Daya AC & Faktor Daya
Setelah ini kamu bisa membedakan daya nyata, daya reaktif, dan daya semu pada rangkaian AC, menghitung faktor daya , dan menjelaskan mengapa faktor daya rendah membuat jaringan listrik boros dan kena denda PLN.
Pabrik dengan ratusan motor listrik menarik arus jauh lebih besar daripada yang tercatat di meteran tagihan โ sebagian arus itu hanya bolak-balik ke induktor motor tanpa melakukan kerja berguna. PLN menyebutnya daya reaktif, dan supaya pabrik tidak membebani jaringan, mereka dipaksa memasang bank kapasitor untuk menyetel faktor daya mendekati satu. Semakin dekat ke satu, semakin efisien arus dipakai untuk kerja nyata. Geser slider sudut fase di bawah dan saksikan daya nyata merosot saat menjauhi satu.
Tiga jenis daya pada rangkaian AC
Pada resistor murni, seluruh daya yang diserap menjadi panas โ itu yang disebut daya nyata (watt). Tetapi pada beban yang mengandung induktor atau kapasitor, sebagian daya hanya bolak-balik antara sumber dan medan komponen tanpa menjadi kerja berguna โ itu daya reaktif (VAR, volt-ampere reactive). Produk tegangan dan arus efektif tanpa memperhitungkan fase disebut daya semu (VA, volt-ampere). Hubungan ketiganya membentuk segitiga siku-siku, persis seperti segitiga impedansi.
Faktor daya adalah rasio daya nyata terhadap daya semu: . Nilainya antara nol dan satu; semakin dekat ke satu, semakin efisien arus digunakan untuk kerja nyata. berarti seluruh daya menjadi kerja (beban resistif murni); berarti tak ada kerja nyata (beban reaktif murni).
Rumus daya rata-rata: V I cos phi
Karena arus dan tegangan pada beban reaktif berbeda fase , daya rata-rata yang benar-benar diserap (menjadi panas, cahaya, atau kerja mekanik) tidak lagi melainkan dikalikan faktor . Inilah rumus daya nyata pada rangkaian AC.
Arti tiap simbol: = daya nyata / rata-rata (watt, W), = tegangan efektif (V), = arus efektif (A), = faktor daya (rasio , dimensi satu). Untuk resistor murni , , sehingga โ rumus lama kembali. Untuk beban reaktif murni , , sehingga โ tak ada kerja nyata.
Segitiga daya: hubungan P, Q, S
Karena daya nyata berada sepanjang arus (resistif) dan daya reaktif tegak lurus padanya (induktif/kapasitif), keduanya dijumlahkan secara pitagoras menjadi daya semu . Ini persis analog dengan segitiga impedansi, hanya sekarang dikalikan .
Arti tiap simbol: = daya semu (VA), = daya nyata (W), = daya reaktif (VAR), = sudut fase antara tegangan dan arus. Faktor daya adalah cosinus sudut dalam segitiga daya. Segitiga siku-siku dengan mendatar, tegak, sisi miring.
Seret titik pada segitiga daya di bawah untuk merasakan bagaimana , , berubah saat sudut fase berubah.
Grafik di bawah memperlihatkan ketiga daya saat sudut fase berubah. Saat menuju 90 derajat, daya nyata merosot ke nol sementara daya reaktif membesar โ itulah beban yang menarik arus besar tanpa melakukan kerja.
Mengapa faktor daya penting bagi PLN
Daya semu menentukan seberapa besar arus mengalir melalui kabel jaringan dan seberapa kapasitas trafo yang dibutuhkan โ meskipun hanya daya nyata yang menjadi kerja berguna. Jika sebuah pabrik memiliki faktor daya rendah (banyak motor induktif, sekitar 0,6), pabrik itu menarik arus besar yang sebagian hanya menjadi daya reaktif , membebani kabel dan trafo PLN tanpa menghasilkan kerja. Karena itu PLN mengenakan denda faktor daya kepada industri dengan .
Solusinya: pasang bank kapasitor sejajar beban. Kapasitor menghasilkan daya reaktif positif yang meniadakan daya reaktif negatif induktor, sehingga total mendekati nol dan mendekati satu. Inilah โperbaikan faktor dayaโ โ tidak mengubah kerja motor, tetapi memangkas arus dan denda. Rangkaian di bawah memodelkan beban pabrik sebelum dan sesudah perbaikan.
Walaupun arus bolak-balik tidak masuk cakupan resmi TKA Fisika (kelistrikan TKA terbatas statis + arus searah), daya AC dan faktor daya sering muncul di ujian sekolah sebagai puncak unit arus bolak-balik. Tip soal lazim: (1) hitung dari data sudut fase atau impedansi; (2) hitung daya semu dan daya reaktif ; (3) jelaskan mengapa PLN menghukum faktor daya rendah dan bagaimana kapasitor memperbaikinya. Jebakan klasik: memakai tanpa pada beban reaktif, atau mengira bisa lebih dari satu.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Sebuah motor listrik V efektif menarik arus A dengan faktor daya (induktif). (a) Berapa daya nyata, daya semu, dan daya reaktifnya? (b) Berapa kapasitor (dalam VAR) yang dipasang paralel agar faktor daya naik ke ?
Daya semu VA. Daya nyata W. Daya reaktif ; , jadi VAR. Motor menyerap 660 watt kerja nyata, 880 VAR daya reaktif, daya semu 1.100 VA.
Setelah perbaikan, daya nyata tetap W, tetapi kini , sehingga . Daya reaktif baru VAR. Kapasitor harus menyuplai VAR. Dipasang kapasitor sekitar 660 VAR untuk menaikkan faktor daya dari 0,60 ke 0,95.
Jebakan: memakai pada beban reaktif tanpa . Yang benar: daya nyata . Tanpa faktor , yang dihitung adalah daya semu (VA), yang selalu lebih besar dari atau sama dengan daya nyata. Hanya pada resistor murni () keduanya sama.
Jebakan: mengira daya semu, nyata, dan reaktif dapat dijumlahkan linear. Yang benar: ketiganya membentuk segitiga siku-siku, . Daya nyata dan reaktif berbeda fase 90 derajat sehingga dijumlahkan pitagoras, bukan langsung. kecuali salah satunya nol.
Jebakan: mengira memasang kapasitor mengurangi kerja motor. Yang benar: kapasitor hanya menyuplai daya reaktif yang meniadakan daya reaktif induktor, sehingga total mendekati satu. Daya nyata motor tetap sama โ yang berkurang adalah arus total dan beban pada jaringan. Motor tetap melakukan kerja mekanik yang sama dengan daya listrik nyata yang sama.
- Tiga daya AC: nyata (W), reaktif (VAR), semu (VA); segitiga siku-siku .
- Daya nyata โ faktor untuk memperhitungkan beda fase.
- Faktor daya ; maksimal satu (resistif murni), minimal nol (reaktif murni).
- Faktor daya rendah menarik arus besar tanpa kerja berguna, membebani jaringan โ PLN kenakan denda.
- Perbaikan faktor daya: pasang bank kapasitor paralel untuk meniadakan daya reaktif induktif, .