Langsung ke isi
Lyra
Fisika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca TKA

Energi & Daya Listrik

Setelah ini kamu bisa menghitung daya listrik P=VI=I2R=V2/RP = V I = I^2 R = V^2/R, energi W=PtW = P t, dan mengaitkannya dengan tagihan kWh pada alat rumah tangga.

Sebuah setrika 1.000 watt yang dipakai satu jam membakar energi yang sama dengan sebuah lampu LED 10 watt menyala selama 100 jam. Mengapa tagihan listrik diukur dalam kWh dan bukan joule? Karena kWh menggabungkan dua hal yang kamu bayar: daya (seberapa rakus alat) dan waktu (seberapa lama dipakai). Geser slider di bawah dan saksikan bagaimana menaikkan tegangan atau menambah beban membuat daya melonjak kuadratik โ€” bukan linier.

Geser slider tegangan sumber dan nilai resistor, lalu perhatikan daya P = V I berubah seketika.

Daya listrik: laju pemakaian energi

Ketika arus mengalir melalui sebuah resistor, energi listrik berubah menjadi kalor, cahaya, atau gerak. Daya listrik mengukur seberapa cepat energi itu dipakai โ€” berapa joule per sekon. Inilah yang menentukan bohlam terang, setrika panas, atau AC mendingin cepat. Daya satu watt berarti satu joule energi dipakai tiap sekon.

P=Vโ‹…IP = V \cdot I

Arti tiap simbol: PP = daya listrik (watt, W), VV = tegangan (volt, V), II = arus (ampere, A). Karena V=IRV = I R pada resistor ohmik, dua bentuk ekuivalen muncul: P=I2RP = I^2 R dan P=V2/RP = V^2 / R.

Daya listrik PP adalah laju pemakaian energi listrik pada suatu komponen: P=W/ฮ”tP = W / \Delta t, dengan WW energi (joule) dan ฮ”t\Delta t selang waktu (sekon). Satu watt sama dengan satu joule per sekon.

Tiga bentuk ekuivalen: P = V I = I kuadrat R = V kuadrat per R

Dengan substitusi hukum Ohm, tiga bentuk daya pada resistor saling ekuivalen โ€” pakai yang paling sesuai data yang diketahui. Inilah inti perhitungan daya listrik di soal maupun di tagihan.

P=Vโ‹…I=I2R=V2RP = V \cdot I = I^2 R = \frac{V^2}{R}

Arti tiap simbol: PP = daya (W), VV = tegangan melintasi resistor (V), II = arus melalui resistor (A), RR = hambatan (ฮฉ\Omega). Bentuk P=VIP = V I umum untuk semua komponen; I2RI^2 R dan V2/RV^2/R khusus resistor ohmik.

Bayangkan resistor sebagai pipa air dengan kincir di dalamnya. Tegangan adalah tekanan air, arus adalah laju air yang mengalir. Daya adalah laju kincir berputar โ€” makin tinggi tekanan dan makin deras airnya, makin cepat kincir berputar (energi dihasilkan). Dobelkan keduanya, daya berlipat empat. Kincir yang berputar inilah yang menghasilkan kalor pada setrika atau cahaya pada bohlam.

P vs arus: hubungan kuadratik

Bentuk P=I2RP = I^2 R memberikan pelajaran penting: daya tumbuh kuadratik terhadap arus, bukan linier. Gandakan arus, daya melipat empat; tigakan arus, daya melipat sembilan. Inilah dasar mengapa transmisi listrik jarak jauh memakai tegangan sangat tinggi: dengan VV besar, II kecil (daya tetap P=VIP = VI), sehingga rugi kalor I2RI^2 R di kabel turun drastis.

P vs tegangan: juga kuadratik

Bentuk ketiga P=V2/RP = V^2 / R menunjukkan bahwa pada resistor dengan RR tetap, daya juga tumbuh kuadratik terhadap tegangan. Tegangan dua kali lipat, daya empat kali. Inilah sebabnya bohlam yang dirancang untuk 220 V akan sangat terang (lalu cepat putus) bila dialiri 380 V, sebaliknya meredup pada 110 V.

Energi, kWh, dan tagihan listrik

Daya memberi tahu seberapa cepat energi dipakai; energi total adalah daya dikalikan waktu. Untuk tagihan listrik rumah, satuan yang dipakai adalah kilowatt-jam (kWh) โ€” daya dalam kilowatt dikalikan waktu dalam jam. Satu kWh sama dengan 3,6ร—1063{,}6 \times 10^6 joule.

W=Pโ‹…ฮ”t1ย kWh=1000ย Wร—3600ย s=3,6ร—106ย JW = P \cdot \Delta t \qquad 1 \text{ kWh} = 1000 \text{ W} \times 3600 \text{ s} = 3{,}6 \times 10^6 \text{ J}

Arti tiap simbol: WW = energi (joule, J), PP = daya (W), ฮ”t\Delta t = selang waktu (s). Untuk tagihan, PP dalam kW dan ฮ”t\Delta t dalam jam menghasilkan kWh.

AlatDayaPemakaian sehariEnergi sehari
Lampu LED10 W6 jam0,06 kWh
Kulkas150 W24 jam3,6 kWh
Setrika1.000 W0,5 jam0,5 kWh
AC 1 PK800 W8 jam6,4 kWh

Grafik di bawah membandingkan daya tiga alat rumah tangga pada tegangan PLN 220 V sebagai garis lurus dengan kemiringan = hambatan elemennya. Lampu (hambatan besar) menempati daya kecil; setrika dan AC (hambatan kecil) berada jauh di atas โ€” inilah sebabnya tagihan membengkak saat AC dipakai lama.

Energi dan daya listrik termasuk cakupan TKA Fisika, elemen kelistrikan (kerangka TKA 045/H/AN/2025). Tiga tipe lazim: (1) hitung PP dari VV dan II (atau I2RI^2 R, V2/RV^2/R); (2) hitung energi W=PtW = P t atau konversi ke kWh; (3) bandingkan rugi daya transmisi I2RI^2 R. Jebakan terbesar: tertukar antara P=VIP = VI (linier di I) dan P=I2RP = I^2 R (kuadratik di I), serta lupa konversi kWh ke joule.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah setrika 1.000 W dipakai pada tegangan PLN 220 V selama 30 menit. (a) Berapa arus yang mengalir? (b) Berapa hambatan elemen pemanasnya? (c) Berapa energi (dalam kWh) yang dipakai?

I=P/V=1000/220โ‰ˆ4,55I = P / V = 1000 / 220 \approx 4{,}55 A. Arus yang mengalir sekitar 4,5 ampere โ€” cukup besar, sehingga setrika butuh stop kontak khusus.

R=V2/P=2202/1000=48400/1000=48,4โ€‰ฮฉR = V^2 / P = 220^2 / 1000 = 48400 / 1000 = 48{,}4 \, \Omega. (Bisa dicek: R=V/I=220/4,55โ‰ˆ48,4โ€‰ฮฉR = V/I = 220/4{,}55 \approx 48{,}4 \, \Omega โ€” sama.) Hambatan elemen pemanas sekitar 48 ohm.

W=Pโ‹…ฮ”t=1000ย Wร—0,5ย jam=500ย Wh=0,5W = P \cdot \Delta t = 1000 \text{ W} \times 0{,}5 \text{ jam} = 500 \text{ Wh} = 0{,}5 kWh. (Bila dijoule: 0,5ร—3,6ร—106=1,8ร—1060{,}5 \times 3{,}6 \times 10^6 = 1{,}8 \times 10^6 J.) Setrika yang dipakai setengah jam memakai 0,5 kWh โ€” kira-kira biaya Rp 1.000-an pada tarif rumah tangga.

Jebakan: tertukar antara P=VIP = V I (linier di I) dan P=I2RP = I^2 R (kuadratik di I). Yang benar: keduanya ekuivalen untuk resistor ohmik, tetapi yang satu linier terhadap II dan yang lain kuadratik. Untuk rugi daya di kabel transmisi yang RR-nya kecil, P=I2RP = I^2 R menunjukkan kerugian sangat sensitif terhadap arus โ€” itulah sebab transmisi memakai VV tinggi agar II kecil.

Jebakan: lupa konversi satuan saat menghitung kWh. Yang benar: 1 kWh = 1000 W ร— 3600 s = 3,6 ร— 10^6 joule. Untuk mendapat kWh dari W=PtW = P t, PP harus dalam kW dan tt dalam jam. Bila PP masih dalam watt (mis. 800 W), bagilah 1000 dulu (0,8 kW).

Jebakan: menganggap energi dan daya adalah besaran sama. Yang benar: daya adalah laju pemakaian energi (joule per sekon), energi adalah total yang terpakai (joule atau kWh). AC 800 W yang dipakai 1 jam memakai energi 0,8 kWh โ€” daya tetap 800 W, tetapi energi tumbuh seiring waktu. Tagihan membayar energi, bukan daya.

  • Daya listrik P=VI=I2R=V2/RP = V I = I^2 R = V^2/R; satu watt = satu joule per sekon.
  • Daya tumbuh kuadratik terhadap arus (P=I2RP = I^2 R) dan tegangan (P=V2/RP = V^2/R), bukan linier.
  • Energi W=Pโ‹…ฮ”tW = P \cdot \Delta t; untuk tagihan, satuan kWh: 1ย kWh=3,6ร—1061 \text{ kWh} = 3{,}6 \times 10^6 J.
  • Rugi kalor transmisi sebanding I2I^2 โ€” itulah alasan transmisi memakai VV tinggi agar II kecil.
  • Tagihan listrik membayar energi (kWh), bukan daya; alat berdaya besar yang dipakai lama paling boros.