Langsung ke isi
Lyra
Fisika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca

Rangkaian AC Resistif & Konsep Fasor

Setelah ini kamu bisa menganalisis rangkaian AC beban resistor murni โ€” menghitung arus efektif dari Hukum Ohm, menjelaskan arus-tegangan sefase, dan membaca diagram fasor sebagai roda berputar sinusoid.

Setrika dan lampu pijar adalah beban paling sederhana di rumah: resistor murni. Tidak ada induktor, tidak ada kapasitor โ€” hanya kawat yang menolak arus dengan hambatan tetap. Saat tegangan PLN naik menuju puncak, arus naik bersamanya; saat tegangan turun melewati nol, arus ikut nol. Keduanya bergerak serempak seperti bayangan kembar, tak ada penundaan fase. Inilah titik mulai membaca fasor: sebuah panah berputar yang jejaknya pada sumbu mendatar adalah nilai sesaat sinusoid. Geser slider tegangan di bawah dan saksikan kurva arus menempel sempurna pada kurva tegangan.

Geser slider amplitudo tegangan dan resistansi, lalu perhatikan kurva arus menempel sefase dengan tegangan.

Resistor di AC: Hukum Ohm tetap berlaku

Pada resistor murni, hambatan RR tidak peduli apakah arus searah atau bolak-balik. Kapan pun tegangan VV menghantam ujung resistor, arus I=V/RI = V/R mengalir seketika, sebesar itu juga, tanpa jeda. Inilah perbedaan utama resistor dari induktor dan kapasitor yang akan kamu temui nanti: resistor tidak menyimpan energi di medan apa pun, ia langsung mengubahnya menjadi panas. Maka pada resistor, nilai efektif tegangan dan arus tetap dihubungkan oleh Hukum Ohm yang sudah kamu kenal.

Vefektif=Iefektifโ‹…RatauIefektif=VefektifRV_{\text{efektif}} = I_{\text{efektif}} \cdot R \qquad \text{atau} \qquad I_{\text{efektif}} = \frac{V_{\text{efektif}}}{R}

Arti tiap simbol: VefektifV_{\text{efektif}} = tegangan efektif AC (V), IefektifI_{\text{efektif}} = arus efektif AC (A), RR = hambatan resistor (ohm). Bentuknya persis Hukum Ohm DC, hanya memakai nilai efektif rms. Karena RR tak bergantung frekuensi, hubungan ini berlaku untuk semua frekuensi AC.

Grafik di bawah memperlihatkan linearitas terbalik arus terhadap resistansi. Geser slider tegangan untuk menggeser titik kerja.

Arus dan tegangan sefase pada resistor

Karena arus langsung mengikuti tegangan tanpa jeda (I=V/RI = V/R sesaat), kedua besaran mencapai puncak, nol, dan lembah pada saat yang sama. Tidak ada pergeseran fase seperti yang akan terjadi pada induktor (arus tertinggal) atau kapasitor (arus mendahului). Dikatakan arus dan tegangan sefase โ€” beda fase nol derajat. Inilah ciri khas beban resistif murni yang membedakannya dari beban reaktif.

Sefase berarti dua besaran sinusoid mencapai puncak dan lembah pada saat yang sama โ€” beda fasenya nol derajat. Pada resistor murni, arus dan tegangan selalu sefase karena arus langsung mengikuti tegangan tanpa jeda (Hukum Ohm sesaat i=v/Ri = v/R).

Untuk merasakan bagaimana hambatan membatasi arus pada rangkaian sungguhan, geser slider resistor di bawah. Karena nilai efektif yang dipakai, amperemeter dan voltmeter membaca angka konstan โ€” seperti DC.

Konsep fasor: sinusoid sebagai bayangan roda berputar

Membaca dua atau lebih sinusoid yang berbeda fase langsung dari kurva cepat memusingkan. Karena itu dipakai fasor: sebuah panjang berputar seperti jarum jam (panjangnya = amplitudo, sudut putarnya = fase). Saat fasor berputar seragam, bayangannya pada sumbu mendatar naik-turun sebagai sinusoid sinโก(ฯ‰t)\sin(\omega t). Dua fasor yang berputar bersama dengan sudut sama menghasilkan dua sinusoid sefase; dua fasor yang menyapu sudut 90 derajat menghasilkan dua sinusoid beda fase 90 derajat. Inilah alat bantu untuk menjumlahkan tegangan-arus berbeda fase tanpa trigonometri berat.

Bayangkan dua sepeda yang berputar pada kecepatan sama di atas panggung berputar, masing-masing dengan lampu di atasnya. Penonton di samping panggung melihat lampu naik-turun sebagai gelombang sinus โ€” itulah sinusoid. Bila kedua lampu berputar sejajar (sudut sama), keduanya naik-turun serempak (sefase). Bila satu mendahului seperempat putaran, lampunya unggul seperempat periode. Fasor adalah posisi sudut lampu itu; sinusoid adalah bayangan vertikalnya.

Pada resistor, karena arus dan tegangan sefase, kedua fasornya berputar sejajar (sudut sama) โ€” hanya panjangnya berbeda. Saat kamu nanti mempelajari induktor dan kapasitor, fasor arus akan menyapu 90 derajat dari fasor tegangan, dan itulah yang memungkinkan penjumlahan geometris menjadi impedansi.

Daya pada resistor: selalu positif, osilasi frekuensi ganda

Karena arus dan tegangan sefase, hasil kalinya (daya sesaat p=vโ‹…ip = v \cdot i) selalu positif โ€” tak pernah ada momen energi dikembalikan ke sumber, semua diserap jadi panas. Daya sesaat berosilasi pada frekuensi ganda 2f2f (karena sinโก2=(1โˆ’cosโก2ฯ‰t)/2\sin^2 = (1-\cos 2\omega t)/2), tetapi rata-ratanya positif dan inilah daya yang dirasakan setrika. Bandingkan dengan beban reaktif murni yang daya rata-ratanya nol (energi bolak-balik tanpa disipasi).

Walaupun arus bolak-balik tidak masuk cakupan resmi TKA Fisika (kelistrikan TKA terbatas statis + arus searah), rangkaian AC resistif adalah dasar penting ujian sekolah sebelum membahas reaktansi. Tip soal lazim: (1) hitung arus efektif I=V/RI = V/R; (2) hitung daya rata-rata P=VefektifIefektif=Vefektif2/RP = V_{\text{efektif}} I_{\text{efektif}} = V_{\text{efektif}}^2/R; (3) jelaskan mengapa arus-tegangan sefase pada resistor. Jebakan klasik: memakai nilai maksimum bukan efektif di rumus daya, atau mengira ada beda fase pada resistor padahal nol.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah setrika R=100R = 100 ฮฉ\Omega dicolokkan ke PLN 220220 V efektif, f=50f = 50 Hz. (a) Berapa arus efektif yang mengalir? (b) Berapa daya rata-rata yang dihasilkan? (c) Berapa beda fase antara arus dan tegangan?

Iefektif=VefektifR=220100=2,2I_{\text{efektif}} = \dfrac{V_{\text{efektif}}}{R} = \dfrac{220}{100} = 2{,}2 A. Arus efektif 2,2 ampere mengalir melalui setrika, sama persis seperti diberi DC 220 V.

Daya rata-rata P=Vefektifโ‹…Iefektif=220ร—2,2=484P = V_{\text{efektif}} \cdot I_{\text{efektif}} = 220 \times 2{,}2 = 484 W. Karena beban resistor murni, arus dan tegangan sefase โ€” beda fase nol derajat. Daya 484 watt diserap seluruhnya menjadi panas.

Jebakan: memakai nilai maksimum VmaksV_{\text{maks}} alih-alih VefektifV_{\text{efektif}} di Hukum Ohm dan rumus daya. Yang benar: PLN 220 V adalah nilai efektif, jadi I=Vefektif/RI = V_{\text{efektif}}/R dan P=Vefektif2/RP = V_{\text{efektif}}^2/R. Memakai Vmaks=311V_{\text{maks}} = 311 V memberi arus dan daya dua kali lipat terlalu besar.

Jebakan: mengira ada beda fase pada resistor murni. Yang benar: pada resistor, arus dan tegangan sefase (beda fase nol derajat). Beda fase 90 derajat hanya muncul pada induktor (arus tertinggal) dan kapasitor (arus mendahului) โ€” bukan resistor. Mencampur sifat ini menyebabkan keliru menghitung daya reaktif.

  • Pada resistor murni, Hukum Ohm AC berbentuk sama dengan DC: Vefektif=Iefektifโ‹…RV_{\text{efektif}} = I_{\text{efektif}} \cdot R.
  • Arus dan tegangan pada resistor sefase โ€” beda fase nol derajat (tidak ada penundaan).
  • Daya sesaat p=vโ‹…ip = v \cdot i selalu positif; rata-rata P=VefektifIefektif=Vefektif2/RP = V_{\text{efektif}} I_{\text{efektif}} = V_{\text{efektif}}^2/R.
  • Fasor = panjang berputar (amplitudo, sudut fase); bayangannya pada sumbu mendatar adalah sinusoid.
  • Resistor mengubah seluruh energi listrik menjadi panas; tak ada penyimpanan energi di medan.