Langsung ke isi
Lyra
Kimia · Kelas 11–12 · Fase F · 7 menit baca

Teori Asam-Basa Lewis

Setelah ini kamu bisa membedakan asam dan basa versi Lewis serta menjelaskan pembentukan ikatan koordinasi lewat serah-terima pasangan elektron.

Amonia (NH₃) bereaksi dengan ion hidrogen (H⁺) membentuk ion amonium (NH₄⁺). Reaksi ini bukan pertukaran proton seperti menurut Bronsted-Lowry, sebab H⁺ malah menerima pasangan elektron dari nitrogen. Gilbert Lewis mengusulkan sudut pandang lain: yang dipertukarkan adalah pasangan elektron. Asam adalah penerima, basa adalah pemberi. Coba pilah perannya di bawah.

Baca tiap spesies, lalu pilah ke peran Lewis-nya (Asam atau Basa), kemudian tekan Periksa.

Inti teori Lewis

Teori Lewis menggeser fokus dari proton ke pasangan elektron. Menurut Lewis, reaksi asam-basa adalah serah-terima pasangan elektron membentuk ikatan koordinasi (juga disebut ikatan datif). Definisi ini lebih luas daripada Arrhenius maupun Bronsted-Lowry karena tidak mensyaratkan hadirnya proton atau pelarut air.

Asam Lewis adalah spesies yang menerima pasangan elektron (akseptor). Basa Lewis adalah spesies yang menyumbangkan pasangan elektron (donor). Ikatan yang terbentuk dari serah-terima pasangan elektron ini disebut ikatan koordinasi.

Pasangkan tiap donor elektron dengan akseptor yang sesuai.

Ciri asam dan basa Lewis

Asam Lewis biasanya berupa kation logam atau molekul dengan atom pusat kekurangan elektron (tidak mencapai oktet), misalnya BF₃ dan AlCl₃. Basa Lewis umumnya memiliki pasangan elektron bebas, seperti NH₃, H₂O, OH⁻, dan Cl⁻. Mengenali ciri ini membantumu meramalkan reaksi tanpa harus menghafal.

Pembentukan ikatan koordinasi

Ikatan koordinasi terbentuk ketika basa Lewis menyumbangkan pasangan elektron bebasnya ke asam Lewis yang kekurangan elektron. Hasilnya adalah spesies baru dengan ikatan kovalen koordinasi. Pada NH₃ + H⁺ → NH₄⁺, nitrogen menyumbangkan pasangan elektron bebasnya ke H⁺ yang orbitalnya kosong, sehingga terbentuk empat ikatan N-H yang setara. Susun urutan pembentukannya.

Bayangkan asam Lewis seperti gelas kosong dan basa Lewis seperti teko berisi air. Air dituangkan dari teko ke gelas — teko (donor) kehilangan isinya, gelas (akseptor) menerima. Dalam reaksi Lewis, “air” itu adalah pasangan elektron. Yang Penting: kedua-duanya bisa berdiri sendiri, tetapi ketika bertemu, terjadilah pemindahan yang membentuk ikatan baru.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Reaksi antara amonia (NH₃) dengan boron trifluorida (BF₃) menghasilkan aduk F₃B-NH₃. Tentukan asam dan basa Lewis-nya, lalu jelaskan pembentukan ikatannya.

Nitrogen pada NH₃ memiliki pasangan elektron bebas, sehingga NH₃ berperan sebagai basa Lewis (donor). Boron pada BF₃ baru memiliki enam elektron valensi (belum oktet), sehingga BF₃ berperan sebagai asam Lewis (akseptor).

Pasangan elektron bebas dari nitrogen diserahkan ke orbital kosong boron, membentuk ikatan koordinasi N→B. Hasilnya aduk F₃B←NH₃ yang stabil karena kedua atom pusat kini mencapai oktet.

Jebakan: menyamakan asam Lewis dengan asam Bronsted. Yang benar: asam Bronsted adalah donor proton, sedangkan asam Lewis adalah akseptor pasangan elektron. Semua asam Bronsted adalah asam Lewis, tetapi tidak sebaliknya — BF₃ adalah asam Lewis tetapi bukan asam Bronsted karena tidak memiliki proton.

Jebakan: menganggap H⁺ menyumbangkan elektron dalam pembentukan NH₄⁺. Yang benar: H⁺ sama sekali tidak memiliki elektron; ia menerima pasangan elektron dari nitrogen, sehingga H⁼ berperan sebagai asam Lewis (akseptor).

  • Asam Lewis = akseptor pasangan elektron; basa Lewis = donor pasangan elektron.
  • Definisi Lewis lebih luas karena tidak mensyaratkan proton atau air.
  • Ikatan koordinasi terbentuk dari serah-terima pasangan elektron.
  • Asam Lewis khas: BF₃, AlCl₃, kation logam; basa Lewis khas: NH₃, H₂O, OH⁻.
  • Semua asam Bronsted adalah asam Lewis, tetapi tidak sebaliknya.