumpah tidak akan menikmati hidup mewah sebelum menyatukan wilayah. Pola peristiwa apakah yang mirip dengan ini?
Sumpah di hadapan raja, dengan ikrar pantang menikmati kemewahan sampai tujuan tercapai, adalah pola yang sangat khas.
Pola itu mirip dengan Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada pada 1336 M di hadapan Tribhuwana Tunggadewi.
Jebakan: menyamakan Gajah Mada dengan raja Majapahit. Yang benar: Gajah Mada adalah patih (perdana menteri); raja pada puncak kejayaan adalah Hayam Wuruk.
Jebakan: menganggap Sumpah Palapa adalah sumpah penobatan raja. Yang benar: Sumpah Palapa adalah ikrar pribadi Gajah Mada sebagai patih, bukan sumpah penobatan raja.
- Majapahit didirikan Raden Wijaya pada 1293 M dengan ibukota Trowulan.
- Gajah Mada adalah patih yang mengucap Sumpah Palapa 1336 M.
- Isi Sumpah Palapa: pantang menikmati palapa sebelum Nusantara bersatu.
- Hayam Wuruk adalah raja pada puncak kejayaan Majapahit.
- Setelah Hayam Wuruk dan Gajah Mada wafat, perang Paregreg melemahkan Majapahit.