Asam Karboksilat & Esterifikasi
Setelah ini kamu bisa menjelaskan sifat asam karboksilat dan reaksi esterifikasi Fischer antara asam dan alkohol dengan katalis asam.
Cuka dapur berasa masam karena asam asetat. Pisang beraroma khas karena ester isopentil asetat. Sabun mandi dari reaksi asam lemak dengan basa. Semua berakar pada dua gugus fungsi berkerabat: asam karboksilat (-COOH) dan ester (-COO-). Asam karboksilat bersifat asam karena dapat melepaskan Hโบ; ester terbentuk saat asam bereaksi alkohol. Reaksi pembentukan ester, disebut esterifikasi Fischer, menghasilkan senyawa beraroma harum yang banyak dipakai parfum dan rasa. Coba pilah di bawah.
Asam karboksilat
Asam karboksilat memiliki gugus karboksil (-COOH) โ gabungan gugus karbonil (C=O) dan hidroksi (-OH) pada atom karbon yang sama. Gugus ini dapat melepaskan Hโบ sehingga bersifat asam lemah. Contoh: asam format (HCOOH, paling sederhana, dalam sengat lebah), asam asetat (CHโCOOH, dalam cuka), asam benzoat (pengawet makanan), asam sitrat (dalam jeruk). Asam karboksilat membentuk ikatan hidrogen sehingga rantai pendek larut air dan titik didihnya lebih tinggi dari alkohol bermassa sama.
Asam karboksilat adalah senyawa dengan gugus -COOH yang bersifat asam (melepas Hโบ). Ester adalah senyawa dengan gugus -COO- antara dua gugus alkil/asil. Esterifikasi Fischer adalah reaksi pembentukan ester dari asam karboksilat dan alkohol dengan katalis asam (biasanya HโSOโ pekat).
Pasangkan asam dengan ester yang dihasilkan.
Esterifikasi Fischer
Ester terbentuk lewat reaksi esterifikasi Fischer: asam karboksilat bereaksi alkohol dengan katalis asam kuat (HโSOโ) dan pemanasan. Persamaan umum: R-COOH + Rโ-OH โ R-COO-Rโ + HโO. Reaksi ini reversibel โ agar produk ester maksimal, salah satu pereaksi dibuat berlebih atau air dipindahkan. Ester yang dihasilkan biasanya beraroma harum: etil asetat beraroma pisang, etil butanoat nanas, metil salisilat wintergreen. Inilah mengapa ester banyak dipakai dalam parfum dan flavor.
Sorot ciri esterifikasi.
Hidrolisis ester (kebalikan esterifikasi)
Esterifikasi bersifat reversibel. Kebalikannya, hidrolisis ester, memecah ester menjadi asam karboksilat dan alkohol lagi dengan bantuan air dan katalis (asam atau basa). Hidrolisis dengan basa kuat (NaOH) menghasilkan garam asam karboksilat (sabun, bila ester asam lemak) โ reaksi ini disebut saponifikasi. Inilah dasar pembuatan sabun dari lemak hewani/nabati dan NaOH.
Susun langkah esterifikasi Fischer.
Bayangkan esterifikasi seperti pertukaran hadiah. Asam karboksilat (R-COOH) memegang gugus -OH, alkohol (Rโ-OH) memegang atom H. Saat dipertemukan dengan katalis asam, mereka bertukar: asam menyerahkan -OH, alkohol menyerahkan H, keduanya bergabung membentuk ester (R-COO-Rโ), sementara -OH dan H bergabung menjadi air. Karena reaksi dapat balik, kalau air terlalu banyak, mereka bisa bertukar kembali.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Tuliskan persamaan esterifikasi antara asam asetat (CHโCOOH) dan etanol (CโHโ OH) dengan HโSOโ.
Asam asetat CHโCOOH + etanol CโHโ OH dengan katalis HโSOโ.
CHโCOOH + CโHโ OH โ CHโCOOCโHโ (etil asetat) + HโO.
Jebakan: mengira esterifikasi berlangsung tanpa katalis. Yang benar: esterifikasi Fischer reversibel dan lambat tanpa katalis. Katalis asam (HโSOโ pekat) diperlukan untuk mempercepat mencapai kesetimbangan. Selain itu, salah satu pereaksi biasanya dibuat berlebih atau air dipindahkan untuk menggeser kesetimbangan ke produk ester.
Jebakan: menyamakan esterifikasi dengan netralisasi. Yang benar: netralisasi adalah asam + basa โ garam + air (reaksi ion, cepat, tak reversibel). Esterifikasi adalah asam karboksilat + alkohol โ ester + air (reaksi kovalen, perlu katalis, reversibel). Walau keduanya menghasilkan air, mekanisme dan produknya jauh berbeda.
- Asam karboksilat gugus -COOH, asam lemah.
- Ester gugus -COO-, biasanya beraroma harum.
- Esterifikasi: asam + alkohol + H2SO4 โ ester + air.
- Reaksi reversibel; geser dengan berlebih pereaksi.
- Hidrolisis basa ester = saponifikasi (dasar sabun).