Langsung ke isi
Lyra
Kimia ยท Penyegaran SMP ยท 6 menit baca

Asam, Basa & Indikator (Penyegaran IPA SMP)

Setelah ini kamu bisa membedakan asam, basa, dan zat netral, serta menggunakan indikator alami sederhana untuk menebak sifat suatu cairan.

Jus kubis ungu yang diteteskan ke air jeruk berubah merah muda, tetapi diteteskan ke sabun cuci berubah hijau. Dari warna saja, kamu sudah tahu air jeruk bersifat asam dan sabun bersifat basa. Bagaimana sebuah zat bisa dikelompokkan sebagai asam atau basa hanya dari warna? Coba pilah sendiri di bawah.

Seret tiap cairan rumah tangga ke kolom yang tepat, lalu tekan Periksa untuk melihat alasannya.

Sifat asam, basa, dan netral

Asam adalah zat yang bersifat kecut dan menghasilkan ion hidrogen (Hโบ) dalam air. Basa adalah zat yang bersifat pahit, licin di kulit, dan menghasilkan ion hidroksida (OHโป) dalam air. Zat netral bukan asam maupun basa.

Cara paling sederhana mengenali asam dan basa lewat sifat yang dapat diamati. Asam terasa kecut seperti jeruk dan cuka, sedangkan basa terasa licin seperti sabun dan sering pahit. Namun rasa dan sentuhan bukan cara aman untuk menguji bahan kimia; karena itu kita memakai indikator.

Air murni adalah contoh zat netral: tidak asam dan tidak basa. Larutan garam dapur juga netral karena ion penyusunnya tidak menambah Hโบ maupun OHโป. Memahami sifat-sifat dasar ini menjadi pondasi untuk topik larutan di kelas 10 nanti.

SifatAsamBasa
RasaKecutPahit
Sentuhanโ€”Licin
Ion dalam airHโบOHโป
ContohCuka, jerukSabun, kapur sirih

Indikator alami sederhana

Indikator adalah zat yang warnanya berubah pada kondisi asam atau basa berbeda, sehingga dipakai untuk memperkirakan sifat suatu larutan.

Bunga kembang sepatu, kunyit, dan jus kubis ungu adalah indikator alami yang mudah ditemukan. Jus kubis ungu berwarna ungu di larutan netral, berubah merah muda di asam, dan hijau sampai kuning di basa. Dengan mengamati perubahan warna ini, kamu sudah bisa memperkirakan apakah sebuah cairan bersifat asam, basa, atau netral tanpa menelan atau menyentuhnya.

Selain indikator alami, ada kertas lakmus yang sering dipakai di laboratorium. Lakmus merah berubah biru di basa; lakmus biru berubah merah di asam. Indikator ini bekerja karena zat warnanya peka terhadap perubahan ion Hโบ dan OHโป.

Menebak warna jus kubis

Untuk terampil memakai indikator, latih menebak warna yang muncul pada berbagai cairan.

Pikirkan jus kubis seperti lampu lalu lintas cairan: merah berarti asam (berhenti, kecut), hijau berarti basa (silakan, licin), ungu berarti netral (jalan terus, bukan dua-duanya).

Pasangkan sifat dengan contoh

Konsolidasi pemahaman dengan memasangkan jenis, sifat, dan contoh khasnya.

Soal tentang sifat asam-basa dan pembacaan indikator alami lazim muncul di asesmen IPA. Kerangka acuan: kerangka asesmen Pusmendik (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025). Kunci: hafalkan warna khas indikator pada kondisi asam, basa, dan netral.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Seorang siswa meneteskan jus kubis ungu ke tiga gelas berisi cairan tak dikenal. Gelas A berubah merah muda, gelas B tetap ungu, gelas C berubah hijau. Tentukan sifat tiap cairan.

Gelas A berubah merah muda โ†’ cairan bersifat asam. Gelas B tetap ungu โ†’ cairan netral.

Gelas C berubah hijau โ†’ cairan bersifat basa. Jadi, A = asam, B = netral, C = basa.

Jebakan: menyamakan rasa kecut dengan basa. Yang benar: rasa kecut menandakan asam, sedangkan basa terasa pahit dan licin. Selalu periksa dengan indikator, bukan rasa, untuk keamanan.

Jebakan: mengira jus kubis ungu selalu tetap ungu. Yang benar: warnanya berubah merah pada asam dan hijau pada basa; ungu hanya di kondisi netral.

  • Asam: kecut, menghasilkan ion Hโบ; contoh cuka dan jeruk.
  • Basa: licin dan pahit, menghasilkan ion OHโป; contoh sabun dan kapur sirih.
  • Zat netral: bukan asam maupun basa; contoh air murni dan larutan garam.
  • Indikator alami (jus kubis, kunyit) berubah warna untuk memperkirakan sifat larutan.