Langsung ke isi
Lyra
Geografi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca

Gempa Bumi: Sebab, Skala, & Bencana

Setelah ini kamu bisa menjelaskan mekanisme gempa bumi, membedakan magnitudo dan intensitas (MMI), serta menyusun langkah mitigasi gempa.

Pada 2018, Palu diguncang gempa magnitudo 7,4 yang memicu tsunami dan likuifaksi. Pada 2006, Yogyakarta diguncang magnitudo 5,9 yang meratakan ribuan rumah. Mengapa gempa โ€œlebih kecilโ€ bisa sangat merusak? Jawabannya bukan hanya besar magnitudo, tetapi juga kedalaman, jenis tanah, dan kesiapan masyarakat. Coba geser magnitudo di bawah dan bandingkan dampaknya.

Coba geser slider magnitudo (M), lalu perhatikan amplitudo gelombang (y) bertumbuh secara logaritmik.

Apa itu gempa bumi

Gempa bumi adalah getaran yang merambat di kerak bumi akibat pelepasan energi tiba-tiba, biasanya dari pergerakan lempeng tektonik atau aktivitas vulkanik. Energi yang terkumpul lama di sesar (patahan) lepas saat batuan tak lagi sanggup menahan tekanan. Getaran ini merambat sebagai gelombang seismik ke segala arah dari hiposenter (pusat gempa di dalam bumi) dan muncul di permukaan sebagai episenter.

Gempa bumi adalah getaran kulit bumi akibat pelepasan energi tiba-tiba dari pergerakan lempeng atau aktivitas vulkanik. Hiposenter = pusat di dalam bumi; episenter = titik di permukaan tepat di atas hiposenter.

Indonesia rawan gempa karena berada di pertemuan tiga lempeng besar (Indo-Australia, Eurasia, Pasifik) dengan zona subduksi aktif. Hampir setiap tahun terjadi gempa besar di sepanjang Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Maluku.

Magnitudo vs intensitas

Dua skala gempa yang sering tertukar: magnitudo dan intensitas. Magnitudo (M, misal Mw) mengukur energi yang dilepas di sumber โ€” satu angka per gempa, tidak peduli di mana kamu berada. Intensitas (Misal MMI/Mercalli) mengukur dampak yang dirasakan di permukaan โ€” bisa berbeda di tiap lokasi. Gempa yang sama bisa berintensitas tinggi di dekat episenter dan rendah di jauh.

M=logโก10(A)+cM = \log_{10}(A) + c

Arti tiap simbol: M = magnitudo; A = amplitudo gelombang; c = konstanta koreksi.

Setiap kenaikan satu magnitudo berarti sekitar 10 kali amplitudo dan 32 kali energi. Inilah mengapa gempa M7 jauh lebih dahsyat dari M6 โ€” bukan โ€œsedikit lebih besarโ€ tetapi puluhan kali lipat.

Jenis gempa

MMI dan magnitudo

Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) menggambarkan dampak gempa di permukaan dalam romawi I-XII. MMI I = tak terasa; MMI V-VI = terasa kuat, barang bergeser; MMI VIII-IX = merusak bangunan; MMI XI-XII = total. Berbeda dari magnitudo yang satu angka per gempa, MMI bervariasi menurut jarak dan jenis tanah.

Bayangkan magnitudo seperti watt lampu โ€” sifat lampu itu sendiri. MMI seperti terang yang kamu rasakan di tiap sudut ruangan โ€” dekat lampu terang benderang, jauh redup. Satu lampu (satu magnitudo), banyak tingkat terang (banyak MMI).

Mitigasi gempa

Karena gempa tak bisa diduga persis, mitigasi adalah kunci. Mitigasi struktural: bangunan tahan gempa, ketaatan SNI 1726. Mitigasi non-struktural: pengamanan furnitur, jalur evakuasi, simulasi rutin. Mitigasi sistem: peringatan dini, peta bahaya, penataan ruang. Kamu perlu mengurutkan langkah mitigasi dengan benar.

Jebakan: menyimpulkan gempa magnitudo besar selalu lebih merusak. Yang benar: dampak juga bergantung kedalaman, jarak, jenis tanah, dan kesiapan bangunan โ€” gempa M6 dangkal di tanah lunak bisa lebih merusak dari M7 dalam di tanah keras.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Gempa Palu 2018 bermagnitudo Mw 7,4 dengan kedalaman 10 km, memicu tsunami dan likuifaksi. Jelaskan mengapa dampaknya sangat dahsyat meski magnitudonya โ€œhanyaโ€ 7,4.

Magnitudo 7,4 termasuk besar, tetapi kedalaman 10 km sangat dangkal sehingga energi sampai di permukaan hampir penuh.

Teluk Palu memperkuat tsunami, dan tanah berpasir di pesisir mengalami likuifaksi โ€” kehilangan kekuatan saat digetar, sehingga bangunan tenggelam. Kombinasi dangkal, tsunami, dan likuifaksi menjelaskan dahsyatnya dampak.

Jebakan: menyamakan episenter dengan hiposenter. Yang benar: hiposenter di dalam bumi (sumber getaran); episenter di permukaan tepat di atasnya โ€” paling terasa dampaknya.

Jebakan: mengira gempa bisa diramal persis kapan dan di mana. Yang benar: hingga kini gempa tak bisa diramal tepat; yang bisa dilakukan adalah mitigasi dan peringatan dini detik-detik sesudah gempa terjadi (sebelum gelombang merusak sampai).

  • Gempa = getaran akibat pelepasan energi dari lempeng/vulkanik/runtuhan.
  • Hiposenter = pusat di dalam bumi; episenter = titik di permukaan di atasnya.
  • Magnitudo (energi sumber) berbeda dari MMI (dampak permukaan).
  • Setiap kenaikan 1 magnitudo = 10x amplitudo, ~32x energi.
  • Mitigasi: struktur tahan gempa, peringatan dini, simulasi, jalur evakuasi.