Langsung ke isi
Lyra
Kimia ยท Kelas 10 ยท Fase E ยท 6 menit baca

Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier)

Setelah ini kamu bisa menjelaskan kekekalan massa pada reaksi dalam wadah tertutup dan menghitung massa produk dari massa reaktan.

Logam merkuri(II) oksida (HgO) dipanaskan dalam labu tertutup; massa totalnya tidak berubah meski sebagian berubah menjadi logam Hg dan gas Oโ‚‚. Bila labu dibuka, massanya turun โ€” gas oksigen lolos. Mengapa wadah tertutup begitu penting? Coba hitung sendiri di bawah.

Coba tekan soal baru dan hitung jumlah massa kedua reaktan; perhatikan angkanya menetap sebelum dan sesudah reaksi.

Apa itu hukum kekekalan massa

Hukum kekekalan massa (Lavoisier) menyatakan bahwa dalam reaksi kimia pada sistem tertutup, massa total zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.

Antoine Lavoisier membuktikannya dengan menimbang reaktan dan produk dalam wadah kedap. Hasilnya: massa tidak diciptakan dan tidak dimusnahkan, hanya berpindah wujud dari pereaksi ke hasil reaksi. Inilah yang membuat persamaan reaksi harus selalu setara โ€” atom-atomnya tidak hilang.

Sistem tertutup vs sistem terbuka

Kata kunci hukum ini adalah sistem tertutup: wadah yang tidak boleh ada materi (termasuk gas) yang keluar atau masuk. Bila gas hasil reaksi lolos ke udara, massa yang terukur turun โ€” bukan karena massa hilang, melainkan karena pindah ke lingkungan.

Bayangkan transaksi rekening bank. Bila kamu memindahkan saldo ke rekening lain dan tetap mengikuti keduanya, total saldo kamu tidak berubah (sistem tertutup). Bila kamu hanya melihat satu rekening, seolah-olah saldo berkurang (sistem terbuka). Massa berperilaku sama: yang diukur tergantung pada apa yang kamu ikuti.

Pelajari kasus wadah berikut.

Menghitung massa produk dari reaktan

Karena massa kekal, kamu bisa meramalkan massa produk bila massa reaktan diketahui. Bila ada gas yang lolos dari wadah terbuka, selisih massa itulah massa gas yang lepas. Latih perhitungan berikut.

Soal yang menguji kekekalan massa sering menyajikan tabel data sebelum-sesudah reaksi atau cerita wadah tertutup-terbuka. Kerangka acuan: kerangka asesmen Pusmendik (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025). Kunci: hafalkan syarat sistem tertutup dan perhitungan selisih massa sebagai massa gas.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Kapur karbonat (CaCOโ‚ƒ) seberat 25,0 g dipanaskan dalam wadah tertutup, terurai menjadi 14,0 g CaO dan gas COโ‚‚. Berapa massa gas COโ‚‚ yang terbentuk?

Massa reaktan = massa produk. 25,0 g = 14,0 g + massa COโ‚‚.

Massa COโ‚‚ = 25,0 - 14,0 = 11,0 g.

Karena reaksi dalam wadah tertutup, gas COโ‚‚ tidak lolos, jadi seluruh 11,0 g terhitung sebagai produk. Massa total 14,0 + 11,0 = 25,0 g โ€” kekal.

Jebakan: mengira hukum kekekalan massa gagal pada wadah terbuka. Yang benar: hukum tetap berlaku โ€” yang terukur berkurang karena gas lolos, tetapi massa total sistem (termasuk lingkungan) tetap kekal.

Jebakan: melupakan massa gas dalam perhitungan. Yang benar: gas punya massa dan harus dihitung sebagai produk atau pereaksi.

  • Hukum kekekalan massa (Lavoisier): massa total sebelum = sesudah reaksi pada sistem tertutup.
  • Syarat wajib: sistem tertutup (kedap), termasuk terhadap gas.
  • Pada wadah terbuka, gas lolos sehingga massa terukur berubah; selisihnya = massa gas.
  • Kekekalan mewajibkan persamaan reaksi selalu setara.