Langsung ke isi
Lyra
Geografi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

SDA Hayati: Hutan, Perikanan, Pertanian

Setelah ini kamu bisa mengenal SDA hayati Indonesia (hutan, perikanan, pertanian) beserta pemanfaatan dan kerentanan lingkungannya.

Hutan tropis Sumatra dan Kalimantan, sawah hijau di Jawa, laut kaya ikan di sekitar Sulawesi โ€” semua SDA hayati yang menyokong ekonomi Indonesia. Tapi kekayaan ini rapuh. Hutan ditebangi untuk sawit, ikan ditangkap berlebihan, dan sawah diubah jadi perumahan. Mengapa SDA hayati lebih rentan daripada SDA tambang? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca tiap SDA, lalu pilah ke jenisnya, kemudian tekan Periksa.

Tiga kelompok SDA hayati

SDA hayati adalah kekayaan alam berupa makhluk hidup yang dapat diperbarui asal dikelola berkelanjutan. Ada tiga kelompok utama Indonesia. Pertama, hutan (hutan tropis dataran rendah, hutan pegunungan, mangrove) yang menyimpan keanekaragaman hayati luar biasa dan menjadi paru-paru dunia. Kedua, pertanian (padi sawah, jagung, kebun sawit, karet, kopi) โ€” tulang punggung pangan dan ekspor. Ketiga, perikanan (laut dan budidaya) โ€” Indonesia dengan wilayah laut luas menjadi produsen ikan besar. Berbeda dari SDA tambang yang sekali habis, SDA hayati bisa pulih bila dipanen tak berlebihan.

SDA hayati adalah kekayaan alam berupa makhluk hidup (hutan, tanaman, ikan, satwa) yang dapat diperbarui jika dikelola secara berkelanjutan.

Pasangkan kawasan dengan komoditas utamanya.

Kerentanan SDA hayati

Walaupun bisa diperbarui, SDA hayati sangat rentan terhadap eksploitasi berlebihan dan perubahan lingkungan. Hutan ditebangi untuk sawit dan tambang sehingga satwa kehilangan habitat dan karbon lepas. Terumbu karang rusak akibat pengeboman ikan dan pemanasan laut. Ikan ditangkap berlebihan (overfishing) sehingga stok menipis. Lahan pertanian subur di Jawa dikonversi menjadi perumahan dan industri. Bila pengelolaan tidak berkelanjutan, SDA hayati yang seharusnya bisa pulih justru punah.

Lengkapi teks kerentanan SDA hayati.

Tutupan hutan: lestari ke terdegradasi

Lihat kerusakan hutan sebagai bangun.

Bayangkan SDA hayati seperti tabungan yang bisa bertambah bila dijaga. Hutan โ€œmenabungโ€ kayu dan satwa lewat pertumbuhan lambat. Ikan โ€œmenabungโ€ lewat berkembang biak. Tetapi kalau kita menarik lebih cepat dari bunga tabungan (menebang lebih cepat dari tumbuh, menangkap lebih cepat dari berkembang biak), tabungan menyusut dan lama-lama habis. Kunci SDA hayati: panen tidak boleh melampaui kemampuan pulih.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah hutan seluas 10 ribu hektar ditebangi 500 hektar per tahun untuk sawit, sementara hutan hanya mampu pulih 100 hektar per tahun. Hitung saldo per tahun dan jelaskan keberlanjutannya.

Saldo = pertumbuhan dikurangi penebangan = 100 dikurangi 500 = negatif 400 hektar per tahun.

Tiap tahun hutan berkurang 400 hektar. Dalam 25 tahun (10.000 dibagi 400), hutan habis sama sekali.

Pengelolaan tidak berkelanjutan karena penebangan melampaui pertumbuhan. Harus dikurangi penebangan atau ditingkatkan reboisasi agar SDA hayati lestari.

Jebakan: mengira SDA hayati selalu aman karena โ€œbisa pulihโ€. Yang benar: SDA hayati bisa pulih hanya bila dipanen tak melampaui kemampuan regenerasi. Bila penebangan lebih cepat dari pertumbuhan atau penangkapan ikan lebih cepat dari berkembang biak, SDA hayati justru punah lebih cepat daripada SDA tambang yang sekurang-kurangnya bisa disimpan.

Jebakan: menyamakan sawit dengan hutan. Yang benar: kelapa sawit adalah perkebunan monokultur (pertanian), bukan hutan. Hutan tropis menyimpan ribuan jenis makhluk hidup, sedangkan kebun sawit hanya satu jenis. Mengganti hutan dengan sawit menghasilkan komoditas, tetapi mengorbankan keanekaragaman hayati.

  • SDA hayati: hutan, pertanian, perikanan; dapat diperbarui bila berkelanjutan.
  • Hutan tropis dan mangrove menyimpan keanekaragaman dan karbon.
  • Pertanian (padi, sawit, karet) menyokong pangan dan ekspor.
  • Perikanan laut dan budidaya; rusak oleh overfishing dan pengeboman.
  • SDA hayati pulih hanya bila panen tak melampaui regenerasi.