Jenis Larutan & Faktor Kelarutan
Setelah ini kamu bisa membedakan larutan elektrolit dan nonelektrolit serta menjelaskan pengaruh suhu dan ukuran partikel pada kelarutan.
Saat gula dilarutkan dalam air, larutan tetap tidak menghantarkan listrik โ lampu penguji tetap padam. Tetapi garam yang dilarutkan dalam jumlah sama membuat lampu menyala terang. Mengapa dua padatan putih yang sama-sama larut memberi hasil berbeda? Jawabannya terletak pada partikel yang bergerak bebas dalam larutan. Coba pilah jenis larutan di bawah.
Larutan elektrolit dan nonelektrolit
Larutan terbentuk ketika zat terlarut terurai menjadi partikel-partikel halus yang tersebar merata di pelarut. Berdasarkan kemampuan menghantarkan listrik, larutan dibagi menjadi dua. Larutan elektrolit menghasilkan ion-ion yang bergerak bebas sehingga menghantarkan arus listrik โ itulah sebabnya lampu penguji menyala. Larutan nonelektrolit tidak menghasilkan ion (partikelnya tetap berupa molekul netral), sehingga lampu tetap padam.
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik karena mengandung ion bebas. Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak menghantarkan arus listrik karena partikelnya berupa molekul netral yang tidak terurai.
Bagi ciri elektrolit kuat dan lemah.
Faktor kelarutan
Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat larut dalam sejumlah pelarut pada suhu tertentu. Beberapa faktor memengaruhi kelarutan. Suhu umumnya menaikkan kelarutan padatan (karena partikel pelarut lebih energetik) tetapi menurunkan kelarutan gas. Ukuran partikel yang lebih kecil (serbuk halus) mempercepat pelarutan karena luas permukaan kontak lebih besar. Pengadukan juga mempercepat partikel pelarut bertemu zat terlarut. Untuk gas, tekanan partial di atas larutan menentukan jumlah yang dapat larut (hukum Henry).
Pasangkan faktor dengan pengaruhnya pada kelarutan.
Lihat bejana larut sebagai bangun yang bisa kamu susun.
Bayangkan pelarut seperti para pekerja yang membongkar bongkahan batu menjadi kerikil. Serbuk halus (partikel kecil) lebih cepat dibongkar karena semua sisi batu terkena pekerja. Pengadukan seperti memutar bongkahan agar semua sisinya dikerjakan. Suhu tinggi membuat pekerja lebih gesit. Itulah sebabnya gula serbuk larut lebih cepat dalam air panas yang diaduk.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Seorang siswa menguji tiga larutan dengan lampu penguji. Larutan A: lampu menyala terang. Larutan B: lampu menyala redup. Larutan C: lampu padam. Tentukan jenis ketiga larutan.
Lampu menyala terang = banyak ion bebas = elektrolit kuat (mis. NaCl, HCl).
Lampu menyala redup = sedikit ion bebas = elektrolit lemah (mis. CHโCOOH, NHโ).
Lampu padam = tidak ada ion bebas = nonelektrolit (mis. gula, alkohol).
Jebakan: mengira semua padatan yang larut adalah elektrolit. Yang benar: kelarutan dan daya hantar listrik adalah dua hal berbeda. Gula sangat mudah larut tetapi nonelektrolit (tidak ada ion). NaCl larut dan elektrolit (ada ion). Uji dengan lampu, bukan dengan kelarutan.
Jebakan: menyamakan elektrolit kuat dengan konsentrasi pekat. Yang benar: kuat-lemah mengacu pada derajat ionisasi, bukan konsentrasi. Asam cuka pekat tetap elektrolit lemah; NaCl encer tetap elektrolit kuat.
- Elektrolit mengandung ion bebas; nonelektrolit berupa molekul netral.
- Elektrolit kuat terionisasi sempurna; lemah terionisasi sebagian.
- Suhu naik menaikkan kelarutan padatan, menurunkan gas.
- Ukuran partikel dan pengadukan mempercepat pelarutan.
- Kelarutan tidak sama dengan daya hantar listrik.