Langsung ke isi
Lyra
Fisika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca TKA

Resonansi dan Pelayangan Bunyi

Setelah ini kamu bisa membedakan resonansi dari pelayangan bunyi serta menghitung frekuensi pelayangan dari selisih dua frekuensi sumber.

Bunyikan dua garpu tala yang nyaris sama nadanya โ€” telingamu akan mendengar suara yang berdenyut-denyut, membesar lalu mengecil secara berkala. Tukar salah satu dengan garpu tala lain yang nadanya benar-benar sama, dan denyut itu hilang, digantikan suara yang makin lama makin keras. Inilah dua gejala yang sering tertukar: pelayangan dan resonansi. Coba geser kedua frekuensi di bawah saling mendekat, lalu lihat sendiri apa yang terjadi pada denyutnya.

Geser tombol preset dari โ€œjauhโ€ ke โ€œdekatโ€, lalu amati amplopnya.

Dua gejala yang sering tertukar

Resonansi dan pelayangan (beat) sama-sama melibatkan dua sumber bunyi, tapi terjadi pada kondisi frekuensi yang berbeda. Memahami beda keduanya adalah kunci soal-soal TKA: tabel di bawah merangkum intinya.

AspekResonansiPelayangan (beat)
Frekuensi sumberSama persisBerdekatan, beda sedikit
Yang terdengarSuara makin lama makin kerasSuara berdenyut periodik
Peran superposisiPuncak-bertemu-puncak terus-menerusPuncak kadang bertemu, kadang saling meniadakan
AplikasiGelas pecah, antenna, MRIMenyetem alat musik

Resonansi: sefrekuensi sefase

Resonansi terjadi saat sebuah benda digetarkan dengan frekuensi yang sama persis dengan frekuensi alaminya. Setiap gelombang datang tiba pada saat yang tepat untuk menambah energi โ€” puncak selalu bertemu puncak, lembah selalu bertemu lembah. Hasilnya amplitudo makin lama makin besar, walau sumber getaran kecil.

Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya sebuah benda karena digetarkan dengan frekuensi yang sama dengan frekuensi alamiahnya. Pada resonansi, amplitudo getaran bertambah besar seiring waktu karena energi terus-menerus dipindahkan dari sumber ke benda.

Pada superposisi dua gelombang sefrekuensi-sefase, resultannya adalah penjumlahan amplitudo yang stabil: y=2Asinโก(ฯ‰t)y = 2A \sin(\omega t) โ€” tidak ada denyut, hanya gelombang yang lebih keras. Inilah yang terjadi saat dua garpu tala identik dibunyikan bersamaan.

Lihat di bawah: dua gelombang sefrekuensi-sefase menghasilkan resultan dengan amplitudo dua kali โ€” tidak ada denyut. Geser fase salah satu, dan resultannya tetap berbentuk sinus dengan amplitudo tetap (lebih kecil bila tidak sefase), tapi tidak pernah berdenyut.

Ibarat ayunan anak di taman: kalau kamu dorong tepat saat ia sampai di puncak (frekuensi sama, fase sama), ayunannya makin lama makin tinggi walau doronganmu kecil. Itulah resonansi. Kalau dorong di saat asal-asalan, ayunan malah berhenti โ€” energi terbuang.

Pelayangan: dua frekuensi berdekatan

Pelayangan (beat) terjadi saat dua gelombang searah dengan frekuensi yang hampir sama sedikit berbeda. Karena hampir sefrekuensi, puncak kedua gelombang kadang bertemu puncak (penguatan) dan kadang bertemu lembah (peredaman) โ€” pola amplopnya membesar-mengecil secara periodik. Suara yang kamu dengar pun berdenyut-denyut.

flayang=โˆฃf1โˆ’f2โˆฃf_{\text{layang}} = |f_1 - f_2|

Arti tiap simbol: flayangf_{\text{layang}} = frekuensi pelayangan (Hz), f1f_1 dan f2f_2 = frekuensi kedua sumber (Hz). Tanda nilai mutlak karena frekuensi tidak mungkin negatif. Frekuensi yang โ€œterdengarโ€ rata-rata = (f1+f2)/2(f_1 + f_2)/2.

Jadi dua garpu tala berfrekuensi 256 Hz dan 259 Hz akan menghasilkan pelayangan dengan frekuensi โˆฃ256โˆ’259โˆฃ=3|256 - 259| = 3 Hz โ€” kamu mendengar tiga denyut per detik. Begitu salah satu disetem hingga persis sama, denyut itu hilang โ€” inilah cara tuner gitar dan piano bekerja: setem sampai pelayangan menghilang.

Lihat denyut di bawah. Frekuensi yang berbeda sedikit menghasilkan amplop yang naik-turun; frekuensi yang sama menghasilkan amplop rata.

Hubungan selisih frekuensi dan frekuensi pelayangan

Rumus flayang=โˆฃf1โˆ’f2โˆฃf_{\text{layang}} = |f_1 - f_2| adalah hubungan linear: makin besar selisih, makin cepat denyutnya. Tapi bila selisih terlalu besar (di atas sekitar 7 Hz), telinga manusia tidak lagi menangkapnya sebagai denyut โ€” kedua nada terdengar terpisah sebagai dua nada berbeda (interval musik).

Lihat grafik linear di bawah: setiap kenaikan selisih 1 Hz menambah satu denyut per detik.

Menyetem alat musik: pelayangan sebagai alat

Penyetem gitar dan piano memakai pelayangan sebagai indikator. Mereka membunyikan dua senar (atau satu senar dan garpu tala referensi) yang seharusnya sefrekuensi. Bila ada pelayangan, berarti masih ada selisih โ€” senar terus disetem sampai denyut itu melambat dan akhirnya hilang. Saat pelayangan hilang, kedua frekuensi sudah sama persis.

Lihat di bawah: ketika kedua frekuensi terus dirapatkan, periode pelayangan makin panjang (denyut makin lambat), lalu hilang saat sama persis.

Resonansi dan pelayangan termasuk kerangka TKA Fisika elemen gelombang (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025). Soal tipikal: (1) menghitung frekuensi pelayangan dari dua frekuensi sumber, (2) menentukan salah satu frekuensi bila diketahui frekuensi pelayangan dan frekuensi lainnya, dan (3) membedakan kondisi resonansi dari pelayangan. Jebakan klasik: tertukar antara resonansi (sefrekuensi) dan pelayangan (beda frekuensi sedikit) โ€” teliti kata โ€œsamaโ€ atau โ€œberdekatanโ€ pada soal.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Dua senar gitar dibunyikan bersamaan. Senar pertama berfrekuensi 440 Hz, dan terdengar pelayangan dengan frekuensi 4 Hz. Senar kedua diketahui memiliki frekuensi lebih tinggi dari senar pertama. Berapakah frekuensi senar kedua?

flayang=โˆฃf1โˆ’f2โˆฃf_{\text{layang}} = |f_1 - f_2|. Diketahui f1=440f_1 = 440 Hz, flayang=4f_{\text{layang}} = 4 Hz.

Karena f2>f1f_2 > f_1, nilai mutlak bisa dibuka positif: flayang=f2โˆ’f1f_{\text{layang}} = f_2 - f_1. 4=f2โˆ’440โ‡’f2=444ย Hz.4 = f_2 - 440 \quad\Rightarrow\quad f_2 = 444 \text{ Hz}. Jadi frekuensi senar kedua 444 Hz.

Bila soal tidak memberi tahu mana yang lebih tinggi, ada dua kemungkinan: f2=444f_2 = 444 Hz atau f2=436f_2 = 436 Hz. Soal ini menyatakan f2f_2 lebih tinggi, jadi jawabannya tunggal: 444 Hz. Untuk menyetem senar kedua supaya sefrekuensi dengan senar pertama (440 Hz), turunkan frekuensinya hingga pelayangan hilang.

Jebakan: tertukar antara resonansi (sefrekuensi) dan pelayangan (frekuensi berdekatan). Yang benar: resonansi butuh kesamaan frekuensi agar amplitudo bertambah terus; pelayangan butuh dua frekuensi yang sedikit berbeda agar muncul denyut.

Jebakan: menghitung frekuensi pelayangan sebagai jumlah f1+f2f_1 + f_2. Yang benar: frekuensi pelayangan adalah SELISIH โˆฃf1โˆ’f2โˆฃ|f_1 - f_2|. Jumlah frekuensi tidak punya makna fisik yang didengar telinga.

Jebakan: lupa bahwa rumus pelayangan memberi dua kemungkinan frekuensi. Yang benar: bila soal tidak menyatakan mana yang lebih tinggi, jawaban bisa f2=f1ยฑflayangf_2 = f_1 \pm f_{\text{layang}} (dua kemungkinan). Teliti kata โ€œlebih tinggiโ€ atau โ€œlebih rendahโ€ pada soal.

  • Resonansi = benda bergetar dengan frekuensi sama dengan frekuensi alamiahnya; amplitudo membesar.
  • Pelayangan (beat) = dua gelombang searah dengan frekuensi berdekatan; suara berdenyut.
  • Frekuensi pelayangan: flayang=โˆฃf1โˆ’f2โˆฃf_{\text{layang}} = |f_1 - f_2|.
  • Frekuensi rata-rata yang terdengar: (f1+f2)/2(f_1 + f_2)/2.
  • Penyeteman alat musik = mendenyutkan pelayangan sampai hilang (frekuensi sama).