Langsung ke isi
Lyra
Matematika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca TKA

Elips & Sifat-Sifatnya

Setelah ini kamu bisa menuliskan persamaan elips bentuk baku, membaca sumbu mayor-minor dan fokusnya, serta menghitung eksentrisitas dari persamaan.

Lingkaran adalah bangun datar yang sudah kamu kuasai, tapi planet tidak mengelilingi matahari berbentuk lingkaran sempurna โ€” orbitnya sedikit lonjong, namanya elips. Satu elips punya dua titik istimewa bernama fokus, dan keajaibannya: jumlah jarak sembarang titik pada elips ke kedua fokus itu selalu sama. Dari sifat tali tetap inilah lahir persamaan elips. Coba lihat sendiri di bawah.

Coba seret titik pada keliling elips di bawah dan perhatikan jumlah jaraknya ke kedua fokus selalu tetap.

Definisi: jumlah jarak ke dua fokus tetap

Elips adalah himpunan semua titik yang jumlah jaraknya ke dua titik tetap selalu konstan. Dua titik tetap itu disebut fokus (tunggal: fokus), dan konstanta jumlah jaraknya sama dengan panjang sumbu mayor. Inilah sifat tali yang membuat tukang kebun bisa menggambar elips sempurna: tancapkan dua patok, ikat tali pada keduanya, lalu tarik tali tegang dengan pensil sambil mengelilingi kedua patok.

Elips adalah himpunan titik PP dengan PF1โ€พ+PF2โ€พ=2a\overline{PF_1} + \overline{PF_2} = 2a, di mana F1F_1 dan F2F_2 adalah dua fokus dan 2a2a adalah panjang sumbu mayor. Titik tengah antara kedua fokus adalah pusat elips.

Pada bangun di atas, elips disimulasikan sebagai poligon 16 titik yang masing-masing memenuhi sifat tali. Saat elips makin memipih, kedua fokus makin menjauh pusat; saat elips makin membulat, kedua fokus makin dekat ke pusat โ€” dan bila kedua fokus berimpit di pusat, elips menjadi lingkaran.

Persamaan baku elips

Untuk elips berpusat di (0,0)(0,0) dengan sumbu mayor mendatar, persamaannya bersih dan simetris. Sumbu mayor sepanjang 2a2a terentang pada sumbu-xx, sumbu minor sepanjang 2b2b pada sumbu-yy, dengan a>ba > b. Hubungan kedua fokus dengan aa dan bb ditentukan Pythagoras: c2=a2โˆ’b2c^2 = a^2 - b^2, dengan cc = jarak pusat ke fokus.

x2a2+y2b2=1,a>b,c2=a2โˆ’b2\frac{x^2}{a^2} + \frac{y^2}{b^2} = 1, \quad a > b, \quad c^2 = a^2 - b^2

Arti tiap simbol: aa = setengah sumbu mayor (terbesar); bb = setengah sumbu minor (terkecil); cc = jarak pusat ke tiap fokus; a2=b2+c2a^2 = b^2 + c^2 karena aa adalah sisi miring segitiga siku-siku yang dibentuk bb dan cc.

Plot di bawah memperlihatkan elips persamaan baku dengan dua slider: aa mengatur panjang sumbu mayor, bb mengatur sumbu minor. Perhatikan bagaimana elips melebar memanjang saat aa membesar, dan membulat saat aa mendekati bb.

Fokus dan eksentrisitas

Dua fokus elips berada pada sumbu mayor, berjarak cc dari pusat, dengan c=a2โˆ’b2c = \sqrt{a^2 - b^2}. Ukuran kepipihan elips diukur dengan eksentrisitas e=c/ae = c/a. Karena 0โ‰คc<a0 \leq c < a, maka 0โ‰คe<10 \leq e < 1. Bila e=0e = 0 (kedua fokus berimpit di pusat), elips menjadi lingkaran; bila ee mendekati 1 (fokus mendekati ujung sumbu mayor), elips sangat pipih memanjang.

c=a2โˆ’b2,e=ca,0โ‰คe<1c = \sqrt{a^2 - b^2}, \quad e = \frac{c}{a}, \quad 0 \leq e < 1

Arti tiap simbol: cc = jarak pusat ke fokus; ee = eksentrisitas (ukuran kepipihan). e=0e = 0 โ†’ lingkaran; ee mendekati 1 โ†’ elips sangat lonjong. Eksentrisitas selalu tak negatif dan kurang dari 1 untuk elips.

Plot di bawah menambah slider cc yang menggeser kedua fokus sepanjang sumbu mayor. Geser cc dan amati bagaimana eksentrisitas berubah; saat cc mendekati aa, elips makin memipih.

Soal elips sering muncul di TKA Matematika Tingkat Lanjut (kerangka 045/H/AN/2025, elemen Geometri dan Pengukuran). Pola umum: diberi persamaan, ditanya panjang sumbu mayor/minor, letak fokus, atau eksentrisitas. Triknya: dari penyebut tentukan aa dan bb (yang lebih besar = aa, di sumbu mayor); lalu hitung c=a2โˆ’b2c = \sqrt{a^2 - b^2} dan e=c/ae = c/a.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Diketahui elips dengan persamaan x225+y29=1\frac{x^2}{25} + \frac{y^2}{9} = 1. Tentukan panjang sumbu mayor, sumbu minor, koordinat fokus, dan eksentrisitas.

Penyebut x2x^2 adalah 25 (lebih besar), jadi sumbu mayor pada sumbu-xx dengan a2=25โ‡’a=5a^2 = 25 \Rightarrow a = 5. Penyebut y2y^2 adalah 9, jadi b2=9โ‡’b=3b^2 = 9 \Rightarrow b = 3. Panjang sumbu mayor =2a=10= 2a = 10, sumbu minor =2b=6= 2b = 6.

c=a2โˆ’b2=25โˆ’9=16=4c = \sqrt{a^2 - b^2} = \sqrt{25 - 9} = \sqrt{16} = 4. Karena sumbu mayor pada sumbu-xx, kedua fokus berada di (ยฑc,0)=(4,0)(\pm c, 0) = (4, 0) dan (โˆ’4,0)(-4, 0).

e=ca=45=0,8e = \frac{c}{a} = \frac{4}{5} = 0{,}8. Karena 0โ‰คe<10 \leq e < 1, ini sah sebagai elips, dan e=0,8e = 0{,}8 menandakan elips yang cukup pipih (orbit planet biasanya ee kecil, mendekati lingkaran).

Latih membaca sumbu mayor dari persamaan acak di bawah.

Jebakan: menganggap penyebut yang lebih kecil adalah a2a^2. Yang benar: a2a^2 selalu adalah penyebut yang lebih besar dan menentukan sumbu mayor. Bila penyebut y2y^2 lebih besar, sumbu mayor berada pada sumbu-yy, dan fokus pun di sumbu-yy.

Jebakan: menghitung eksentrisitas sebagai e=b/ae = b/a atau e=a/ce = a/c. Yang benar: e=c/ae = c/a dengan c=a2โˆ’b2c = \sqrt{a^2 - b^2}. Hasilnya selalu berada di antara 0 dan 1 untuk elips.

  • Elips = himpunan titik dengan jumlah jarak ke dua fokus tetap =2a= 2a.
  • Persamaan baku (mayor mendatar): x2a2+y2b2=1\frac{x^2}{a^2} + \frac{y^2}{b^2} = 1, a>ba > b.
  • c=a2โˆ’b2c = \sqrt{a^2 - b^2} = jarak pusat ke fokus; a2a^2 = penyebut terbesar.
  • Eksentrisitas e=c/ae = c/a; 0โ‰คe<10 \leq e < 1; e=0e = 0 โ†’ lingkaran.
  • Lingkaran adalah elips dengan kedua fokus berimpit di pusat.