Langsung ke isi
Lyra
Matematika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca TKA

Perkalian Matriks: Baris Bertemu Kolom

Setelah ini kamu bisa mengalikan dua matriks dengan aturan baris-kali-kolom dan memeriksa apakah ordonya memenuhi syarat perkalian.

Toko online memetakan pesanan dari tiga pelanggan ke dua produk lewat matriks AA, lalu harga tiap produk lewat matriks BB. Total tagihan tiap pelanggan ternyata adalah hasil kali dua matriks โ€” bukan perkalian elemen per elemen, melainkan baris bertemu kolom. Geser titik pada mesin di bawah untuk melihat bagaimana satu sel hasil terbentuk dari pasangan baris-kolom, dan coba lihat sendiri di bawah.

Seret titik sudut untuk memilih baris kiri dan kolom kanan yang โ€œbertemuโ€ menjadi satu sel hasil.

Syarat ordo: harus cocok

Tidak seperti penjumlahan, perkalian matriks tidak dilakukan elemen per elemen. Kamu mengalikan baris matriks pertama dengan kolom matriks kedua, sehingga jumlah kolom matriks pertama harus sama dengan jumlah baris matriks kedua.

Matriks AA berordo mร—pm \times p dapat dikalikan dengan matriks BB berordo pร—np \times n, menghasilkan matriks ABAB berordo mร—nm \times n. Syaratnya: jumlah kolom AA = jumlah baris BB.

Bila ordonya tidak cocok, perkalian ditolak. Sebagai contoh, matriks 2ร—32 \times 3 tidak bisa dikalikan dengan matriks 2ร—22 \times 2, sebab kolom AA (3) berbeda dari baris BB (2). Tetapi matriks 2ร—32 \times 3 dapat dikalikan dengan matriks 3ร—43 \times 4, menghasilkan matriks 2ร—42 \times 4.

Aturan baris-kali-kolom

Setiap elemen hasil (AB)ij(AB)_{ij} diperoleh dengan mengalikan elemen baris ke-ii dari AA dengan elemen kolom ke-jj dari BB, lalu menjumlahkan. Ini operasi perkalian titik (dot product).

(AB)ij=โˆ‘k=1paikโ‹…bkj=ai1b1j+ai2b2j+โ‹ฏ+aipbpj(AB)_{ij} = \sum_{k=1}^{p} a_{ik} \cdot b_{kj} = a_{i1}b_{1j} + a_{i2}b_{2j} + \cdots + a_{ip}b_{pj}

Arti tiap simbol: aika_{ik} = elemen AA baris ii, kolom kk; bkjb_{kj} = elemen BB baris kk, kolom jj; pp = jumlah kolom AA sekaligus jumlah baris BB.

Sebagai contoh, untuk A=[1234]A = \begin{bmatrix} 1 & 2 \\ 3 & 4 \end{bmatrix} dan B=[5678]B = \begin{bmatrix} 5 & 6 \\ 7 & 8 \end{bmatrix}, elemen (AB)11=1โ‹…5+2โ‹…7=19(AB)_{11} = 1 \cdot 5 + 2 \cdot 7 = 19. Lanjut elemen (AB)12=1โ‹…6+2โ‹…8=22(AB)_{12} = 1 \cdot 6 + 2 \cdot 8 = 22, dan seterusnya hingga AB=[19224350]AB = \begin{bmatrix} 19 & 22 \\ 43 & 50 \end{bmatrix}.

Sifat perkalian matriks

Perkalian matriks tidak komutatif: pada umumnya ABโ‰ BAAB \neq BA. Bahkan kadang hanya satu arah yang terdefinisi. Tetapi perkalian matriks asosiatif, (AB)C=A(BC)(AB)C = A(BC), dan distributif terhadap penjumlahan, A(B+C)=AB+ACA(B + C) = AB + AC. Ada pula matriks identitas II yang berperan sebagai elemen netral: AI=IA=AAI = IA = A.

Pikirkan matriks sebagai mesin pengubah input. Matriks AA mengubah vektor vv menjadi AvAv, lalu matriks BB mengubah hasilnya menjadi B(Av)=(BA)vB(Av) = (BA)v. Urutan penting karena tiap mesin mengubah secara berbeda โ€” itulah sebabnya ABโ‰ BAAB \neq BA pada umumnya.

Latihan perkalian matriks

Soal TKA Matematika Tingkat Lanjut sering memberi dua matriks lalu menanyakan satu elemen hasil kali. Trik cepat: kamu tidak perlu menghitung seluruh matriks โ€” cukup ambil baris dan kolom yang sesuai, lalu hitung perkalian titiknya. Kerangka TKA (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) memasukkan perkalian matriks sebagai cakupan resmi jalur MTL.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Diketahui A=[102โˆ’1]A = \begin{bmatrix} 1 & 0 \\ 2 & -1 \end{bmatrix} dan B=[3โˆ’204]B = \begin{bmatrix} 3 & -2 \\ 0 & 4 \end{bmatrix}. Tentukan ABAB dan BABA.

AA dan BB keduanya berordo 2ร—22 \times 2, jadi ABAB dan BABA sama-sama terdefinisi dan berordo 2ร—22 \times 2.

(AB)11=1โ‹…3+0โ‹…0=3(AB)_{11} = 1 \cdot 3 + 0 \cdot 0 = 3; (AB)12=1โ‹…(โˆ’2)+0โ‹…4=โˆ’2(AB)_{12} = 1 \cdot (-2) + 0 \cdot 4 = -2; (AB)21=2โ‹…3+(โˆ’1)โ‹…0=6(AB)_{21} = 2 \cdot 3 + (-1) \cdot 0 = 6; (AB)22=2โ‹…(โˆ’2)+(โˆ’1)โ‹…4=โˆ’8(AB)_{22} = 2 \cdot (-2) + (-1) \cdot 4 = -8. Jadi AB=[3โˆ’26โˆ’8]AB = \begin{bmatrix} 3 & -2 \\ 6 & -8 \end{bmatrix}.

(BA)11=3โ‹…1+(โˆ’2)โ‹…2=โˆ’1(BA)_{11} = 3 \cdot 1 + (-2) \cdot 2 = -1; (BA)12=3โ‹…0+(โˆ’2)โ‹…(โˆ’1)=2(BA)_{12} = 3 \cdot 0 + (-2) \cdot (-1) = 2; (BA)21=0โ‹…1+4โ‹…2=8(BA)_{21} = 0 \cdot 1 + 4 \cdot 2 = 8; (BA)22=0โ‹…0+4โ‹…(โˆ’1)=โˆ’4(BA)_{22} = 0 \cdot 0 + 4 \cdot (-1) = -4. Jadi BA=[โˆ’128โˆ’4]โ‰ ABBA = \begin{bmatrix} -1 & 2 \\ 8 & -4 \end{bmatrix} \neq AB. Terbukti perkalian matriks tak komutatif.

Tantangan diri: hitung hanya satu elemen hasil tanpa menyusun seluruh matriks.

Jebakan: mengalikan matriks elemen per elemen seperti penjumlahan. Yang benar: perkalian matriks memakai aturan baris-kali-kolom (perkalian titik), bukan perkalian pasangan elemen pada posisi yang sama.

Jebakan: menganggap AB=BAAB = BA selalu. Yang benar: perkalian matriks tidak komutatif. Kadang hanya satu arah yang terdefinisi, dan bahkan bila keduanya terdefinisi, hasilnya bisa berbeda.

Jebakan: mengabaikan syarat ordo lalu mengalikan matriks yang tidak cocok. Yang benar: jumlah kolom matriks pertama harus sama dengan jumlah baris matriks kedua. Matriks 2ร—32 \times 3 tidak bisa dikalikan dengan 2ร—22 \times 2.

  • Syarat perkalian: kolom AA = baris BB; hasil ABAB berordo baris-AA ร— kolom-BB.
  • Aturan baris-kali-kolom: (AB)ij=โˆ‘kaikbkj(AB)_{ij} = \sum_k a_{ik} b_{kj} (perkalian titik).
  • Perkalian matriks tak komutatif (ABโ‰ BAAB \neq BA), tetapi asosiatif dan distributif.
  • Matriks identitas II: AI=IA=AAI = IA = A.
  • Hitung satu elemen hasil saja bila yang ditanya satu elemen โ€” tanpa menyusun seluruh matriks.