Langsung ke isi
Lyra
Matematika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca TKA

Teorema Sisa: Substitusi Mengganti Horner

Setelah ini kamu bisa menentukan sisa pembagian polinomial oleh (xโˆ’k)(x - k) hanya dengan substitusi f(k)f(k), dan menyatakannya sebagai teorema.

Di artikel Horner kamu sudah melihat satu kejutan: sisa pembagian oleh (xโˆ’k)(x - k) selalu sama dengan P(k)P(k). Benarkah itu kebetulan, atau sebuah pola yang selalu berlaku? Geser garis tegak x=kx = k pada grafik di bawah dan amati apakah nilai f(k)f(k) memang selalu identik dengan sisa pembagian yang dihitung Horner. Coba lihat sendiri di bawah.

Geser slider kk, lalu bandingkan tinggi titik f(k)f(k) dengan angka sisa pembagian.

Dari Horner ke teorema sisa

Ingat kembali hubungan dasar pembagian polinomial: P(x)=H(x)โ‹…D(x)+S(x)P(x) = H(x) \cdot D(x) + S(x). Bila pembaginya linear, D(x)=(xโˆ’k)D(x) = (x - k), maka derajat sisa harus kurang dari satu. Artinya sisanya bukan polinomial, melainkan sebuah konstanta SS.

Teorema sisa menyatakan bahwa sisa pembagian polinomial f(x)f(x) oleh (xโˆ’k)(x - k) sama dengan f(k)f(k). Dengan kata lain, f(x)=(xโˆ’k)โ‹…H(x)+f(k)f(x) = (x - k) \cdot H(x) + f(k).

Buktinya hanya satu baris. Substitusikan x=kx = k ke hubungan f(x)=(xโˆ’k)โ‹…H(x)+Sf(x) = (x - k) \cdot H(x) + S: suku (kโˆ’k)โ‹…H(k)(k - k) \cdot H(k) langsung nol, menyisakan f(k)=Sf(k) = S. Karena SS konstan, nilainya tidak bergantung pada xx, jadi ia memang sama dengan f(k)f(k) untuk sembarang kk.

f(x)=(xโˆ’k)โ‹…H(x)+S,S=f(k)f(x) = (x - k) \cdot H(x) + S, \quad S = f(k)

Arti tiap simbol: f(x)f(x) = polinomial yang dibagi; kk = konstanta pembagi linear (xโˆ’k)(x - k); H(x)H(x) = hasil bagi; SS = sisa berupa konstanta yang sama dengan nilai ff di kk.

Mengejar pola secara visual

Agar yakin bahwa teorema ini bukan kebetulan, kamu bisa membandingkan tiga nilai ff pada tiga titik berbeda sekaligus. Seret ketiga titik pada segitiga di bawah; masing-masing membawa nilai ff-nya sendiri, dan kamu bisa mencocokkannya dengan sisa pembagian oleh (xโˆ’k)(x - k) yang sesuai.

Tiga titik k=1k = 1, k=3k = 3, dan k=โˆ’2k = -2 semuanya memberi f(k)=0f(k) = 0 untuk f(x)=x3โˆ’2x2โˆ’5x+6f(x) = x^3 - 2x^2 - 5x + 6. Itu berarti ketiganya adalah akar: sisa pembaginya nol. Inilah jembatan menuju teorema faktor di artikel berikutnya.

Menghitung sisa dengan substitusi

Karena sisa = f(k)f(k), kamu tidak perlu lagi menyusun tabel Horner hanya untuk mencari sisa. Cukup substitusi nilai kk langsung ke polinomial. Untuk pembagi yang lebih umum, misalnya (ax+b)(ax + b), tulis ulang dulu menjadi a(x+ba)=a(xโˆ’(โˆ’ba))a\left(x + \frac{b}{a}\right) = a\left(x - \left(-\frac{b}{a}\right)\right), lalu substitusi k=โˆ’bak = -\frac{b}{a}.

Sebagai contoh, sisa f(x)=2x3โˆ’x2+4xโˆ’7f(x) = 2x^3 - x^2 + 4x - 7 dibagi (x+1)(x + 1) berarti k=โˆ’1k = -1, sehingga f(โˆ’1)=2(โˆ’1)3โˆ’(โˆ’1)2+4(โˆ’1)โˆ’7=โˆ’2โˆ’1โˆ’4โˆ’7=โˆ’14f(-1) = 2(-1)^3 - (-1)^2 + 4(-1) - 7 = -2 - 1 - 4 - 7 = -14. Tanpa Horner, tanpa bersusun, jawabannya langsung keluar.

Pikirkan teorema sisa sebagai โ€œkunci yang membuka kunci tertentuโ€. Pembagi (xโˆ’k)(x - k) adalah pertanyaan โ€œberapa nilai fungsi saat x=kx = k?โ€, dan sisa pembagian adalah jawabannya. Kamu tidak perlu membongkar seluruh polinomial โ€” cukup tanyakan nilainya di satu titik.

Latihan teorema sisa

Soal TKA Matematika Tingkat Lanjut sering menyembunyikan teorema sisa di balik pertanyaan seperti โ€œjika polinomial f(x)f(x) dibagi (xโˆ’2)(x - 2) bersisa 5, tentukan nilai parameter aa pada koefisien ffโ€. Triknya: substitusi x=2x = 2, samakan dengan sisa yang diketahui, lalu selesaikan persamaan untuk aa. Kerangka TKA (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) memasukkan teorema sisa sebagai cakupan resmi jalur MTL.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sisa pembagian f(x)=x4+2x3โˆ’x2+3x+af(x) = x^4 + 2x^3 - x^2 + 3x + a oleh (xโˆ’1)(x - 1) adalah 8. Tentukan nilai aa.

Menurut teorema sisa, sisa pembagian oleh (xโˆ’1)(x - 1) sama dengan f(1)f(1). Diketahui sisanya 8, maka f(1)=8f(1) = 8.

f(1)=14+2(1)3โˆ’(1)2+3(1)+a=1+2โˆ’1+3+a=5+af(1) = 1^4 + 2(1)^3 - (1)^2 + 3(1) + a = 1 + 2 - 1 + 3 + a = 5 + a.

Samakan 5+a=85 + a = 8, sehingga a=3a = 3. Cek: f(1)=5+3=8f(1) = 5 + 3 = 8, cocok dengan sisa yang diketahui.

Tantangan diri: tanpa menyusun tabel, sebutkan sisa pembagian polinomial oleh pembagi linear hanya dari satu substitusi.

Jebakan: menerapkan teorema sisa langsung pada pembagi yang bukan linear murni, misalnya (2xโˆ’6)(2x - 6). Yang benar: tulis ulang dulu menjadi 2(xโˆ’3)2(x - 3), baru substitusi k=3k = 3. Kalau kamu substitusi k=6k = 6, hasilnya salah karena kamu mengabaikan faktor skalar 2 di luar.

Jebakan: menganggap teorema sisa berlaku untuk pembagi kuadrat seperti (x2โˆ’4)(x^2 - 4). Yang benar: teorema sisa hanya berlaku untuk pembagi linear (xโˆ’k)(x - k). Untuk pembagi kuadrat, sisa bisa berbentuk linear ax+bax + b, sehingga kamu butuh dua kondisi โ€” gunakan pembagian bersusun atau sisa polinomial umum.

Jebakan: lupa bahwa sisa pembagian linear selalu konstanta, lalu menulisnya sebagai suku berisi xx. Yang benar: karena derajat sisa harus kurang dari derajat pembagi (yaitu satu), sisanya pasti berderajat nol โ€” bilangan real biasa, bukan fungsi xx.

  • Teorema sisa: sisa f(x)f(x) dibagi (xโˆ’k)(x - k) sama dengan f(k)f(k).
  • Bukti: substitusi x=kx = k pada f(x)=(xโˆ’k)H(x)+Sf(x) = (x - k)H(x) + S membuat suku (xโˆ’k)(x - k) nol.
  • Pembagi (ax+b)(ax + b): tulis ulang menjadi a(xโˆ’k)a(x - k) dengan k=โˆ’b/ak = -b/a, lalu substitusi.
  • Sisa pembagian linear selalu konstanta (derajat < 1).
  • f(k)=0f(k) = 0 berarti (xโˆ’k)(x - k) adalah faktor โ€” jembatan ke teorema faktor.