Langsung ke isi
Lyra
Kimia ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Molaritas & Pengenceran

Setelah ini kamu bisa menghitung molaritas larutan dan melakukan pengenceran dengan rumus M1 V1 sama M2 V2.

Di laboratorium, seorang teknisi sering mengambil satu botol larutan pekat lalu menambah air untuk membuat larutan yang lebih encer. Berapa air yang harus ditambahkan agar konsentrasinya tepat separuh? Soal ini muncul setiap hari di lab, dan jawabannya sederhana: jumlah mol zat tidak berubah, hanya volumenya bertambah. Coba pilah unsur rumus molaritas di bawah.

Seret tiap unsur ke peran yang sesuai (Bagian rumus atau Bukan), lalu tekan Periksa.

Definisi molaritas

Molaritas adalah cara paling umum menyatakan konsentrasi larutan di laboratorium kimia. Molaritas menyatakan berapa mol zat terlarut ada di setiap liter larutan. Larutan 1 M berarti tiap liter larutan mengandung 1 mol zat terlarut. Semakin tinggi molaritas, semakin pekat larutan itu. Karena molaritas mengaitkan mol (jumlah partikel) dengan volume larutan, ia sangat berguna untuk perhitungan stoikiometri reaksi di larutan.

Molaritas (M) adalah jumlah mol zat terlarut per liter larutan. Satuannya mol/L atau M.

Pasangkan satuan konsentrasi dengan artinya.

Rumus molaritas

Molaritas dihitung dengan membagi mol zat terlarut dengan volume larutan dalam liter. Bila zat diberikan sebagai massa, ubah dulu ke mol dengan membagi massa molar (M = massa/Mr). Volume harus dalam liter agar satuannya konsisten; bila volume dalam mililiter, bagi seribu.

M=nVM = \frac{n}{V} Arti tiap simbol: MM = molaritas (mol/L); nn = mol zat terlarut (mol); VV = volume larutan (liter). Untuk mengubah massa ke mol: n=m/Mrn = m / M_r.

Pengenceran dan rumus M1 V1 sama M2 V2

Pengenceran adalah menambah pelarut (biasanya air) ke larutan pekat agar konsentrasinya turun. Yang penting: jumlah mol zat terlarut tidak berubah saat pengenceran โ€” hanya volumenya bertambah. Maka berlaku M1V1=M2V2M_1 V_1 = M_2 V_2, di mana M1V1M_1 V_1 adalah molaritas dan volume larutan awal, dan M2V2M_2 V_2 adalah molaritas dan volume larutan akhir setelah pengenceran.

Susun urutan langkah pengenceran dengan benar.

Hitung sendiri molaritas larutan.

Bayangkan molaritas seperti kepadatan penduduk suatu kota. Mol zat adalah jumlah penduduk; volume larutan adalah luas kota. Molaritas tinggi berarti banyak penduduk di kota kecil (padat). Pengenceran seperti memperluas kota tanpa menambah penduduk โ€” kepadatan otomatis turun. Itulah inti M1 V1 = M2 V2: jumlah penduduk (mol) tetap, kota (volume) membesar, kepadatan (molaritas) mengecil.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Kamu memiliki 100 mL larutan HCl 2 M. Berapa mL air yang harus ditambahkan agar molaritasnya menjadi 0,5 M?

M1=2M_1 = 2 M, V1=100V_1 = 100 mL, M2=0,5M_2 = 0{,}5 M. Cari V2V_2.

M1V1=M2V2โ‡’2ร—100=0,5ร—V2M_1 V_1 = M_2 V_2 \Rightarrow 2 \times 100 = 0{,}5 \times V_2.

V2=200/0,5=400V_2 = 200 / 0{,}5 = 400 mL. Air yang ditambah = V2โˆ’V1=400โˆ’100=300V_2 - V_1 = 400 - 100 = 300 mL.

Jebakan: memakai volume dalam mililiter langsung pada rumus M = n/V. Yang benar: volume harus dalam liter. Bila soal memberikan mL, bagi seribu dulu sebelum substitusi.

Jebakan: mengira air yang ditambahkan sama dengan V2. Yang benar: air yang ditambahkan = V2 dikurangi V1 (volume awal). V2 adalah volume total larutan akhir, bukan tambahan air.

  • Molaritas = mol zat terlarut per liter larutan (M = n/V).
  • Volume harus dalam liter; satuan M = mol/L.
  • Pengenceran: M1 V1 = M2 V2 (mol zat tidak berubah).
  • Air yang ditambah = V2 dikurangi V1.
  • Molaritas tinggi berarti larutan pekat.