Langsung ke isi
Lyra
Kimia ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca

Sifat Koloid: Efek Tyndall & Gerak Brown

Setelah ini kamu bisa menjelaskan efek Tyndall dan gerak Brown sebagai ciri khas koloid yang membedakannya dari larutan sejati.

Sore hari, sinar matahari menembus celah dedaunan dan kamu melihat berkas cahaya jelas di udara berdebu. Susu cair terlihat putih keruh, sedangkan larutan gula bening jernih. Mengapa beda? Karena partikel koloid (1-100 nm) cukup besar untuk menghamburkan cahaya, tapi cukup kecil untuk tetap melayang. Inilah efek Tyndall โ€” ciri khas koloid. Ditambah gerak Brown, partikel koloid bergetar tak berhenti karena tumbukan molekul medium. Dua sifat ini membedakan koloid dari larutan dan suspensi. Coba pilah di bawah.

Baca tiap ciri, lalu pilah koloid atau larutan sejati, kemudian tekan Periksa.

Apa itu efek Tyndall

Efek Tyndall adalah penghamburan cahaya oleh partikel koloid, sehingga berkas cahaya menjadi terlihat saat melewati koloid. Ditemukan oleh John Tyndall (1869). Contoh sehari-hari: berkas sinar mobil di kabut berdebu, cahaya menembus suspensi tepung, lampu sorot di udara berasap. Larutan sejati (gula, garam) tidak menunjukkan efek Tyndall karena partikelnya terlalu kecil (ion atau molekul tunggal <1 nm) untuk menghamburkan cahaya tampak. Koloid punya partikel 1-100 nm yang pas untuk menghamburkan panjang gelombang cahaya tampak.

Efek Tyndall adalah penghamburan cahaya oleh partikel koloid (1-100 nm) sehingga berkas cahaya tampak saat melewati medium koloid. Gerak Brown adalah gerak acak terus-menerus partikel koloid akibat tumbukan molekul medium (air atau udara) yang bergerak cepat. Koloid adalah sistem dispersi dengan partikel terdispersi berukuran 1-100 nm. Larutan sejati adalah campuran homogen dengan partikel <1 nm (ion/molekul tunggal).

Pasangkan fenomena dengan penjelasannya.

Gerak Brown

Gerak Brown adalah gerak acak terus-menerus partikel koloid, ditemukan Robert Brown (1827) mengamati serbuk sari di air. Penyebabnya: molekul medium (air, udara) bergerak sangat cepat dan menumbuk partikel koloid dari segala arah secara tidak seimbang. Akibatnya partikel koloid bergerak zig-zag tak berhenti. Gerak Brown menjaga partikel koloid tetap melayang (tidak mengendap) โ€” ini sebab koloid stabil selama bertahun-tahun. Semakin kecil partikel dan semakin tinggi suhu, semakin cepat gerak Brown.

Sorot ciri efek Tyndall.

Stabilitas koloid

Koloid stabil karena dua sifat: gerak Brown (mencegah pengendapan) dan muatan listrik permukaan partikel (mencegah penggumpalan). Partikel koloid bermuatan sama (positif atau negatif), sehingga saling tolak dan tidak bergabung. Bila muatan ini dinetralkan (mis. elektrolit ditambahkan), partikel bergabung jadi besar dan mengendap โ€” inilah koagulasi. Contoh: sungai membawa lumpur koloid, saat bertemu elektrolit laut, terjadi koagulasi membentuk delta. Sifat lain: elektroforesis (partikel bermuatan bergerak ke elektrode berlawanan muatan), dialisis (pemisahan ion lewat membran semipermeabel).

Susun langkah identifikasi koloid.

Bayangkan partikel koloid seperti debu kecil melayang di udara yang disinari sinar senter. Debu terlalu kecil untuk dilihat langsung, tapi cukup besar untuk memantulkan cahaya senter (efek Tyndall), jadi kamu melihat berkas cahaya berdebu. Debu juga bergerak zig-zag karena ditumbuk molekul udara dari segala arah (gerak Brown). Larutan gula tak menunjukkan ini karena partikelnya terlalu kecil (molekul tunggal), tak bisa hamburkan cahaya. Itulah kenapa koloid โ€œkeruhโ€ tapi larutan โ€œbeningโ€.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Mengapa sungai membawa lumpur koloid sampai ke laut, lalu terbentuk delta?

Lumpur sungai adalah koloid (partikel tanah halus 1-100 nm bermuatan negatif) yang stabil karena muatan sama dan gerak Brown, sehingga tidak mengendap selama di aliran sungai.

Saat sungai bertemu laut, elektrolit (garam NaCl, MgClโ‚‚) menetralkan muatan partikel lumpur. Partikel yang tadinya tolak-menolak jadi bergabung, ukuran membesar, dan mengendap di muara. Endapan terakumulasi membentuk delta (seperti Delta Mahakam, Delta Musi).

Jebakan: menyamakan koloid dengan suspensi. Yang benar: koloid punya partikel 1-100 nm yang stabil (tidak mengendap), tampak keruh, dan menunjukkan efek Tyndall. Suspensi punya partikel >100 nm yang akan mengendap (pasir di air, debu di udara). Larutan sejati punya partikel <1 nm yang bening dan tanpa Tyndall. Tiga ukuran partikel menentukan tiga sistem dispersi yang berbeda.

Jebakan: menganggap efek Tyndall dan gerak Brown adalah fenomena yang sama. Yang benar: efek Tyndall adalah penghamburan cahaya (fenomena optik), sedangkan gerak Brown adalah gerak acak partikel (fenomena mekanik). Keduanya sama-sama ciri khas koloid, tapi mekanisme berbeda. Efek Tyndall bukti partikel cukup besar untuk hamburkan cahaya; gerak Brown bukti partikel cukup kecil untuk ditumbuk molekul medium.

  • Efek Tyndall: hamburan cahaya oleh partikel koloid.
  • Gerak Brown: gerak acak akibat tumbukan molekul medium.
  • Koloid: partikel 1-100 nm, keruh, stabil.
  • Larutan sejati: partikel <1 nm, bening, tanpa Tyndall.
  • Stabilitas: muatan partikel dan gerak Brown.