Langsung ke isi
Lyra
Matematika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca TKA

Komposisi Transformasi = Perkalian Matriks

Setelah ini kamu bisa menggabungkan dua transformasi matriks lewat perkalian matriks dan menjelaskan kenapa urutan perkalian menentukan hasil akhir.

Pakai kemeja baru dulu lalu jas, hasilnya berbeda dengan jas dulu lalu kemeja โ€” urutan berpengaruh. Hal yang sama berlaku pada transformasi: putar dulu baru cermin, hasilnya tidak selalu sama dengan cermin dulu baru putar. Ternyata kedua urutan itu bisa dirangkum sebagai perkalian dua matriks โ€” dan seperti perkalian matriks pada umumnya, urutan tidak boleh ditukar seenaknya. Coba lihat sendiri di bawah.

Coba bandingkan dua preset urutan komposisi dan amati posisi akhir persegi yang berbeda.

Menggabungkan dua transformasi

Bayangkan kamu menerapkan transformasi AA dulu, lalu transformasi BB pada hasilnya. Titik vโƒ—\vec{v} pertama menjadi Avโƒ—A\vec{v}, lalu BB bekerja padanya menjadi B(Avโƒ—)B(A\vec{v}). Karena perkalian matriks asosiatif, B(Avโƒ—)=(BA)vโƒ—B(A\vec{v}) = (BA)\vec{v}. Artinya kedua langkah bisa disatukan menjadi satu matriks hasil kali BABA โ€” itulah komposisi transformasi.

Komposisiย (Aย laluย B):vโƒ—โ†’AAvโƒ—โ†’BB(Avโƒ—)=(BA)vโƒ—\text{Komposisi (A lalu B)}: \quad \vec{v} \xrightarrow{A} A\vec{v} \xrightarrow{B} B(A\vec{v}) = (BA)\vec{v}

Arti tiap simbol: AA = transformasi pertama yang dikenakan; BB = transformasi kedua yang bekerja pada hasil AA; BABA = matriks tunggal yang mewakili seluruh rangkaian, hasil kali matriks BB dengan AA.

Urutan penulisan agak menjebak: walau kamu โ€œmelakukan AA duluโ€, matriks gabungannya ditulis BABA (yang kanan bekerja lebih dulu). Ingat saja: matriks yang bekerja paling akhir menempati posisi paling kiri.

Urutan berpengaruh: BAโ‰ ABBA \neq AB

Perkalian matriks pada umumnya tidak komutatif โ€” BABA tidak selalu sama dengan ABAB. Akibatnya, urutan dua transformasi biasanya menghasilkan bayangan akhir yang berbeda. Pada widget utama, matriks gabungan โ€œrotasi lalu refleksiโ€ Fxโ‹…R90=(0โˆ’1โˆ’10)F_x \cdot R_{90} = \begin{pmatrix} 0 & -1 \\ -1 & 0 \end{pmatrix} berbeda dengan โ€œrefleksi lalu rotasiโ€ R90โ‹…Fx=(0110)R_{90} \cdot F_x = \begin{pmatrix} 0 & 1 \\ 1 & 0 \end{pmatrix} โ€” dua entri yang berbeda tanda, dua bayangan berbeda.

Komposisi transformasi AA lalu BB adalah transformasi tunggal yang matriksnya BABA. Karena perkalian matriks umumnya tak komutatif, BAโ‰ ABBA \neq AB sehingga urutan transformasi menentukan hasil akhir.

Cek sendiri dua hasil kali matriks pada bangun di bawah: preset pertama menghitung FxR90F_x R_{90}, preset kedua menghitung R90FxR_{90} F_x, dan preset ketiga selisihnya (FxR90)โˆ’(R90Fx)(F_x R_{90}) - (R_{90} F_x) sebagai matriks bukan nol โ€” bukti bahwa keduanya memang berbeda.

Pengecualian: komposisi yang komutatif

Tidak semua komposisi berurutan berbeda. Dilatasi adalah pengecualian: dua dilatasi dengan skala k1k_1 dan k2k_2 selalu komutatif, karena matriks skalar kelipatan identitas dapat dikomutasi. Hasil keduanya adalah dilatasi skala k1โ‹…k2k_1 \cdot k_2.

Komutatifitas komposisi = pertanyaan apakah BA=ABBA = AB. Untuk dua refleksi atau refleksi+rotasi, jawabannya biasanya tidak. Untuk dua dilatasi (matriks skalar) atau dua rotasi dengan sudut dijumlahkan, jawabannya ya. Membaca jenis transformasi sudah memberi petunjuk apakah urutan aman ditukar.

Pada bangun di bawah, komposisi dilatasi skala 2 lalu skala 3 menghasilkan skala 6 โ€” sama persis dengan skala 3 lalu skala 2. Bandingkan dengan widget sebelumnya: di situ urutan rotasi-refleksi menghasilkan dua bangun berbeda.

Soal TKA Matematika Tingkat Lanjut sering menyuruh menentukan matriks tunggal dari dua transformasi berurutan, atau menanyakan apakah dua urutan menghasilkan bayangan sama. Triknya: kalikan kedua matriks dalam urutan yang benar (yang terakhir kerja di kiri), lalu bandingkan entri-entrinya. Kerangka TKA (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) memasukkan komposisi transformasi pada elemen Geometri dan Pengukuran.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Diketahui A=(2003)A = \begin{pmatrix} 2 & 0 \\ 0 & 3 \end{pmatrix} (regangan) dan B=(0110)B = \begin{pmatrix} 0 & 1 \\ 1 & 0 \end{pmatrix} (refleksi garis y=xy = x). Tentukan matriks tunggal komposisi โ€AA lalu BBโ€, lalu tentukan bayangan titik (1,2)(1, 2) oleh komposisi itu.

Komposisi โ€AA lalu BBโ€ berarti AA bekerja dulu, lalu BB. Matriks tunggalnya adalah BABA โ€” matriks yang bekerja terakhir menempati posisi paling kiri.

BA=(0110)(2003)=(0โ‹…2+1โ‹…00โ‹…0+1โ‹…31โ‹…2+0โ‹…01โ‹…0+0โ‹…3)=(0320)BA = \begin{pmatrix} 0 & 1 \\ 1 & 0 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} 2 & 0 \\ 0 & 3 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 0 \cdot 2 + 1 \cdot 0 & 0 \cdot 0 + 1 \cdot 3 \\ 1 \cdot 2 + 0 \cdot 0 & 1 \cdot 0 + 0 \cdot 3 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 0 & 3 \\ 2 & 0 \end{pmatrix}.

(BA)vโƒ—=(0320)(12)=(0โ‹…1+3โ‹…22โ‹…1+0โ‹…2)=(62)(BA)\vec{v} = \begin{pmatrix} 0 & 3 \\ 2 & 0 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} 1 \\ 2 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 0 \cdot 1 + 3 \cdot 2 \\ 2 \cdot 1 + 0 \cdot 2 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 6 \\ 2 \end{pmatrix}. Jadi bayangannya (6,2)(6, 2).

Latih kecepatan menghitung satu entri hasil kali dua matriks dengan angka acak di bawah.

Jebakan: menulis komposisi โ€AA lalu BBโ€ sebagai ABAB. Yang benar: AA bekerja dulu pada vektor, lalu BB, sehingga matriks tunggalnya BABA โ€” matriks yang bekerja paling akhir menempati posisi paling kiri.

Jebakan: mengira semua komposisi transformasi komutatif karena โ€œhasilnya kan transformasi jugaโ€. Yang benar: perkalian matriks umumnya tak komutatif, jadi BAโ‰ ABBA \neq AB kecuali untuk pasangan tertentu (dua dilatasi, dua rotasi). Selalu hitung hasil kalinya sebelum menyimpulkan sama.

  • Komposisi transformasi โ€AA lalu BBโ€ = satu matriks BABA; yang bekerja terakhir di kiri.
  • Perkalian matriks umumnya tak komutatif: BAโ‰ ABBA \neq AB sehingga urutan menentukan hasil.
  • Komposisi rotasi-refleksi biasanya menghasilkan dua bayangan berbeda.
  • Komposisi dua dilatasi skala k1,k2k_1, k_2 komutatif: hasilnya skala k1โ‹…k2k_1 \cdot k_2.
  • Matriks identitas II netral: IA=AI=AIA = AI = A.