Langsung ke isi
Lyra
Kimia ยท Penyegaran SMP ยท 6 menit baca

Zat Tunggal & Campuran (Penyegaran IPA SMP)

Setelah ini kamu bisa membedakan unsur, senyawa, dan campuran, serta menjelaskannya dari susunan partikel penyusunnya.

Air gula, gula pasir, dan tabung oksigen di rumah sakit tampak mirip-mirip putih atau tak berwujud padat. Padahal ketiganya berbeda jenis di tingkat partikel. Air gula bisa dipisahkan kembali jadi air dan gula, tetapi air itu sendiri tidak bisa dipecah menjadi zat lain lewat cara fisika. Coba pilah sendiri di bawah.

Seret tiap benda dapur ke kolom yang tepat, lalu tekan Periksa untuk melihat alasannya.

Zat tunggal: unsur dan senyawa

Unsur adalah zat tunggal yang tersusun atas satu jenis atom dan tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain lewat reaksi kimia biasa. Senyawa adalah zat tunggal dari dua atau lebih jenis atom yang bergabung dengan perbandingan tetap.

Emas, oksigen, dan karbon adalah unsur: masing-masing hanya ada satu jenis atom. Air (Hโ‚‚O), gula (Cโ‚โ‚‚Hโ‚‚โ‚‚Oโ‚โ‚), dan garam dapur (NaCl) adalah senyawa: tersusun atas lebih dari satu jenis atom dalam susunan yang tetap. Yang penting, baik unsur maupun senyawa disebut zat tunggal karena komposisinya tetap dan tidak bisa dipisahkan dengan cara fisika sederhana seperti menyaring atau menguapkan.

Cara pandang partikel memperjelas bedanya. Pada unsur, semua partikel penyusun identik. Pada senyawa, partikel (molekul atau satuan rumus) tetap sama di mana-mana karena atom-atomnya terikat dengan perbandingan tetap.

Campuran: komposisi bisa berubah

Campuran adalah gabungan dua atau lebih zat yang tidak terikat secara kimia, sehingga komposisinya bisa berubah dan masih mempertahankan sifat zat penyusunnya.

Air gula, air laut, dan udara adalah campuran. Pada air gula, perbandingan gula dan air bisa kamu atur sesukamu; itulah perbedaan mencolok dengan senyawa yang perbandingannya tetap. Karena tidak terikat secara kimia, komponen campuran masih bisa dipisahkan kembali lewat cara fisika: menyaring, menguapkan, atau mendistilasi.

AspekUnsurSenyawaCampuran
Jenis atomSatuDua atau lebih (terikat)Bebas
KomposisiTetapTetapBisa berubah
Dipisah secara kimiaTidakYa, lewat reaksiTidak perlu (fisika)

Mengenali contoh di kehidupan

Agar cepat mengenali, pasangkan tiap jenis zat dengan contoh paling khasnya. Bukan sekadar menghafal, melainkan melatih insting memilah.

Bayangkan kue. Tepung, telur, dan gula adalah bahan (mirip unsur). Adonan kue yang sudah tercampur rata dan terbondong secara kimia adalah senyawa: susunannya tetap. Sedangkan taburan keju di atas kue adalah campuran: masih bisa kamu pisahkan tanpa merusak.

Latihan menghitung zat tunggal

Sekarang latih ketajamanmu menghitung berapa zat tunggal yang ada dalam sebuah daftar.

Soal pembeda unsur, senyawa, dan campuran lazim muncul di asesmen IPA. Kerangka acuan: kerangka asesmen Pusmendik (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025). Kunci: tanyakan apakah komposisi tetap dan apakah komponennya bisa dipisah secara fisika.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Seorang siswa punya tiga botol berlabel A (besi), B (air gula), dan C (air murni). Tentukan mana unsur, senyawa, dan campuran, lalu jelaskan alasannya.

Besi tersusun atas satu jenis atom saja dan tidak dapat diuraikan menjadi zat lain lewat reaksi kimia biasa. Jadi botol A (besi) adalah unsur.

Botol B (air gula) adalah campuran karena komposisi gula dan airnya bisa berubah dan dapat dipisahkan kembali lewat penguapan. Botol C (air murni, Hโ‚‚O) adalah senyawa karena tersusun atas atom H dan O dengan perbandingan tetap 2

dan tidak bisa dipisah secara fisika.

Jebakan: menyamakan senyawa dengan campuran karena keduanya tersusun atas lebih dari satu zat. Yang benar: senyawa memiliki perbandingan tetap dan tidak bisa dipisah secara fisika, sedangkan campuran sebaliknya.

Jebakan: menyebut air murni sebagai campuran. Yang benar: air murni (Hโ‚‚O) adalah senyawa karena perbandingan H dan O selalu 2

.

  • Unsur = satu jenis atom; senyawa = dua atau lebih atom berperbandingan tetap.
  • Campuran = gabungan zat tanpa ikatan kimia; komposisinya bisa berubah.
  • Zat tunggal (unsur dan senyawa) punya komposisi tetap; campuran tidak.
  • Campuran dapat dipisahkan secara fisika (saring, uapkan); senyawa butuh reaksi kimia.