Langsung ke isi
Lyra
Fisika · Kelas 11–12 · Fase F · 8 menit baca TKA

Gerak Parabola: Konsep Dasar

Setelah ini kamu bisa menjelaskan gerak parabola sebagai perpaduan GLB horizontal dan GLBB vertikal yang saling bebas, serta menguraikan kecepatan awal menjadi komponen-komponennya.

Dari tepi meja, kamu menjatuhkan satu bola dan menembakkan bola lain lurus mendatar secara serentak. Yang mana lebih dulu menyentuh lantai? Dugaan banyak orang: bola yang ditembak melayang lebih lama karena melaju lebih jauh. Tapi fisika berkata lain — dan kamu bisa membuktikannya sendiri di bawah. Rahasianya ada pada cara satu gerak diuraikan menjadi dua gerak yang saling merdeka.

Tekan tombol “jatuhkan vs tembak”, lalu perhatikan kedua bola mendarat serentak.

Satu gerak, dua dimensi yang merdeka

Kunci gerak parabola adalah satu trik: gerak dua dimensi ini bisa diurai menjadi dua gerak satu dimensi yang berjalan bersamaan tetapi saling bebas — gerak horizontal (sumbu-x) dan gerak vertikal (sumbu-y). Horizontal digerakkan tanpa percepatan (GLB), vertikal digerakkan gravitasi (GLBB jatuh bebas). Dua gerak ini tidak saling mengganggu.

Gerak parabola adalah perpaduan GLB pada arah horizontal dan GLBB (gerak jatuh bebas) pada arah vertikal, yang berlangsung bersamaan tetapi saling bebas. Lintasan benda berbentuk parabola.

Inilah sebabnya dua bola tadi mendarat serentak. Bola yang ditembak mendatar punya kecepatan horizontal yang membuatnya melaju jauh — tetapi kecepatan horizontal itu tidak memengaruhi gerak vertikalnya. Kedua bola jatuh dengan percepatan gg yang sama, dari ketinggian yang sama, dari kecepatan vertikal awal nol — jadi waktunya mendarat sama persis.

Bayangkan horizontal dan vertikal sebagai dua jam tangan yang berjalan sendiri-sendiri. Jam horizontal menghitung jarak mendatar (kecepatan tetap, jadi jarak tumbuh lurus). Jam vertikal menghitung ketinggian (dipercepat gravitasi, jadi jatuh makin cepat). Lintasan parabola hanyalah gambar kombinasi kedua jam itu.

Menguraikan v0 ke komponen

Saat benda dilempar dengan sudut elevasi θ\theta, kecepatan awal v⃗0\vec{v}_0 punya komponen horizontal dan vertikal:

v0x=v0cos⁡θ,v0y=v0sin⁡θv_{0x} = v_0 \cos\theta, \qquad v_{0y} = v_0 \sin\theta

Arti tiap simbol: v0v_0 = besar kecepatan awal, θ\theta = sudut elevasi (terhadap horizontal), v0xv_{0x} = komponen horizontal, v0yv_{0y} = komponen vertikal.

Seret ujung vektor kecepatan di bawah — komponen horizontal dan vertikalnya ikut memanjang-memendek, dengan nilai cos dan sin tertulis hidup.

GLB mendatar, GLBB tegak

Setelah penguraian, kedua komponen bergerak sendiri-sendiri. Horizontal: tidak ada gaya (hambatan udara diabaikan), jadi kecepatan tetap — ini GLB murni, x=v0x tx = v_{0x}\,t. Vertikal: gravitasi tarik ke bawah dengan percepatan gg, jadi ini GLBB jatuh bebas, y=v0y t−12g t2y = v_{0y}\,t - \tfrac{1}{2}g\,t^2.

SumbuGerakPersamaan posisi
Horizontal (x)GLB (kecepatan tetap)x=v0x tx = v_{0x}\,t
Vertikal (y)GLBB (a=−ga = -g)y=v0y t−12g t2y = v_{0y}\,t - \tfrac{1}{2}g\,t^2

Kombinasi kedua persamaan inilah yang menggambar parabola. Saat komponen vertikal mencapai nol (bola di puncak), komponen horizontal tetap melaju — sehingga bola tidak berhenti di puncak, melainkan melewati puncak sambil terus maju. Lihat sendiri di bawah: parabola tumbuh dari kombinasi garis lurus (horizontal) dan lengkung (vertikal).

Pengaruh sudut lempar

Besar dan arah lintasan parabola bergantung pada sudut elevasi θ\theta. Sudut kecil menghasilkan lintasan rendah panjang; sudut besar menghasilkan lintasan tinggi pendek; sudut 45° (untuk tanah datar tanpa udara) memberi jangkauan horizontal maksimum. Sudut komplementer — misalnya 30° dan 60° — menghasilkan jangkauan yang sama.

Bidik sendiri meriam di bawah: geser sudut lempar, lalu amati tinggi puncak dan jangkauan horizontalnya berubah.

Konsep parabola sebagai perpaduan GLB-GLBB adalah fondasi banyak soal TKA Fisika (elemen kinematika, kerangka TKA 045/H/AN/2025). Jebakan klasik: menganggap kecepatan horizontal dan vertikal saling memengaruhi. Yang benar: keduanya merdeka — waktu mendarat hanya ditentukan oleh ketinggian dan komponen vertikal awal, bukan oleh kecepatan horizontal.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah bola ditembakkan mendatar dengan kecepatan 10 m/s dari ketinggian 5 meter. Berapa lama bola melayang di udara, dan berapa jarak horizontal yang ditempuhnya? (g=10g = 10 m/s²)

Horizontal: v0x=10v_{0x} = 10 m/s (tetap, GLB). Vertikal: bola dijatuhkan dari diam, v0y=0v_{0y} = 0, h=5h = 5 m, a=−g=−10a = -g = -10 m/s².

h=12g t2⇒5=12×10×t2⇒t2=1⇒t=1h = \tfrac{1}{2}g\,t^2 \Rightarrow 5 = \tfrac{1}{2} \times 10 \times t^2 \Rightarrow t^2 = 1 \Rightarrow t = 1 s.

x=v0x t=10×1=10x = v_{0x}\,t = 10 \times 1 = 10 m.

Bola melayang 1 sekon dan menempuh 10 meter mendatar. Kecepatan horizontal sama sekali tidak memengaruhi waktu jatuh — keduanya merdeka.

Cocokkan hitunganmu: bidik bola mendatar dari ketinggian 5 m dengan v0 = 10 m/s di bawah, lalu amati bola mendarat setelah ~1 sekon.

Jebakan: mengira kecepatan horizontal memengaruhi waktu jatuh. Yang benar: gerak horizontal dan vertikal saling bebas. Waktu mendarat hanya ditentukan oleh ketinggian dan komponen vertikal awal, bukan oleh kecepatan horizontal.

Jebakan: menganggap bola berhenti total di titik puncak. Yang benar: hanya komponen vertikal yang nol di puncak; komponen horizontal tetap melaju. Bola tidak pernah berhenti di parabola, ia hanya berhenti “naik” sesaat lalu mulai “turun”.

  • Gerak parabola = perpaduan GLB horizontal dan GLBB vertikal yang saling bebas.
  • v0x=v0cos⁡θv_{0x} = v_0 \cos\theta (horizontal), v0y=v0sin⁡θv_{0y} = v_0 \sin\theta (vertikal).
  • Horizontal: x=v0x tx = v_{0x}\,t; vertikal: y=v0y t−12g t2y = v_{0y}\,t - \tfrac{1}{2}g\,t^2.
  • Waktu jatuh hanya ditentukan oleh ketinggian dan v0yv_{0y}.
  • Sudut 45° memberi jangkauan maksimum; sudut komplementer jangkauannya sama.