Langsung ke isi
Lyra
Fisika · Kelas 11–12 · Fase F · 8 menit baca TKA

Mata dan Kacamata

Setelah ini kamu bisa menjelaskan cacat mata miopi dan hipermetropi serta menghitung kekuatan lensa koreksinya dalam satuan dioptri.

Lepas kacamatamu sebentar (bila kamu memakainya) — papan tulis di kejauhan jadi kabur, atau teks buku di depan mata jadi tak terbaca. Tanpa kamu sadari, lensa mata bekerja persis seperti lensa tipis: memfokuskan cahaya agar jatuh tepat di retina. Saat titik fokusnya meleset, muncullah cacat mata. Coba geser jarak benda di bawah, lalu lihat sendiri bagaimana bayangan bisa jatuh di depan atau di belakang retina.

Geser jarak benda, lalu amati di mana bayangannya terbentuk.

Mata sebagai sistem lensa

Mata adalah sistem optik yang terdiri dari kornea, lensa mata (kristalin), dan retina sebagai layar. Cahai yang masuk dibiaskan oleh kornea dan lensa mata, lalu difokuskan ke retina. Di sanalah bayangan nyata, terbalik, dan diperkecil terbentuk — otak kemudian membalik persepsinya menjadi tegak.

Mata normal (emetrop) memfokuskan cahaya dari benda jauh tak terhingga tepat di retina saat mata tak berakomodasi (lensa paling pipih). Akomodasi adalah kemampuan lensa mata menebal untuk memfokuskan benda dekat; jarak terdekat yang masih bisa difokuskan tajam disebut titik dekat (punctum proximum, sekitar 25 cm pada dewasa muda).

Dua batas penting mata normal: titik jauh (punctum remotum) = tak terhingga — benda sejauh apa pun bisa dilihat tajam saat mata tak berakomodasi; dan titik dekat = 25 cm — benda lebih dekat dari ini tidak bisa difokuskan tajam walau mata berakomodasi maksimum. Cacat mata terjadi bila salah satu batas ini meleset.

Miopi: rabun jauh

Pada miopi (rabun jauh), bayangan benda jauh jatuh di depan retina — bukan di retina. Sebabnya: bola mata terlalu panjang atau lensa mata terlalu kuat. Akibatnya, benda jauh tampak kabur, dan titik jauh penderita bukan tak terhingga melainkan berhingga (misal 50 cm atau 2 m).

Miopi adalah cacat mata di mana bayangan benda jauh jatuh di depan retina. Penderita miopi tidak dapat melihat benda jauh dengan tajam; titik jauhnya berhingga (lebih dekat dari tak terhingga). Miopi dikoreksi dengan lensa divergen (cekung) yang menyebarkan cahaya sebelum masuk mata.

Lihat di bawah: tanpa koreksi, bayangan jatuh di depan retina. Lensa divergen membuat cahaya seolah datang dari titik jauh penderita (titik jauh miopi), sehingga setelah melewati lensa mata, bayangan jatuh tepat di retina.

Koreksinya: pasang lensa divergen (cekung) di depan mata. Lensa ini membuat sinar seolah datang dari titik jauh penderita. Untuk miopi dengan titik jauh xx (dalam meter), kekuatan lensa koreksinya P=−1/xP = -1/x dioptri.

Pkacamata=−1fkoreksi=−1x,x=titik jauh miopi (m)P_{\text{kacamata}} = -\frac{1}{f_{\text{koreksi}}} = -\frac{1}{x}, \quad x = \text{titik jauh miopi (m)}

Arti tiap simbol: PP = kekuatan lensa (dioptri, D), fkoreksif_{\text{koreksi}} = jarak fokus lensa koreksi (m), xx = titik jauh penderita miopi (m). Tanda negatif = lensa divergen.

Lihat diagram sinar di bawah: lensa divergen (kacamata) ditempatkan di depan lensa mata. Sinar-sinar yang tadinya konvergen terlalu cepat (jatuh di depan retina) kini direnggangkan dulu oleh kacamata, sehingga setelah melewati lensa mata bayangan jatuh tepat di retina.

Hipermetropi: rabun dekat

Hipermetropi (rabun dekat) adalah kebalikan miopi: bayangan benda dekat jatuh di belakang retina — bola mata terlalu pendek atau lensa mata terlalu lemah. Penderita tidak dapat membaca dengan jelas pada jarak normal; titik dekatnya lebih jauh dari 25 cm (misal 50 cm atau 1 m).

Hipermetropi adalah cacat mata di mana bayangan benda dekat jatuh di belakang retina. Penderita hipermetropi tidak dapat melihat benda dekat dengan tajam; titik dekatnya lebih jauh dari 25 cm. Hipermetropi dikoreksi dengan lensa konvergen (cekung sebaliknya, cembung) yang mengumpulkan cahaya sebelum masuk mata.

Koreksinya: pasang lensa konvergen (cembung) yang membuat benda dekat seolah berada pada titik dekat penderita. Untuk benda pada jarak baca normal 25 cm dan titik dekat penderita xx (dalam meter), kekuatan lensanya P=1/0,25−1/xP = 1/0{,}25 - 1/x dioptri.

Pkacamata=1s−1x,s=0,25 m (jarak baca normal), x=titik dekat hipermetropi (m)P_{\text{kacamata}} = \frac{1}{s} - \frac{1}{x}, \quad s = 0{,}25 \text{ m (jarak baca normal)}, \ x = \text{titik dekat hipermetropi (m)}

Arti tiap simbol: PP = kekuatan lensa (dioptri, D), ss = jarak baca normal (0,25 m), xx = titik dekat penderita (m). Tanda positif = lensa konvergen. Persamaan lensa tipis 1/f=1/s′+1/s1/f = 1/s' + 1/s dengan s′=−xs' = -x (maya, di sisi mata) menghasilkan rumus ini.

Lihat diagram sinar di bawah: lensa konvergen (kacamata plus) mengumpulkan sinar lebih awal, sehingga setelah melewati lensa mata bayangan jatuh tepat di retina walau benda cukup dekat.

Kekuatan lensa dalam dioptri

Para dokter mata dan optikus memakai satuan dioptri (D) untuk menyatakan kekuatan lensa, bukan jarak fokus dalam meter. Hubungannya sederhana.

P=1fP = \frac{1}{f}

Arti tiap simbol: PP = kekuatan lensa (dioptri, D), ff = jarak fokus (m). Lensa konvergen punya PP positif (mis. +2 D), lensa divergen punya PP negatif (mis. -2,5 D). Makin pendek fokus (lensa kuat), makin besar |P|.

Lihat kurva di bawah: PP berbanding terbalik dengan ff, jadi makin pendek jarak fokus makin besar kekuatan lensa. Kacamata minus punya PP negatif (kuadran kanan-bawah); kacamata plus punya PP positif (kuadran kanan-atas).

Cacat mataBayangan jatuhTitik tergangguLensa koreksiTanda PP
MiopiDi depan retinaTitik jauh berhinggaDivergen (cekung)Negatif
HipermetropiDi belakang retinaTitik dekat > 25 cmKonvergen (cembung)Positif

Mata dan kacamata termasuk kerangka TKA Fisika elemen gelombang (alat optik, Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025, delta D3). Soal tipikal: (1) menghitung kekuatan lensa koreksi dari titik jauh miopi atau titik dekat hipermetropi, (2) menentukan jenis lensa dan tanda kekuatannya, dan (3) menghitung kekuatan kacamata untuk membaca pada jarak normal 25 cm. Jebakan klasik: tertukar tanda lensa (miopi harus minus, hipermetropi harus plus) atau lupa mengubah jarak dari cm ke m sebelum menghitung dioptri.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Seorang penderita miopi memiliki titik jauh 50 cm. Ia ingin kacamatanya memungkinkan melihat benda jauh tak terhingga dengan tajam. (a) Jenis dan (b) kekuatan lensa koreksinya berapa dioptri?

Miopi = bayangan benda jauh jatuh di depan retina. Koreksinya = lensa divergen (cekung, minus) yang membuat benda tak terhingga seolah berada pada titik jauh penderita.

Lensa koreksi harus membentuk bayangan maya pada titik jauh x=50x = 50 cm =0,50= 0{,}50 m untuk benda di tak terhingga. Pakai persamaan lensa tipis: 1/f=1/s′+1/s1/f = 1/s' + 1/s, dengan s=∞s = \infty dan s′=−0,50s' = -0{,}50 m (maya, negatif).

P=1f=1−0,50=−2 D.P = \frac{1}{f} = \frac{1}{-0{,}50} = -2 \text{ D}. Jadi kacamatanya adalah lensa divergen dengan kekuatan −2-2 dioptri (biasa ditulis “-2,00 D” pada resep).

Jebakan: tertukar tanda lensa koreksi. Yang benar: miopi (bayangan di depan retina) dikoreksi lensa DIVERGEN → PP negatif (minus). Hipermetropi (bayangan di belakang retina) dikoreksi lensa KONVERGEN → PP positif (plus). Ingat: rabun jauh = minus, rabun dekat = plus.

Jebakan: lupa mengkonversi satuan jarak ke meter sebelum menghitung dioptri. Yang benar: P=1/fP = 1/f hanya valid bila ff dalam meter. Titik jauh 40 cm harus ditulis 0,40 m dulu, baru P=−1/0,40=−2,5P = -1/0{,}40 = -2{,}5 D. Salah satuan membuat jawaban meleset 100 kali.

Jebakan: menyamakan titik jauh dengan titik dekat. Yang benar: titik jauh (punctum remotum) = jarak terjauh yang masih tajam dilihat (∞ pada mata normal); titik dekat (punctum proximum) = jarak terdekat yang masih tajam dilihat (25 cm pada mata normal). Miopi gangguan titik jauh; hipermetropi gangguan titik dekat.

  • Mata memfokuskan cahaya ke retina; mata normal: titik jauh ∞, titik dekat 25 cm.
  • Miopi: bayangan di depan retina → lensa divergen (minus), P=−1/xP = -1/x.
  • Hipermetropi: bayangan di belakang retina → lensa konvergen (plus).
  • Kekuatan lensa P=1/fP = 1/f (dioptri); konvergen positif, divergen negatif.
  • Akomodasi = lensa mata menebal untuk melihat benda dekat.