Langsung ke isi
Lyra
Fisika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca TKA

Posisi, Perpindahan & Jarak

Setelah ini kamu bisa membedakan posisi, perpindahan, dan jarak, serta menjelaskan kapan perpindahan dan jarak punya nilai berbeda.

Bayangkan kamu berjalan dari rumah ke toko, lalu balik lagi ke rumah. Total langkah kakimu pasti banyak โ€” tapi posisimu akhirnya tetap di rumah, sama seperti awal. Kenapa gerak yang โ€œjauhโ€ itu bisa berakhir di tempat yang sama? Rahasianya ada pada beda antara jarak dan perpindahan. Geser kecepatan benda di bawah, dan saksikan dua ukuran itu tumbuh berdampingan.

Geser kecepatan, lalu jalankan animasi. Perhatikan panah perpindahan dan panjang jejak.

Posisi: di mana benda berada

Untuk bicara gerak, kamu butuh dua hal: titik acuan (asal) dan arah. Posisi adalah letak benda diukur dari titik acuan itu, lengkap dengan arahnya. Karena punya besar dan arah, posisi pada garis lurus adalah besaran vektor โ€” bisa bernilai positif (di kanan asal) atau negatif (di kiri asal).

Posisi adalah vektor posisi dari titik acuan ke letak benda. Pada garis lurus satu dimensi, posisi ditulis dengan tanda: positif ke satu arah, negatif ke arah sebaliknya.

Di alat tadi, benda berangkat dari asal (posisi 0) lalu menjauh. Makin cepat kecepatannya, makin jauh posisinya dalam waktu yang sama. Positif berarti di sisi yang dipilih sebagai arah positif.

Perpindahan: vektor lurus dari awal ke akhir

Sekarang fokus pada dua momen: saat berangkat dan saat tiba. Perpindahan hanya peduli pada kedua titik itu โ€” posisi akhir dikurangi posisi awal. Jalur tengahnya tidak diacuhkan; yang dihitung cuma garis lurus penghubung ujung-ke-ujung.

ฮ”sโƒ—=sโƒ—akhirโˆ’sโƒ—awal\Delta \vec{s} = \vec{s}_{\text{akhir}} - \vec{s}_{\text{awal}}

Arti tiap simbol: ฮ”sโƒ—\Delta \vec{s} = perpindahan, sโƒ—akhir\vec{s}_{\text{akhir}} = posisi akhir, sโƒ—awal\vec{s}_{\text{awal}} = posisi awal. Perpindahan adalah vektor, jadi tandanya berarti arah.

Lihat langsung: geser benda di lintasan lurus di bawah, dan panah perpindahan tumbuh dari titik awal tepat ke titik akhir โ€” lurus, tanpa peduli jejak di tengah.

Jarak: panjang lintasan sesungguhnya

Berbeda dari perpindahan, jarak mengikuti setiap langkah yang ditempuh. Kalau lintasannya berkelok, jarak ikut mengikuti kelokan itu โ€” bukan memotong lurus. Karena hanya menjumlahkan panjang, jarak selalu bernilai positif dan merupakan besaran skalar.

AspekPerpindahanJarak
Jenis besaranVektor (ada arah)Skalar (cuma besar)
Cara ukurLurus, awal ke akhirSepanjang lintasan
Bisa nol?Ya, bila kembali ke awalTidak, selama benda bergerak

Bandingkan sendiri: jalankan bola yang dilempar melengkung di bawah. Jejaknya berbentuk parabola โ€” panjang jejak (jarak) pasti lebih besar dari garis lurus yang menghubungkan titik lempar ke titik jatuh (perpindahan).

Perpindahan itu seperti garis lurus di peta dari rumahmu ke mal โ€” peduli cuma ujungnya. Jarak itu seperti angka di odometer mobil: setiap belokan, setiap kelokan ikut terhitung.

Kasus pulang ke asal: perpindahan nol, jarak bukan nol

Inilah jebakan paling umum: benda bergerak maju lalu balik ke titik awal. Posisi akhir sama dengan posisi awal, jadi perpindahannya nol. Tapi selama perjalanan itu benda benar-benar bergerak, jadi jaraknya lebih dari nol. Inilah inti perbedaan keduanya.

Coba jalankan benda di bawah yang maju lalu tertarik balik โ€” tangkap momen perpindahan mengecil kembali ke nol sementara jejak terus memanjang.

Soal yang membedakan jarak dan perpindahan sering muncul di TKA Fisika (elemen kinematika, Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025). Jebakan klasik: soal bilang โ€œseorang berjalan 30 m ke utara, lalu 30 m ke selatanโ€. Banyak yang menjawab perpindahan 60 m โ€” padahal perpindahannya nol, hanya jarak yang 60 m.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah sepeda motor bergerak 40 m ke timur, lalu 30 m ke barat. Anggap timur sebagai arah positif. Tentukan jarak tempuh dan perpindahan motor.

Jarak menjumlahkan panjang lintasan apa pun arahnya. Jarak = 40+30=7040 + 30 = 70 m.

Timur dipilih positif, jadi 40 m ke timur = +40+40 m dan 30 m ke barat = โˆ’30-30 m.

Perpindahan ฮ”s=sakhirโˆ’sawal=(+40)+(โˆ’30)=+10\Delta s = s_{\text{akhir}} - s_{\text{awal}} = (+40) + (-30) = +10 m. Tanda positif berarti arah timur. Jadi jarak tempuh 70 m, perpindahan 10 m ke timur.

Jebakan: menyamakan jarak dan perpindahan pada soal bolak-balik. Yang benar: jarak menjumlahkan semua langkah, perpindahan hanya menghitung selisih posisi akhir dan awal. Pada gerak pulang-pergi, keduanya berbeda jauh.

Jebakan: mengira jarak bisa negatif. Yang benar: jarak adalah besaran skalar yang menjumlahkan panjang lintasan, selalu bernilai positif atau nol. Hanya perpindahan (vektor) yang bisa bertanda.

  • Posisi = vektor dari titik acuan ke letak benda (ada tanda arah).
  • Perpindahan = selisih posisi akhir dan awal, diukur lurus ujung-ke-ujung.
  • Jarak = panjang seluruh lintasan yang ditempuh, selalu positif.
  • Pada lintasan lengkung atau bolak-balik, jarak lebih besar dari perpindahan.
  • Pulang ke asal: perpindahan nol, tetapi jarak bukan nol.