Sel Volta (Sel Galvani) & Notasi Sel
Setelah ini kamu bisa menjelaskan konversi energi kimia ke listrik dalam sel volta dan menuliskan notasi selnya.
Pelat tembaga dan papan seng dicelupkan ke larutannya masing-masing, dihubungkan kawat dan voltmeter. Jarum voltmeter segera bergerak menunjukkan tegangan. Tanpa colokan, tanpa baterai, listrik mengalir dari reaksi redoks spontan. Inilah sel volta, cikal-bakal baterai yang kita pakai setiap hari. Anoda tempat oksidasi, katoda tempat reduksi, keduanya dijembatani garam. Bagaimana komponen-komponennya bekerja? Coba pilah di bawah.
Inti sel volta
Sel volta (sel Galvani) adalah perangkat yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik lewat reaksi redoks spontan. Dua elektroda logam berbeda dicelupkan ke larutan ionnya, dihubungkan kawat penghantar. Elektron mengalir dari elektroda yang lebih aktif (anoda) ke elektroda yang kurang aktif (katoda). Arus listrik ini yang terbaca di voltmeter.
Sel volta adalah sel elektrokimia yang menghasilkan arus listrik dari reaksi redoks spontan. Anoda adalah elektroda tempat oksidasi (elektron keluar). Katoda adalah elektroda tempat reduksi (elektron masuk).
Pasangkan elektroda dengan peristiwanya.
Anoda dan katoda
Di sel volta, anoda adalah elektroda negatif karena di sanalah elektron dilepaskan oleh oksidasi. Katoda adalah elektroda positif karena menerima elektron untuk reduksi. Catatan: penandaan positif-negatif ini berlawanan dengan sel elektrolisis. Arus elektron selalu dari anoda ke katoda melalui kawat luar, sementara ion bergerak melalui jembatan garam untuk menjaga keseimbangan muatan.
Sorot ciri elektroda anoda.
Notasi sel
Notasi sel menuliskan susunan sel volta secara ringkas. Pola baku: anoda | ion anoda || ion katoda | katoda. Garis tunggal | memisahkan fase (elektroda dan larutan), garis ganda || menyatakan jembatan garam. Contoh sel Daniell: . Anoda (oksidasi) di kiri, katoda (reduksi) di kanan.
Susun langkah menulis notasi sel.
Bayangkan sel volta seperti pompa air otomatis. Oksidasi di anoda adalah kran yang memompa elektron keluar (anoda = negatif sumber). Kawat penghantar adalah selang air yang membawa elektron menuju katoda. Di katoda, reduksi adalah ember yang menampung elektron. Tanpa jembatan garam, air bisa macet karena tekanan menumpuk; jembatan garam melepas dan menampung ion agar aliran tetap lancar.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Tuliskan notasi sel untuk sel yang elektroda seng dan tembaga (seng lebih aktif, jadi anoda).
Seng lebih aktif โ anoda (oksidasi). Tembaga โ katoda (reduksi).
Notasi: .
Jebakan: menyangka anoda sel volta selalu positif. Yang benar: pada sel volta, anoda adalah elektroda negatif (sumber elektron), dan katoda positif. Penandaan ini berbalik pada sel elektrolisis (anoda positif, katoda negatif). Tetap ingat: anoda selalu tempat oksidasi, katoda selalu tempat reduksi โ apa pun jenis selnya.
Jebakan: menulis notasi sel dengan katoda di kiri. Yang benar: konvensi baku menempatkan anoda (oksidasi) di kiri dan katoda (reduksi) di kanan, dipisah jembatan garam ||. Membaliknya membuat pembaca salah menafsirkan arah reaksi.
- Sel volta: ubah energi kimia jadi listrik lewat redoks spontan.
- Anoda: oksidasi, elektroda negatif, massa berkurang.
- Katoda: reduksi, elektroda positif, massa bertambah.
- Elektron mengalir dari anoda ke katoda lewat kawat.
- Notasi: anoda | ion anoda || ion katoda | katoda.