Bilangan Imajiner: Saat x² = −1 Punya Jawaban
Setelah ini kamu bisa menjelaskan mengapa satuan imajiner perlu diciptakan dan menuliskan bilangan kompleks dalam bentuk beserta letaknya di bidang Argand.
Di artikel diskriminan, kamu belajar bahwa saat persamaan kuadrat tidak punya akar real. Tapi apakah akarnya benar-benar hilang, atau hanya tidak muat di dunia bilangan yang kamu kenal? Coba selesaikan . Tidak ada bilangan real yang dikalikan dirinya sendiri menghasilkan negatif. Itulah tanda kamu sudah sampai di batas garis bilangan biasa — dan saatnya membuka dimensi baru. Geser slider di bawah, dan lihat sendiri titik mana yang luput dari sumbu-x.
Dari diskriminan negatif ke bilangan baru
Kamu sudah tahu rumus akar kuadrat: dengan . Ketika negatif, tanda akar menyembunyikan masalah — tidak ada di bilangan real. Tapi rumusnya tetap berjalan: tinggalkan saja tanda itu untuk sementara, dan kamu akan menemukan jawaban yang utuh di dimensi lain.
Satuan imajiner adalah bilangan baru yang memenuhi , atau ditulis terbalik, . Karena itu .
Inilah jalan keluarnya. Bilangan negatif sebenarnya punya akar, hanya saja akar itu bukan bilangan real melainkan bilangan imajiner. Dengan , akar menjadi dan , persis seperti rumus abc janjikan.
Garis bilangan real yang tidak muat
Sekarang coba tempatkan di garis bilangan yang biasa kamu pakai. Bilangan real seperti , , , , semua bisa diletakkan di satu garis mendatar. Tapi bukan real — di mana pun kamu menaruhnya di garis itu, ia akan keliru disangka bilangan real biasa.
Garis bilangan real ibarat rel kereta lurus ke kiri dan ke kanan. Bilangan tidak bisa ditumpangkan di rel itu; ia perlu rel kedua yang tegak lurus, seperti tiang yang berdiri naik. Dua rel inilah yang membentuk sebuah bidang.
Pada plot di bawah, sumbu mendatar adalah garis real. Saat kamu menggeser penanda ke bilangan , perhatikan tidak ada titik yang mewakili pada garis itu — ia membutuhkan dimensi kedua.
Bidang Argand: dua sumbu untuk satu bilangan
Karena bilangan real dan imajiner hidup berdampingan, keduanya disatukan dalam bidang Argand — bidang koordinat dengan sumbu mendatar sebagai sumbu real dan sumbu tegak sebagai sumbu imajiner. Setiap titik di bidang ini adalah satu bilangan kompleks.
Bilangan kompleks berbentuk , dengan bagian real dan bagian imajiner, keduanya bilangan real. Di bidang Argand, diletakkan di titik .
Geser titik pada bidang di bawah. Bagian real dibaca dari posisi mendatar, bagian imajiner dari posisi tegak. Bilangan real murni (seperti ) berada tepat di sumbu mendatar dengan ; bilangan imajiner murni (seperti ) berada di sumbu tegak dengan .
Bilangan kompleks sebagai panah
Cara lain melihat adalah sebagai vektor yang ditarik dari pusat ke titik . Panjang panah ini, disebut modulus , mengukur seberapa jauh dari pusat; dihitung dengan Pythagoras: . Sudutnya terhadap sumbu real positif disebut argumen.
Arti tiap simbol: = bagian real, = bagian imajiner; = jarak titik dari pusat bidang Argand.
Seret ujung panah di bawah dan amati modulusnya berubah. Bilangan yang jauh dari pusat punya modulus besar; bilangan dekat pusat punya modulus kecil.
Bilangan kompleks adalah fondasi Matematika Tingkat Lanjut, terutama untuk polinomial berakar kompleks dan kalkulus lanjut. Meskipun belum masuk kerangka TKA Matematika Tingkat Lanjut (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025), memahaminya membuka pintu ke teorema dasar aljabar bahwa tiap polinomial berderajat punya tepat akar di dunia kompleks.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Tentukan akar-akar dari , lalu tuliskan keduanya sebagai titik di bidang Argand.
Dari diperoleh .
. Maka atau . Keduanya imajiner murni.
berada di pada sumbu imajiner, dan di . Keduanya terletak di sumbu tegak karena bagian realnya nol.
Latih kecepatan membaca dan menulis bentuk dengan angka acak di bawah.
Jebakan: mengira karena akar negatif dianggap bilangan negatif biasa. Yang benar: . Bilangan negatif punya akar di dunia imajiner, bukan bilangan real negatif.
Jebakan: menghitung modulus sebagai (jumlah sederhana). Yang benar: , mengikuti teorema Pythagoras, karena modulus adalah panjang sisi miring segitiga siku-siku bersisi dan .
Jebakan: menyamakan bagian imajiner dengan seluruh suku (mis. menyebut bagian imajiner adalah ). Yang benar: bagian imajiner adalah koefisien di depan , yaitu saja. Konvensi ini penting agar operasi aljabar nanti konsisten.
- Bilangan kompleks lahir dari kebutuhan akar persamaan kuadrat berdiskriminan negatif.
- Satuan imajiner didefinisikan oleh , sehingga .
- Bentuk standar : bagian real, bagian imajiner.
- Bidang Argand menempatkan setiap di titik — real mendatar, imajiner tegak.
- Modulus mengukur jarak dari pusat.