Langsung ke isi
Lyra
Kimia ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Sistem Dispersi: Suspensi, Koloid, Larutan

Setelah ini kamu bisa membedakan larutan sejati, koloid, dan suspensi berdasarkan ukuran partikel dan kestabilannya.

Tiga gelas berisi air bening diletakkan berjajar. Gula dilarutkan di gelas pertama, susu di gelas kedua, dan pasir di gelas ketiga. Semuanya โ€œtercampurโ€, tetapi nasibnya berbeda: gula tetap terlarut jernih, susu terlihat keruh tetapi tidak mengendap, dan pasir jatuh ke dasar. Ketika sinarnya ditembakkan, hanya satu gelas yang meneruskan berkas cahaya. Mengapa? Coba pilah di bawah.

Baca tiap campuran, lalu pilah ke jenis sistem dispersinya (larutan, koloid, atau suspensi), kemudian tekan Periksa.

Apa itu sistem dispersi

Sistem dispersi adalah campuran dua zat atau lebih yang tersebar (terdispersi) dalam medium pendispersi. Berdasarkan ukuran partikel terdispersi, sistem dispersi dibagi menjadi tiga: larutan sejati, koloid, dan suspensi. Perbedaan ukuran partikel inilah yang menentukan sifat seperti kejernihan, kestabilan, dan perilaku terhadap cahaya.

Sistem dispersi adalah campuran zat terdispersi dalam medium pendispersi. Larutan memiliki partikel < 1 nm, koloid 1-100 nm, dan suspensi > 100 nm. Hanya koloid yang memperlihatkan efek Tyndall (berkas cahaya terlihat jelas).

Pasangkan tiap jenis dispersi dengan ciri khasnya.

Efek Tyndall: pembeda koloid

Efek Tyndall adalah penghamburan berkas cahaya oleh partikel koloid sehingga jalannya cahaya terlihat jelas. Larutan sejati tidak memperlihatkan efek ini karena partikelnya terlalu kecil untuk menghamburkan cahaya, sedangkan suspensi menghamburkan tetapi partikelnya cepat mengendap. Efek Tyndall menjelaskan mengapa sinar mobil terlihat di kabut dan mengapa jalur proyektor terlihat di ruang berdebu.

Urutan ukuran partikel

Tiga jenis dispersi dibedakan oleh ukuran partikel terdispersi. Susun urutan ukurannya dari terkecil ke terbesar.

Bayangkan tiga gelas air. Pada larutan, partikelnya sekecil gula yang larut sempurna โ€” tak terlihat dan tak bisa disaring. Pada koloid, partikelnya sebesar butih susu yang melayang halus โ€” terlalu kecil untuk mengendap tapi cukup besar untuk menghambur cahaya. Pada suspensi, partikelnya sebesar pasir yang berat โ€” cepat jatuh ke dasar dan bisa disaring biasa.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Seorang siswa membuat tiga campuran: (i) gula dalam air, (ii) tepung dalam air, (iii) minyak dalam air dikocok. Tentukan jenis sistem dispersi tiap campuran.

Gula larut sempurna membentuk campuran jernih dan stabil dengan partikel < 1 nm. Ini adalah larutan sejati.

Tepung dalam air mula-mula tampak keruh lalu mengendap sebagian โ€” suspensi. Minyak dalam air yang dikocok membentuk tetesan-tetesan kecil yang tersebar lama sebelum memisah โ€” ini koloid (emulsi) bila distabilkan, atau suspensi bila cepat memisah.

Jebakan: menganggap semua campuran keruh adalah suspensi. Yang benar: campuran keruh yang stabil (tidak mengendap) biasanya koloid, seperti susu dan cat. Suspensi cepat mengendap setelah didiamkan. Uji waktu mengendap menjadi pembeda.

Jebakan: menyatakan larutan sejati memperlihatkan efek Tyndall. Yang benar: larutan sejati tidak menunjukkan efek Tyndall karena partikelnya terlalu kecil untuk menghambur cahaya; berkas cahaya hanya terlihat pada koloid.

  • Sistem dispersi: larutan (< 1 nm), koloid (1-100 nm), suspensi (> 100 nm).
  • Larutan: jernih, stabil, tak bisa disaring; suspensi: keruh, mengendap.
  • Koloid: tampak jernih/keruh, stabil, memperlihatkan efek Tyndall.
  • Efek Tyndall = penghamburan cahaya oleh partikel koloid.
  • Contoh: gula-air (larutan), susu (koloid), pasir-air (suspensi).