Langsung ke isi
Lyra
Matematika · Kelas 11–12 · Fase F · 8 menit baca

Bilangan Imajiner: Saat x² = −1 Punya Jawaban

Setelah ini kamu bisa menjelaskan mengapa satuan imajiner ii perlu diciptakan dan menuliskan bilangan kompleks dalam bentuk a+bia + bi beserta letaknya di bidang Argand.

Di artikel diskriminan, kamu belajar bahwa saat D<0D < 0 persamaan kuadrat tidak punya akar real. Tapi apakah akarnya benar-benar hilang, atau hanya tidak muat di dunia bilangan yang kamu kenal? Coba selesaikan x2=−1x^2 = -1. Tidak ada bilangan real yang dikalikan dirinya sendiri menghasilkan negatif. Itulah tanda kamu sudah sampai di batas garis bilangan biasa — dan saatnya membuka dimensi baru. Geser slider di bawah, dan lihat sendiri titik mana yang luput dari sumbu-x.

Coba geser slider cc dan perhatikan kapan parabola lepas dari sumbu-x, sehingga akarnya tak terlihat.

Dari diskriminan negatif ke bilangan baru

Kamu sudah tahu rumus akar kuadrat: x=−b±D2ax = \frac{-b \pm \sqrt{D}}{2a} dengan D=b2−4acD = b^2 - 4ac. Ketika DD negatif, tanda akar menyembunyikan masalah — D\sqrt{D} tidak ada di bilangan real. Tapi rumusnya tetap berjalan: tinggalkan saja tanda itu untuk sementara, dan kamu akan menemukan jawaban yang utuh di dimensi lain.

Satuan imajiner ii adalah bilangan baru yang memenuhi i2=−1i^2 = -1, atau ditulis terbalik, i=−1i = \sqrt{-1}. Karena itu −9=9 i=3i\sqrt{-9} = \sqrt{9}\,i = 3i.

Inilah jalan keluarnya. Bilangan negatif sebenarnya punya akar, hanya saja akar itu bukan bilangan real melainkan bilangan imajiner. Dengan ii, akar x2=−1x^2 = -1 menjadi x=ix = i dan x=−ix = -i, persis seperti rumus abc janjikan.

Garis bilangan real yang tidak muat

Sekarang coba tempatkan ii di garis bilangan yang biasa kamu pakai. Bilangan real seperti −3-3, 00, 12\tfrac{1}{2}, 2\sqrt{2}, π\pi semua bisa diletakkan di satu garis mendatar. Tapi ii bukan real — di mana pun kamu menaruhnya di garis itu, ia akan keliru disangka bilangan real biasa.

Garis bilangan real ibarat rel kereta lurus ke kiri dan ke kanan. Bilangan ii tidak bisa ditumpangkan di rel itu; ia perlu rel kedua yang tegak lurus, seperti tiang yang berdiri naik. Dua rel inilah yang membentuk sebuah bidang.

Pada plot di bawah, sumbu mendatar adalah garis real. Saat kamu menggeser penanda ke bilangan 00, perhatikan tidak ada titik yang mewakili ii pada garis itu — ia membutuhkan dimensi kedua.

Bidang Argand: dua sumbu untuk satu bilangan

Karena bilangan real dan imajiner hidup berdampingan, keduanya disatukan dalam bidang Argand — bidang koordinat dengan sumbu mendatar sebagai sumbu real dan sumbu tegak sebagai sumbu imajiner. Setiap titik di bidang ini adalah satu bilangan kompleks.

Bilangan kompleks berbentuk z=a+biz = a + bi, dengan aa bagian real dan bb bagian imajiner, keduanya bilangan real. Di bidang Argand, zz diletakkan di titik (a,b)(a, b).

Geser titik pada bidang di bawah. Bagian real aa dibaca dari posisi mendatar, bagian imajiner bb dari posisi tegak. Bilangan real murni (seperti 33) berada tepat di sumbu mendatar dengan b=0b = 0; bilangan imajiner murni (seperti 2i2i) berada di sumbu tegak dengan a=0a = 0.

Bilangan kompleks sebagai panah

Cara lain melihat z=a+biz = a + bi adalah sebagai vektor yang ditarik dari pusat (0,0)(0,0) ke titik (a,b)(a, b). Panjang panah ini, disebut modulus ∣z∣|z|, mengukur seberapa jauh zz dari pusat; dihitung dengan Pythagoras: ∣z∣=a2+b2|z| = \sqrt{a^2 + b^2}. Sudutnya terhadap sumbu real positif disebut argumen.

∣z∣=a2+b2|z| = \sqrt{a^2 + b^2}

Arti tiap simbol: aa = bagian real, bb = bagian imajiner; ∣z∣|z| = jarak titik (a,b)(a,b) dari pusat bidang Argand.

Seret ujung panah di bawah dan amati modulusnya berubah. Bilangan yang jauh dari pusat punya modulus besar; bilangan dekat pusat punya modulus kecil.

Bilangan kompleks adalah fondasi Matematika Tingkat Lanjut, terutama untuk polinomial berakar kompleks dan kalkulus lanjut. Meskipun belum masuk kerangka TKA Matematika Tingkat Lanjut (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025), memahaminya membuka pintu ke teorema dasar aljabar bahwa tiap polinomial berderajat nn punya tepat nn akar di dunia kompleks.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Tentukan akar-akar dari x2+4=0x^2 + 4 = 0, lalu tuliskan keduanya sebagai titik di bidang Argand.

Dari x2+4=0x^2 + 4 = 0 diperoleh x2=−4x^2 = -4.

−4=4−1=2i\sqrt{-4} = \sqrt{4}\sqrt{-1} = 2i. Maka x=2ix = 2i atau x=−2ix = -2i. Keduanya imajiner murni.

2i2i berada di (0,2)(0, 2) pada sumbu imajiner, dan −2i-2i di (0,−2)(0, -2). Keduanya terletak di sumbu tegak karena bagian realnya nol.

Latih kecepatan membaca dan menulis bentuk a+bia + bi dengan angka acak di bawah.

Jebakan: mengira −9=−3\sqrt{-9} = -3 karena akar negatif dianggap bilangan negatif biasa. Yang benar: −9=3i\sqrt{-9} = 3i. Bilangan negatif punya akar di dunia imajiner, bukan bilangan real negatif.

Jebakan: menghitung modulus ∣a+bi∣|a + bi| sebagai a+ba + b (jumlah sederhana). Yang benar: ∣a+bi∣=a2+b2|a + bi| = \sqrt{a^2 + b^2}, mengikuti teorema Pythagoras, karena modulus adalah panjang sisi miring segitiga siku-siku bersisi aa dan bb.

Jebakan: menyamakan bagian imajiner dengan seluruh suku bibi (mis. menyebut bagian imajiner 3+2i3 + 2i adalah 2i2i). Yang benar: bagian imajiner adalah koefisien di depan ii, yaitu 22 saja. Konvensi ini penting agar operasi aljabar nanti konsisten.

  • Bilangan kompleks lahir dari kebutuhan akar persamaan kuadrat berdiskriminan negatif.
  • Satuan imajiner ii didefinisikan oleh i2=−1i^2 = -1, sehingga −k=k i\sqrt{-k} = \sqrt{k}\,i.
  • Bentuk standar z=a+biz = a + bi: aa bagian real, bb bagian imajiner.
  • Bidang Argand menempatkan setiap zz di titik (a,b)(a, b) — real mendatar, imajiner tegak.
  • Modulus ∣z∣=a2+b2|z| = \sqrt{a^2 + b^2} mengukur jarak zz dari pusat.