Langsung ke isi
Lyra
Geografi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

SDA Tambang & Energi: Fosil vs Terbarukan

Setelah ini kamu bisa membedakan SDA tambang (minyak, batu bara, logam) dan sumber energi fosil-terbarukan di Indonesia.

Bensin yang mengisi motor, batu bara yang menyalakan PLTU, tembaga dari Mimika, dan sinar matahari yang panas sepanjang tahun โ€” semuanya SDA Indonesia. Sebagian bisa habis (fosil), sebagian selalu ada (terbarukan). Indonesia masih sangat bergantung batu bara dan minyak, padahal matahari, air, dan angin tersedia melimpah. Mengapa begitu sulit beralih? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca tiap SDA, lalu pilah ke jenisnya, kemudian tekan Periksa.

SDA tambang Indonesia

SDA tambang adalah kekayaan alam di bawah tanah hasil proses geologi jutaan tahun. Ada tiga kelompok. Pertama, bahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara, gas alam) โ€” sumber energi utama Indonesia yang berasal dari sisa makhluk hidup purba. Kedua, logam (tembaga, emas, nikel, timah, besi) โ€” ditambang untuk industri dan ekspor; tembaga Freeport Papua dan nikel Sulawesi termasuk terbesar. Ketiga, batuan industri (kapur, granit, marmer) dan mineral lain (pasir kuarsa, fosfat). Sebaran tambang Indonesia tidak merata, mengikuti jalur geologi cincin api.

SDA tambang adalah kekayaan alam berupa mineral dan bahan galian di bawah permukaan bumi, terbentuk dari proses geologi, dan sebagian besar tidak dapat diperbarui.

Pasangkan sumber energi dengan cirinya.

Energi fosil vs terbarukan

Energi fosil (minyak, batu bara, gas) terbentuk jutaan tahun dan jumlahnya terbatas โ€” sekali habis tidak bisa diperbarui. Indonesia pernah menjadi anggota OPEC, tetapi produksi minyak menurun dan kini menjadi pengimpor neto. Energi terbarukan (matahari, air, angin, panas bumi, biomassa) selalu tersedia dan tidak habis. Indonesia berpotensi besar: garis khatulistiwa memberi matahari melimpah, ribuan sungai untuk PLTA, dan ratusan gunung api untuk panas bumi. Tantangannya, infrastruktur energi terbarukan masih mahal di awal dan bergantung cuaca.

Lengkapi teks energi fosil vs terbarukan.

Bauran energi primer Indonesia

Lihat bauran energi sebagai bangun.

Bayangkan energi fosil seperti tabungan lama yang sekali diambil habis. Indonesia โ€œmenghabiskan minyakโ€ masa lalu tanpa bisa mengisi ulang. Energi terbarukan seperti matahari yang setiap hari โ€œtransferโ€ energi baru tanpa mengurangi tabungan. Tantangannya, memakai tabungan lama (fosil) cepat dan murah, sedangkan beralih ke transfer harian (terbarukan) butuh investasi mahal di awal.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. PLTU batu bara menghasilkan listrik murah tetapi menghasilkan CO2 banyak. PLTS surya bersih tetapi mahal di awal dan bergantung cuaca. Jelaskan pertimbangan Indonesia dalam transisi energi.

Batu bara murah dan listriknya stabil, sehingga PLTU masih jadi tulang punggung listrik Indonesia.

Batu bara menghasilkan CO2 banyak yang mempercepat perubahan iklim, dan cadangannya terbatas.

Indonesia perlu transisi bertahap: mempertahankan batu bara sementara, tetapi meningkatkan PLTS, PLTA, dan panas bumi agar di masa depan energi bersih dan tak habis menggantikan fosil.

Jebakan: menganggap batu bara terbarukan karena โ€œmasih ada cadanganโ€. Yang benar: batu bara tergolong energi fosil yang tidak dapat diperbarui. Cadangan yang ada sekarang terbentuk jutaan tahun dan sekali dibakar habis, tidak bisa diisi ulang dalam skala waktu manusia.

Jebakan: mengira energi terbarukan sepenuhnya tanpa kelemahan. Yang benar: PLTS dan PLTB bergantung cuaca (matahari tak selalu bersinar, angin tak selalu kencang) sehingga butuh penyimpanan (baterai) atau cadangan. PLTA bisa mengganggu ekosistem sungai. Energi terbarukan lebih bersih, tetapi tetap punya tantangan teknis-lingkungan.

  • SDA tambang: energi fosil (minyak, batu bara, gas), logam (tembaga, nikel, timah), batuan industri.
  • Fosil terbentuk jutaan tahun, jumlah terbatas, tidak terbarukan.
  • Terbarukan: matahari, air, angin, panas bumi, biomassa โ€” tak habis.
  • Indonesia masih dominan batu bara; target transisi ke energi hijau.
  • Tambang logam: tembaga Papua, nikel Sulawesi, timah Bangka Belitung.