Hukum Kirchhoff
Setelah ini kamu bisa menyelesaikan rangkaian bercabang dan multi-loop dengan Hukum I Kirchhoff (titik cabang) serta Hukum II Kirchhoff (loop tegangan), termasuk kasus dua baterai.
Bayangkan lampu mobil yang menyala saat mesin dimatikan: arus tidak hanya datang dari aki, tapi kadang dari alternator, kadang dari keduanya. Rangkaian sesungguhnya di dunia jarang berbentuk satu loop tunggal berseri seperti di pelajaran dasar โ justru bercabang, punya beberapa baterai, dan arah arusnya tidak selalu jelas. Untuk mengurai jeratan seperti itu, Gustav Kirchhoff menemukan dua aturan sederhana yang berlaku universal sampai hari ini. Susun rangkaian di bawah dan saksikan bagaimana jumlah tegangan sepanjang loop selalu berakhir nol.
Mengapa hukum Ohm saja tidak cukup
Pada rangkaian satu loop berseri atau paralel sederhana, hukum Ohm sudah cukup menyelesaikan arus dan tegangan. Tetapi banyak rangkaian nyata punya titik cabang (simpul) tempat arus terbagi atau lebih dari satu loop dengan beberapa baterai pada cabang berbeda. Di situ tidak ada rumus rangkaian pengganti yang gampang โ kita perlu dua aturan yang lebih umum, yang ditemukan Gustav Kirchhoff pada 1845.
Dua hukum Kirchhoff sebenarnya adalah pernyataan ulang dua hukum kekekalan yang sudah kamu kenal: kekekalan muatan (Hukum I) dan kekekalan energi (Hukum II). Inilah sebabnya keduanya berlaku untuk rangkaian apa pun, sekompleks apa pun.
Hukum I Kirchhoff: kekekalan muatan di titik cabang
Hukum pertama bicara soal titik cabang (simpul) โ titik tempat tiga kawat atau lebih bertemu. Karena muatan tidak bisa menumpuk atau hilang di simpul, muatan yang masuk tiap detik harus sama dengan muatan yang keluar tiap detik.
Arti tiap simbol: = jumlah arus yang menuju simpul, = jumlah arus yang meninggalkan simpul. Arus yang menuju ditandai positif, yang meninggalkan negatif (atau sebaliknya โ yang penting konsisten di satu soal). Totalnya selalu nol.
Bayangkan simpul sebagai persimpangan jalan satu arah. Mobil (muatan) tidak bisa parkir di persimpangan โ yang masuk dari utara dan timur harus keluar ke selatan dan barat dalam jumlah yang sama. Bila ada 5 A masuk dari utara dan 3 A keluar ke selatan, pasti 2 A keluar ke barat. Tidak ada mobil yang hilang, tidak ada yang bertumpuk.
Pada rangkaian paralel di bawah, satu titik cabang membagi arus total dari baterai ke tiga cabang resistor. Perhatikan bahwa jumlah arus tiga cabang selalu sama dengan arus total โ itulah Hukum I Kirchhoff bekerja.
Hukum II Kirchhoff: kekekalan energi sekitar loop
Hukum kedua bicara soal loop โ jalur tertutup yang berputar kembali ke titik awal di rangkaian. Karena energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan, total perubahan energi listrik (tegangan) sepanjang satu putaran loop penuh harus nol. Tegangan naik di baterai, lalu turun di resistor โ naik dan turun saling meniadakan ketika kamu kembali ke titik awal.
Arti tiap simbol: = jumlah tegangan naik dan turun sepanjang satu loop tertutup. Konvensi tanda: tegangan naik saat melewati baterai dari โ ke + (positif); turun saat melewati resistor searah arus (negatif). Total selalu nol.
Bayangkan kamu mendaki gunung lalu turun kembali ke titik awal. Sepanjang jalan kamu naik 500 m, turun 200 m, naik lagi 300 m, lalu turun 600 m. Kalau dijumlahkan: +500 โ 200 + 300 โ 600 = 0. Ketinggian akhirmu sama dengan awal โ mustahil berbeda karena kamu kembali ke titik yang sama. Begitulah tegangan dalam loop.
Konvensi tanda: arah loop vs arah arus
Bagian yang paling sering menjebak adalah tanda. Untuk menerapkan Hukum II, kamu memilih satu arah loop (searah atau berlawanan jarum jam, bebas). Lalu ikuti aturan ini:
| Elemen saat dilewati loop | Tanda tegangan | Syarat |
|---|---|---|
| Baterai, dari โ ke + | positif (tegangan naik) | Selalu, tak peduli arah arus |
| Baterai, dari + ke โ | negatif (tegangan turun) | Selalu |
| Resistor, searah arus | negatif (turun ) | Arus sesuai tebakan awal |
| Resistor, berlawanan arus | positif (naik ) | Arus sesuai tebakan awal |
Arah loop dan arah arus adalah dua pilihan bebas yang kamu buat saat mengerjakan. Jika tebakan arah arus ternyata salah, hasilnya akan negatif โ bukan berarti salah, hanya berarti arah sebenarnya kebalik dari tebakanmu. Inilah keindahan metode Kirchhoff: kamu bebas menebak, matematika yang meluruskan.
Pada widget seri di bawah, baterai selalu menjadi tegangan naik (+V sumber) dan resistor menjadi tegangan turun (โV1 dan โV2). Verifikasi bahwa +V sumber โ V1 โ V2 selalu sama dengan nol pada konfigurasi apa pun.
Loop dua baterai: searah vs lawan
Saat loop memiliki dua baterai, kuncinya adalah menambahkan tegangan baterai dengan memperhatikan polaritasnya. Dua baterai yang kutubnya searah (โ ke + sepanjang loop) membuat tegangan naik menjadi . Dua baterai yang berlawanan polaritasnya menjadikan satu naik dan satu turun: . Inilah situasi yang melatih intuisi polaritas, sering muncul di soal TKA.
Pada widget di bawah, konfigurasi seri dengan preset โbaterai searahโ dan โbaterai lawanโ memperagakan kedua kasus. Perhatikan bagaimana arus berubah drastis saat polaritas salah satu baterai dibalik.
Verifikasi kekekalan: jumlah tegangan selalu nol
Untuk menanamkan keyakinan, grafik di bawah memperlihatkan kurva tegangan naik (baterai, konstan) berpadanan dengan tegangan turun di tiap resistor. Luas gabungan keduanya selalu menutup total nol โ itulah Hukum II Kirchhoff secara visual. Geser slider tegangan sumber dan perhatikan kurva turun melar mengimbangi kurva naik.
Hukum Kirchhoff termasuk cakupan TKA Fisika, elemen kelistrikan (kerangka TKA 045/H/AN/2025). Tiga tipe lazim: (1) terapkan Hukum I di titik cabang untuk cari arus tak diketahui; (2) tulis persamaan Hukum II untuk satu loop dan selesaikan arus; (3) rangkaian dua-baterai โ tentukan arah arus dulu, lalu jumlahkan tegangan dengan konvensi tanda yang benar. Jebakan terbesar: keliru tanda resistor saat melewati loop berlawanan arah arus, atau lupa bahwa hasil arus negatif berarti tebakan arah terbalik (bukan jawaban salah).
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Sebuah loop tertutup terdiri dari baterai V yang disusun seri dengan dua resistor dan . (a) Tentukan arus yang mengalir. (b) Verifikasi Hukum II Kirchhoff dengan menjumlahkan tegangan sekitar loop.
Tebak arus mengalir searah jarum jam (konvensional, keluar dari kutub + baterai). Pilih arah loop searah jarum jam pula (searah arus tebakan). Mulai dari kutub โ baterai.
Sekitar loop dari kutub โ baterai: tegangan naik V di baterai, turun di , turun di . Persamaan: , yaitu .
A. Verifikasi: V; V. Jumlah tegangan sekitar loop: โ sesuai Hukum II. Karena hasilnya positif, tebakan arah arus benar.
Jebakan: keliru tanda tegangan resistor saat loop berlawanan arah arus tebakan. Yang benar: jika loop berlawanan dengan arah arus yang kamu tebak, resistor memberi tegangan naik (, positif) โ bukan turun. Tip: sebelum menulis persamaan, gambar dulu panah arus dan panah loop di diagram, lalu ikuti tabel tanda dengan disiplin.
Jebakan: menganggap hasil arus negatif berarti jawaban salah. Yang benar: tanda negatif hanya mengoreksi arah โ besar arus adalah nilai mutlaknya, dan arah sebenarnya kebalik dari tebakan. Itu fitur metode Kirchhoff, bukan kesalahan.
Jebakan: pada rangkaian dua-baterai, keliru menambahkan tegangan baterai. Yang benar: perhatikan polaritas tiap baterai relatif terhadap arah loop. Dua baterai searah polaritas โ tegangan naik dijumlahkan (); berlawanan polaritas โ satu naik satu turun (). Selalu tulis tanda baterai berdasarkan posisi kutub, bukan berdasarkan โbaterai mana yang lebih besarโ.
- Hukum I Kirchhoff (titik cabang): โ kekekalan muatan.
- Hukum II Kirchhoff (loop): sekitar loop tertutup โ kekekalan energi.
- Tanda baterai: naik () bila loop dari โ ke +; turun () bila dari + ke โ.
- Tanda resistor: turun () bila loop searah arus; naik () bila berlawanan.
- Arus hasil negatif โ arah sebenarnya kebalik tebakan; besar tetap nilai mutlaknya.
- Dua baterai: searah polaritas tegangan dijumlahkan; berlawanan saling mengurangi.