Langsung ke isi
Lyra
Matematika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca TKA

Proyeksi Vektor: Bayangan pada Arah Lain

Setelah ini kamu bisa menghitung proyeksi skalar dan proyeksi vektor ortogonal suatu vektor pada vektor lain, serta menjelaskan mengapa proyeksi lenyap saat kedua vektor tegak lurus.

Bayangkan matahari tepat di atas kepala, tegak lurus ke bumi. Sebatang tongkat yang berdiri miring akan membentuk bayangan di tanah โ€” semakin tegak tongkat, semakin pendek bayangannya; semakin rebah, semakin panjang. Saat tongkat benar-benar berdiri (tegak lurus tanah), bayangannya lenyap menjadi titik. Proyeksi vektor bekerja persis begitu: kita โ€œmenjatuhkanโ€ satu vektor secara tegak lurus ke arah vektor lain, dan bayangan itulah proyeksinya. Coba seret kedua vektor di bawah dan saksikan bayangannya memanjang-memendek.

Coba seret ujung vektor a dan b, lalu perhatikan bayangan a yang jatuh tegak lurus pada arah b.

Bayangan vektor: kaki tegak lurus

Proyeksi vektor aโƒ—\vec{a} pada vektor bโƒ—\vec{b} adalah bayangan aโƒ—\vec{a} jika โ€œcahayaโ€ dijatuhkan tegak lurus ke garis arah bโƒ—\vec{b}. Geometrisnya: tarik kaki tegak lurus dari ujung aโƒ—\vec{a} ke garis yang memuat bโƒ—\vec{b}. Titik jatuh kaki tegak lurus itulah ujung vektor proyeksi proybโƒ—aโƒ—\text{proy}_{\vec{b}}\vec{a}.

Proyeksi vektor ortogonal aโƒ—\vec{a} pada bโƒ—\vec{b} (ditulis proybโƒ—aโƒ—\text{proy}_{\vec{b}}\vec{a}) adalah vektor searah bโƒ—\vec{b} yang ujungnya adalah kaki tegak lurus dari ujung aโƒ—\vec{a} ke garis memuat bโƒ—\vec{b}.

Bangun di bawah memperlihatkan konstruksi ini sebagai segitiga siku-siku: aโƒ—\vec{a} sebagai sisi miring, proyeksi sebagai satu kaki mendatar di sepanjang arah bโƒ—\vec{b}, dan selisih tegak lurus sebagai kaki tegak. Seret titik sudut โ€” kamu bisa melihat bayangan tumbuh saat sudut apit mengecil, dan menyusut saat sudut membesar.

Proyeksi skalar dan vektor: rumus dot product

Karena proyeksi sepanjang arah bโƒ—\vec{b}, ia dihitung lewat perkalian dot. Bentuk skalar (panjang bayangan bertanda) dan bentuk vektor (panah sepanjang bโƒ—\vec{b}) memakai rumus beruntun ini.

compbโƒ—aโƒ—=aโƒ—โ‹…bโƒ—โˆฃbโƒ—โˆฃ,proybโƒ—aโƒ—=(aโƒ—โ‹…bโƒ—โˆฃbโƒ—โˆฃ2)bโƒ—\text{comp}_{\vec{b}}\vec{a} = \dfrac{\vec{a}\cdot\vec{b}}{|\vec{b}|}, \qquad \text{proy}_{\vec{b}}\vec{a} = \left(\dfrac{\vec{a}\cdot\vec{b}}{|\vec{b}|^2}\right)\vec{b}

Arti tiap simbol: compbโƒ—aโƒ—\text{comp}_{\vec{b}}\vec{a} = proyeksi skalar (panjang bertanda, negatif bila berlawanan arah bโƒ—\vec{b}); proybโƒ—aโƒ—\text{proy}_{\vec{b}}\vec{a} = vektor proyeksi searah bโƒ—\vec{b}; aโƒ—โ‹…bโƒ—\vec{a}\cdot\vec{b} = perkalian dot; โˆฃbโƒ—โˆฃ|\vec{b}| = besar vektor bโƒ—\vec{b}.

Rumus skalar aโƒ—โ‹…bโƒ—โˆฃbโƒ—โˆฃ\dfrac{\vec{a}\cdot\vec{b}}{|\vec{b}|} memberi panjang bayangan. Untuk mendapatkan vektor proyeksi, kalikan skalar itu dengan vektor satuan bโƒ—โˆฃbโƒ—โˆฃ\dfrac{\vec{b}}{|\vec{b}|}, sehingga rumusnya menjadi (aโƒ—โ‹…bโƒ—โˆฃbโƒ—โˆฃ2)bโƒ—\left(\dfrac{\vec{a}\cdot\vec{b}}{|\vec{b}|^2}\right)\vec{b}. Selalu ada dua pilihan tampilan: panjang saja (skalar) atau panah (vektor).

Baca rumus proyeksi skalar sebagai: โ€œseberapa banyak aโƒ—\vec{a} โ€˜mengarah keโ€™ bโƒ—\vec{b}โ€. Bila aโƒ—\vec{a} searah bโƒ—\vec{b}, hasilnya positif besar. Bila berlawanan, negatif. Bila tegak lurus, nol โ€” sama sekali tidak ada komponen aโƒ—\vec{a} yang โ€œmenujuโ€ arah bโƒ—\vec{b}. Inilah kenapa proyeksi menjadi detektor tegak lurus yang elegan.

Kasus tegak lurus: bayangan lenyap

Saat aโƒ—\vec{a} tegak lurus bโƒ—\vec{b}, perkalian dot mereka nol. Konsekuensinya langsung: proyeksi skalar 0โˆฃbโƒ—โˆฃ=0\dfrac{0}{|\vec{b}|} = 0, dan vektor proyeksi juga nol. Bayangan lenyap menjadi titik di pangkal โ€” persis seperti tongkat yang berdiri tegak lurus di tanah saat matahari di zenit.

Papan di bawah memperlihatkan dua vektor yang bisa kamu putar. Geser ujung aโƒ—\vec{a} hingga membentuk siku-siku dengan bโƒ—\vec{b}, dan perhatikan bahwa saat itulah proyeksinya menjadi nol.

Di TKA Matematika Tingkat Lanjut (kerangka TKA 045/H/AN/2025, elemen Geometri dan Pengukuran), proyeksi vektor tiga komponen sering diujikan. Pola umum: diberi dua vektor, ditanya proyeksi skalar atau vektor. Trik cepat: hitung dulu perkalian dot dan kuadrat besar vektor sasaran โ€” keduanya jadi bahan bakar rumus proyeksi.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Diketahui aโƒ—=(3,4)\vec{a} = (3, 4) dan bโƒ—=(4,0)\vec{b} = (4, 0). Hitung proyeksi skalar compbโƒ—aโƒ—\text{comp}_{\vec{b}}\vec{a} dan vektor proyeksi proybโƒ—aโƒ—\text{proy}_{\vec{b}}\vec{a}.

aโƒ—โ‹…bโƒ—=(3)(4)+(4)(0)=12\vec{a}\cdot\vec{b} = (3)(4) + (4)(0) = 12. Besar โˆฃbโƒ—โˆฃ=42+02=4|\vec{b}| = \sqrt{4^2 + 0^2} = 4, dan โˆฃbโƒ—โˆฃ2=16|\vec{b}|^2 = 16.

compbโƒ—aโƒ—=aโƒ—โ‹…bโƒ—โˆฃbโƒ—โˆฃ=124=3\text{comp}_{\vec{b}}\vec{a} = \dfrac{\vec{a}\cdot\vec{b}}{|\vec{b}|} = \dfrac{12}{4} = 3. Panjang bayangan aโƒ—\vec{a} pada arah bโƒ—\vec{b} adalah 33 satuan, positif (searah bโƒ—\vec{b}).

proybโƒ—aโƒ—=(aโƒ—โ‹…bโƒ—โˆฃbโƒ—โˆฃ2)bโƒ—=1216(4,0)=(0,75)(4,0)=(3;โ€…โ€Š0)\text{proy}_{\vec{b}}\vec{a} = \left(\dfrac{\vec{a}\cdot\vec{b}}{|\vec{b}|^2}\right)\vec{b} = \dfrac{12}{16}(4, 0) = (0{,}75)(4, 0) = (3;\; 0). Cek: panjangnya 33 โ€” cocok dengan proyeksi skalar.

Latih menghitung proyeksi skalar dengan angka acak di bawah.

Jebakan: mencampur penyebut rumus skalar dan vektor. Yang benar: proyeksi skalar memakai โˆฃbโƒ—โˆฃ|\vec{b}| (satu kali), sedangkan proyeksi vektor memakai โˆฃbโƒ—โˆฃ2|\vec{b}|^2 (dua kali) โ€” karena masih dikalikan bโƒ—\vec{b} yang membawa satu faktor besar.

Jebakan: mengira proyeksi skalar selalu positif karena disebut โ€œpanjangโ€. Yang benar: proyeksi skalar bertanda โ€” positif bila searah bโƒ—\vec{b}, negatif bila berlawanan. Hanya panjang vektor proyeksi yang selalu positif.

Jebakan: menormalisasi arah terbalik โ€” menghitung proyeksi bโƒ—\vec{b} pada aโƒ—\vec{a} padahal yang ditanya proyeksi aโƒ—\vec{a} pada bโƒ—\vec{b}. Yang benar: teliti urutan; pembilang selalu dot product (simetris), tapi penyebut memakai besar vektor sasaran (yang diproyeksikan kepadanya), bukan vektor yang diproyeksikan.

  • Proyeksi vektor aโƒ—\vec{a} pada bโƒ—\vec{b}: bayangan aโƒ—\vec{a} bila kaki tegak lurus dijatuhkan ke garis arah bโƒ—\vec{b}.
  • Proyeksi skalar: compbโƒ—aโƒ—=aโƒ—โ‹…bโƒ—โˆฃbโƒ—โˆฃ\text{comp}_{\vec{b}}\vec{a} = \dfrac{\vec{a}\cdot\vec{b}}{|\vec{b}|} (bertanda).
  • Proyeksi vektor: proybโƒ—aโƒ—=(aโƒ—โ‹…bโƒ—โˆฃbโƒ—โˆฃ2)bโƒ—\text{proy}_{\vec{b}}\vec{a} = \left(\dfrac{\vec{a}\cdot\vec{b}}{|\vec{b}|^2}\right)\vec{b} (searah bโƒ—\vec{b}).
  • Tegak lurus โ‡’\Rightarrow dot nol โ‡’\Rightarrow proyeksi lenyap (nol).
  • Penyebut skalar = โˆฃbโƒ—โˆฃ|\vec{b}|; penyebut vektor = โˆฃbโƒ—โˆฃ2|\vec{b}|^2.